Home Blog Page 454

Pergantian Pengurus OPPM dan Koordinator Gontor Putri 3 Berlangsung Khidmat

0

KARANGBANYU – Dengan berfalsafahkan “Siap Dipimpin dan Siap Memimpin”, Gontor Putri 3 mengadakan kegiatan Pergantian Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern dan Koordinator pada hari Ahad-Selasa, 22-24 Februari 2015 yang dihadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz Saepul Anwar, S.Ag di Auditorium Gontor Putri 3.

Pergantian Pengurus OPPM Gontor Putri 3.
Pergantian Pengurus OPPM Gontor Putri 3.

Dalam kegiatan ini, pengurus OPPM dan Koordinator lama membacakan hasil usaha yang telah mereka kerjakan selama setahun kemarin dan melaporkan pertanggungjawabannya kepada Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 3 yang disaksikan dan disimak oleh seluruh santriwati Darussalam dan dilanjutkan dengan Serah Terima Amanat dari Pengurus OPPM dan Koordinator lama oleh kelas 6 ke Pengurus baru dari kelas 5.

Kegiatan ini diadakan setiap tahun bertujuan mencetak kaderisasi seorang pemimpin yang dimulai dari kelas 5. Adapun santriwati yang diberi amanah untuk menjadi Ketua OPPM tahun ini adalah Ummi Sholihah dan Syifa Fitri Kiftiana, dan untuk ketua Koordinator adalah Elok Galuh Immanda dan Fajarningrum Ahmadi.

Kegiatan pergantian pengurus ini dilakukan karena santriwati kelas 6 akan mempersiapkan ujian akhir dan rentetan persiapan lainnya seperti tarbiyah amaliyah atau praktek mengajar, ujian lisan hingga ujian tulis siswi akhir kelas 6.sekpenggp3

Enam Bulan Belajar, Dua Mahasiswi Turki Akhiri Program dengan Haflah

0

MANTINGAN – Setelah enam bulan masa pembelajaran bahasa Arab, dua mahasiswi Turki mengadakan acara perpisahan di aula Aisyah Gontor Putri 1 pada hari Jum’at (13/3) malam. Keduanya adalah Fatma Kızıl, mahasiswa Pascasarjana Ilahiyat Universitas Marmara Turki dan Büşra Şerbeçi alumni Universitas Istanbul Fakultas Komunikasi. Pembelajaran mereka dilakukan secara intensif sejak bulan September 2014 lalu di bawah naungan Pusat Pembelajaran Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor).

Acara yang dihadiri oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri 1, Wakil Direktur KMI Gontor Putri 1, madamat dan dewan guru ini meliputi pembacaan kesan pesan dan beberapa penampilan seperti rebana, nasyid, puisi 3 bahasa dan tari daerah yang ditampilkan oleh Fatma serta Büşra, dewan guru dan beberapa santriwati.

Pada sesi pembacaan kesan pesan, Fatma menceritakan kisah awal mula keinginannya hingga sampailah ia di Gontor dengan ekspresif. Ia menjelaskan bahwa program master yang ia ambil terdiri dari dua tahun. Tahun pertama untuk belajar dan selanjutnya adalah penulisan tesis. Di samping itu mahasiswa pun diberikan dua pilihan. Mengajar di ‘aliyah atau memperdalam bahasa Arab. Meski pada awalnya ingin menjadikan Yordania sebagai tujuan, namun pihak Istanbul Foundation for Science and Culture Turki, lembaga pengkaji Said Nursi, menyarankan untuk belajar bahasa Inggris dan Arab fushah di Gontor Indonesia.

“Selain mempelajari bahasa, Gontor telah memberikan banyak pelajaran hidup. Semua pekerjaan dikerjakan dengan berlandaskan ikhlas. Maka tiap orang seakan berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Fatma dengan bahasa Arab.

Lain lagi dengan kawannya, Büşra menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mengerti bahasa Arab kecuali kalimat ana dan anta. Namun setelah melalui enam bulan ini ia merasakan perubahan yang sangat besar dalam perkembangan bahasa Arabnya. Seakan-akan semua orang yang ada di Gontor bukanlah orang Indonesia dan ia bukