GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar acara penyerahan bantuan dan penanaman simbolis lubang resapan biopori pada Selasa (20/5). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PMDG, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo, dan Yayasan Menabung Air.
Pihak Yayasan Menabung Air sedang menyampaikan materi kepada peserta
Acara ini menjadi langkah konkret untuk mencegah potensi bencana banjir di lingkungan pondok serta sebagai upaya strategis dalam pelestarian air untuk jangka panjang—hingga 10 tahun ke depan.
Penanaman simbolis biopori dilakukan langsung oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Yayasan Menabung Air, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Biopori dinilai sebagai solusi ramah lingkungan yang mampu meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi genangan air saat musim hujan.
Perfotoan bersama peserta Sosialisasi dan Penanaman Biopori sebagai bantuan kepada PMDG.
Dengan kegiatan ini, PMDG berharap bisa menjadi pelopor pesantren ramah lingkungan serta menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk turut ambil bagian dalam menjaga keberlanjutan alam.
SIAK – Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 12 menyelenggarakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, Kamis (22/5/2025) bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1446 H, bertempat di Lapangan Utama PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian perkenalan pondok bagi santri baru, sekaligus momen penyegaran kembali semangat pengabdian dan arah perjuangan seluruh civitas akademika pondok.
Reog Ponorogo, salah satu penampilan dalam Apel Tahunan di PMDG Kampus 12
Apel ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., yang menyampaikan pesan dan nasehat. Turut mendampingi, Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I.; Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Rifqi Inani, M.Pd.; serta para guru senior, antara lain Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, B.A., M.A., Dr. M. Kurnia Rahman Abadi, M.M., dan Al-Ustadz H. Suroso Hadi. Apel diikuti oleh seluruh ustadz dan santri PMDG Kampus 12.
Dalam amanatnya, Kiai Akrim menegaskan pentingnya menyikapi jumlah santri yang relatif lebih sedikit sebagai peluang meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan. “Ini momentum untuk memperkuat mutu kegiatan keislaman, ibadah, akhlak, keilmuan, disiplin, penguasaan bahasa, serta pengembangan keorganisasian dan kehidupan sosial santri,” ujarnya.
Para santri ikut memeriahkan Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy di PMDG Kampus 12
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa setiap santri adalah mujahid yang siap mengabdi dengan penuh keikhlasan, di mana pun dan dalam bidang apa pun. “Baik di kelas, di sawah, di koperasi, atau di SPBU, semua medan adalah ladang perjuangan. Selama itu dilakukan fī sabīlillāh, maka nilainya sama,” tegas beliau.
Di akhir amanatnya, Kiai Akrim mengajak seluruh elemen pondok untuk menjaga warisan nilai-nilai Gontor. “Kita harus tetap aktif dan disiplin, lahiriyah maupun bathiniyah. Sistem ini jarang terdapat, sukar dicari, dan mahal harganya. Maka jagalah ia dengan sungguh-sungguh,” pungkas beliau.
Lewat Apel Tahunan, Gontor menunjukkan keberagaman para santrinya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia
Apel tahunan ini berlangsung dengan tertib dan khidmat, menjadi simbol kesiapan seluruh elemen pondok dalam mengarungi tahun ajaran baru dengan semangat ikhlas, mandiri, dan berorientasi pada perjuangan membentuk pemimpin umat masa depan.
(Reporter & Editor: Aryyo Widagdho, Fotografer: M. Egi & Tim Multimedia PMDG Kampus 12)
GONTOR – Pagelaran Seni Panggung Gembira (PG) 6100 memeriahkan malam di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Ahad (18/5). Acara ini menjadi momen tak terlupakan bagi seluruh hadirin, khususnya bagi Siswa Akhir KMI 2026, Brilliant Generation. Tidak sekadar hiburan, pergelaran ini juga menjadi ungkapan rasa syukur atas kenaikan mereka ke jenjang kelas 6 KMI.
Hadroh menjadi pembuka acara PG 6100
Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata pertunjukan, melainkan sarana pendidikan yang telah menjadi bagian dari tradisi pondok sejak awal berdirinya.
“(acara) Ini adalah proses mendidik umat sejak awal berdirinya pondok,” ujar beliau dalam sambutannya saat membuka perhelatan tersebut secara resmi.
Pimpinan Pondok memberikan sambutan sekaligus membuka Pagelaran Seni Panggung Gembira 6100
Sepanjang acara, penonton disuguhi nuansa elegan dan modern. Latar belakang panggung yang mengangkat tema empat sintesa pondok — Al-Azhar, Santiniketan, Syanggit, dan Aligarh — menghadirkan kesan retro yang dipadukan dengan sentuhan futuristik.
Beragam penampilan menarik turut mengisi pergelaran yang bertepatan dengan usia 100 tahun pondok ini. Mulai dari drama Ibn Al-Haytham, pementasan Wayang Leksmana, berbagai tarian daerah, hingga pembacaan puisi yang menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina.
Di dalam PG, santri dididik untuk menjadi kreatif dan aktif, bukan pasif dan statis dalam bidang inovasi dan seni
Panitia pelaksana berupaya semaksimal mungkin menyuguhkan perhelatan yang bersifat edukatif (educate), menghibur (entertain), elegan (elegant), dan menyenangkan (enjoyable). Hasil kerja keras mereka pun mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri, bahkan Pimpinan Pondok memberikan nilai “12” sebagai bukti .
Menyongsong satu abad usia pondok, diharapkan Panggung Gembira kali ini dapat menjadi sarana pembentukan pribadi santri dan masyarakat yang berakhlak mulia dan bernilai. Sebagaimana moto acara tersebut; “Gontor Membina Umat, Membangun Bangsa Bermartabat.”
Tari Topeng Ireng, salah satu penampilan dalam Panggung Gembira 6100
GONTOR — Mahadasa Show sukses digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pondok Modern Darussalam Gontor pada Jumat (17/5) malam. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok, Direktur KMI, guru senior, serta jajaran guru KMI, dan menjadi ajang mempererat tali ukhuwwah antar-asatidz yang sekaligus merupakan mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) dalam satu korps yang solid.
Di Mahadasa Show, Gontor membuktikan kalau guru tidak hanya pandai mengajar saja, tapi juga kreatif dalam berbagai bidang, salah satunya musik.
Mengusung gaya klasik baroque, Mahadasa menghadirkan nuansa elegan yang merepresentasikan kedalaman, stabilitas, serta keluasan penjelajahan sejarah musik. Logo acara yang berbentuk ikon not menjadi simbol musik sebagai warisan peradaban yang bernilai tinggi dan merupakan bagian dari sejarah yang panjang.
Melalui 20 segmen acara, panitia pelaksana dan para peserta berkolaborasi menciptakan sebuah mahakarya seni. Ini menjadi bukti bahwa guru tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga memiliki potensi, khususnya di bidang keterampilan dan seni. Segenap guru yang tampil berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa memandang usia. Bahkan, Pimpinan Pondok, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., turut ambil bagian dengan membawakan lagu “Pamit” karya Broery Marantika.
Pimpinan Pondok, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. membawakan lagu “Pamit”. Beliau turun langsung dalam menyukseskan acara ini
Dalam sambutannya, Al-Ustadz Hendri Setiyo Wibowo menekankan bahwa tidak ada satu jengkal pun tanah pondok yang tidak digunakan untuk mendidik santri. “Semua tempat di pondok ini adalah tempat pendidikan,” tuturnya.
Ustadz Hendri juga mengutip salah satu nasihat Pimpinan Pondok tentang mahasiswa; “Mahasiswa itu serba pantas, di mana-mana pantas dan luwes. Maka, pandai-pandailah menyibukkan masa kepantasan antum dengan hal-hal yang bermanfaat.”
Penampilan dari Staf KMI, salah satu segmen acara dalam Mahadasa Show
Ditutup dengan lagu “Percaya Asa”, para penonton—yang juga terdiri dari para santri—menikmati sajian luar biasa dari Mahadasa Show. Meskipun dilaksanakan di antara pementasan Drama Arena dan Panggung Gembira, acara ini tetap berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Puisi, sarana mengekspresikan pendapat dan perasan lewat kata-kata
GONTOR – Drama Arena 5100 sukses menghadirkan kenangan tak terlupakan bagi para penonton. Lewat berbagai segmen penampilan, segenap siswa kelas 5 KMI 2026 bersama-sama menyuguhkan karya seni yang luar biasa dan sarat akan nilai-nilai pendidikan. Acara utama, Drama Pesan Peringatan, menjadi inti dari pagelaran seni tersebut.
Mengangkat kisah perseteruan pendapat antara dua ketua asrama, Dharma dan Nawwas, Drama Pesan Peringatan membahas perbedaan cara mendidik santri, khususnya di lingkungan asrama yang menjadi rumah mereka selama menempuh kehidupan di pesantren.
Dharma dan Nawwas, dua tokoh utama dalam Drama Pesan Peringatan
Dharma, dengan watak tegas dan disiplin tinggi, memimpin asrama dengan tangan besi. Baginya, pengurus harus bersih dari kesalahan dan anggota perlu dididik secara keras. Sementara itu, Nawwas, yang supel dan ramah, memiliki pandangan sebaliknya: ia mengedepankan pendekatan kasih sayang dalam membimbing adik-adiknya.
Perbedaan sifat yang bertolak belakang itu menimbulkan konflik dalam kehidupan asrama. Sikap keras Dharma membuat para anggota dan bahkan rekan sesama pengurus merasa tidak betah dan tertekan. Di sisi lain, pendekatan Nawwas justru dianggap terlalu lunak hingga membuat para anggota meremehkannya sebagai pemimpin.
Dalam Drama Pesan Peringatan, Dharma digambarkan sebagai sosok yang tegas dan keras
Jalan cerita yang tersusun rapi serta penggunaan bahasa yang komunikatif menjadikan drama ini salah satu sorotan utama di Drama Arena 5100. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan santri kelas 5 dan menyampaikan pesan penting bahwa seorang pendidik harus mampu menempatkan segala sesuatu secara proporsional. Jika suatu saat diperlukan ketegasan, maka di saat lain dibutuhkan pula kelembutan, sebagaimana seorang kakak kepada adiknya.
Di akhir, Dharma membacakan puisi tentang apa yang ia dapatkan selama mendidik anggotanya
GONTOR – Kamis (15/5) malam, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dipenuhi kemeriahan dalam Pagelaran Seni Akbar Drama Arena (DA) 5100 yang bertujuan untuk mempererat tali ukhuwwah antarsantri, khususnya santri kelas 5 KMI. Penonton berhasil dibuat terpukau oleh berbagai penampilan yang disuguhkan. Performa acara yang apik menunjukkan profesionalisme panitia dalam menghadirkan sebuah pagelaran seni yang educate, elegant, entertain, dan enjoyable.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok, drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di pondok tidak lepas dari unsur pendidikan.
Pimpinan Pondok, drs. KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dan KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sambutan dalam Drama Arena 5100
“3 ranah Pendidikan yang kita jadikan satu (di dalam Drama Arena), otot, ati, dan uteg.” Terang beliau. Mulai dari persiapan hingga penyelengaraan acara, siswa kelas 5 dididik keterampilannya, intelektualnya, dan jiwanya.
Sebanyak 47 segmen acara mengisi DA 5100, mulai dari Drama Pesan Peringatan sebagai pertunjukan utama, penampilan band, hingga berbagai tarian daerah dan modern. Beragam visual menarik turut mencuri perhatian para penonton. Tata cahaya dan tata suara yang rapi juga turut menunjang kelancaran jalannya acara. Meski diguyur hujan, Drama Arena tetap terselenggara sesuai dengan rencana dan sukses menampilkan sebuah karya seni fenomenal.
ZonZero, salah satu penampilan dalam Drama Arena 5100
Atas sajian spektakuler dari Drama Arena ini, dewan juri memberikan nilai sempurna. Mereka mengapresiasi alur perhelatan yang tersusun rapi dan berlangsung dengan lancar. Walau hujan deras, para santri kelas 5 tetap semangat membawakan acara. “Di bawah derasnya hujan, (santri) kelas 5 tetap solid dalam bekerjasama, bukti militansi para santri (dalam menjalankan tugas).” Jelas Al-Ustadz Ahmad Suharto, selaku salah satu dewan juri.
Choir-I-Ummah, paduan suara santri kelas 5 KMI yang menambah kemegahan Drama Arena
GONTOR – Hasill yudisium ujian akselerasi tahap pertama yang diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor telah resmi diumumkan. Dari total 774 peserta ujian, sejumlah santri dinyatakan lulus dan berhak naik ke kelas berikutnya, yaitu kelas 2, kelas 3, dan kelas 3 intensif.
Para peserta ujian akselerasi menuruni tangga masjid selepas kegiatan yudisium
Ujian akselerasi ini merupakan bagian dari program percepatan akademik bagi santri yang sebelumnya telah lebih dahulu mengenyam studi di pondok pesantren lain, khususnya pondok yang dibina oleh alumni PMDG. Proses seleksi dilakukan secara ketat dan menyeluruh, melibatkan ujian tertulis dan ujian lisan.
Selanjutnya, dari para santri yang dinyatakan lulus tahap pertama ini, beberapa di antaranya akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni ujian akselerasi tahap kedua. Ujian ini akan menentukan kelulusan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu kelas 4, kelas 5, dan kelas 6.
SIAK – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menggelar acara Aneka Ria Nusantara pada Kamis, 8 Mei 2025 / 11 Dzulqa’dah 1446 H di Aula Utama PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Acara ini merupakan bagian dari rentetan kegiatan Khutbatu-l-‘Arsy, yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kerangka nilai-nilai kepondokmodernan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I.; Wakil Direktur KMI, Al Ustadz Rifqi Inani, M.Pd.; guru senior, Al Ustadz H. Suroso Hadi; serta seluruh ustadz dan santri PMDG Kampus 12.
Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz Himmah Azhar Latif memberikan sambutan pada pembukaan Aneka Ria Nusantara di PMDG Kampus 12
Dalam sambutannya, Al Ustadz Himmah Azhar Latif menekankan bahwa Aneka Ria Nusantara bukan hanya ajang seni semata, melainkan juga media pembelajaran kebangsaan yang hidup. “Barang siapa ingin mengenal kebangsaan dan Bhinneka Tunggal Ika, datanglah ke Gontor. Gontor adalah guru kebangsaan, guru kebhinekaan,” tegas beliau. Ia juga mengutip pepatah Arab, “Al-qiyādah fannun wa dzauqun wa akhlāq” (kepemimpinan adalah seni, rasa, dan akhlak), sebagai pengingat bahwa pendidikan di Gontor mencakup aspek nilai, seni, dan etika.
Dengan penuh semangat dan kegembiraan, acara menampilkan beragam tarian khas nusantara, yakni Tari Zapin, Tor-tor, Banjar, Campur Sari, Indonesia Timur, serta pertunjukan Natural berupa pantomim. Para santri tampil dengan maksimal, memadukan kostum, musik, dan gerak tari yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa.
Al-Ustadz Himmah Azhar Latif memberikan penghargaan kepada salah satu pemenang
Dari seluruh penampilan, Tari Campur Sari berhasil meraih Juara 1, disusul Tari Indonesia Timur di posisi kedua, dan Tari Banjar sebagai Juara 3. Keputusan dewan juri diambil berdasarkan aspek kekompakan, keaslian budaya, kreativitas, dan ekspresi.
Melalui acara ini, Gontor kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya membina intelektualitas, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan nasionalisme, dan mengajarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Panitia 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Divisi Gontor Putri menyelenggarakan sebuah acara istimewa yang bertujuan untuk menggali potensi intelektual para santriyah, yaitu “Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia”. Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia adalah rangkaian kompetisi yang melibatkan para santriyah dari berbagai pondok pesantren, dalam berbagai bidang akademis dan non akademis untuk mengasah kemampuan intelektual, seni berargumen, serta keterampilan santriyah dalam berpikir kritis, logis, dan inovatif.
Kompetisi ini bertujuan mengembangkan kreativitas dan pengetahuan santriyah di bidang akademis dan non-akademis dengan menjunjung nilai-nilai Islam. Selaras dengan falsafah Pondok Modern Darussalam Gontor, “Jadilah Ulama yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu Agama,” ajang ini mendorong santriyah agar bijak menghadapi tantangan zaman, berkontribusi bagi umat dan bangsa, serta teguh memegang prinsip keislaman. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan, semangat kolaborasi, dan intelektualitas di kalangan santriyah.
Suasana Final Lomba Debat di PMDG Putri Kampus 1
B. SASARAN
Sasaran kegiatan Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia santriyah Pondok Modern Darussalam Gontor Putri, dan santriyah dari seluruh pesantren se-Indonesia.
C. TEMA KEGIATAN
“Membentuk Ulama yang Intelek Mengawal Peradaban Utama”
Adapun alur pendaftaran Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia 2025 adalah sebagai berikut:
Peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran melalui google form yang telah disediakan dengan batas akhir Ahad, 25 Mei 2025
Pendaftaran tidak dikenakan biaya registrasi
Peserta menyiapkan pas foto 3×4 dengan background biru, dan fotocopy akta kelahiran untuk dilampirkan dalam formulir pendaftaran
Peserta tidak dapat mengunggah dokumen lebih dari satu kali, pastikan file yang didaftarkan sudah benar. Apabila terjadi kesalahan, dapat menghubungi panitia dalam jangka waktu 1×24 jam setelah pendaftaran
Peserta yang lolos ke babak final akan diundang ke Gontor Putri Kampus 1, dan diwajibkan melakukan pendaftaran ulang online serta offline dengan melampirkan bukti pembayaran. Adapun batas akhir kedatangan peserta babak final di Gontor Putri Kampus 1 yaituSenin, 7 Juli 2025
Peserta diwajibkan datang tepat waktu. Bagi peserta yang terlambat akan dikenakan sanksi sesuai ketetapan yang berlaku
Formulir pendaftaran Perlombaan Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia adalah sebagai berikut:
Jakarta – Sekretaris Jenderal World Islamic Union of Scouts and Youth (WIUSY), Dr. Zuhair Hussein Ghunaim, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada awal Mei 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kesiapan pelaksanaan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) atau Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
WMSJ 2025 merupakan salah satu ajang internasional terbesar bagi gerakan Pramuka Muslim dari berbagai negara. Kegiatan ini akan mempertemukan ribuan peserta dari lebih dari 40 negara anggota WIUSY, untuk mengikuti berbagai kegiatan edukatif, spiritual, budaya, dan petualangan.
Sekjen WIUSY, Dr. Zuhair sedang berdiskusi dengan perwakilan PMDG di kantor MPR-RI
Dalam tinjauannya, Dr. Zuhair disambut oleh panitia nasional dan jajaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Ia mengapresiasi kerja keras tim Indonesia dalam menyiapkan infrastruktur, logistik, program kegiatan, serta dukungan keamanan dan kesehatan untuk mendukung kelancaran acara.
“Indonesia menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjadi tuan rumah WMSJ 2025. Bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga semangat persaudaraan dan kerjasama lintas negara yang diusung,” ujar Dr. Zuhair Hussein Ghunaim.
Ia juga menekankan bahwa WMSJ bukan sekadar perkemahan, tetapi merupakan momentum penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperluas wawasan global para Pramuka muda, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam.
“WMSJ 2025 adalah titik temu pemuda Muslim dunia untuk mempererat ukhuwah dan menyalakan semangat perubahan,” tambahnya.
Dr. Zuhair menerima cinderamata WSMJ 2025 yang diserahkan oleh Wakil Ketua MPR-RI, Hidayat Nur Wahid
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mendukung penuh kegiatan ini dan berharap Jambore Dunia Muslim ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya serta memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pemuda dan kepramukaan di tingkat internasional.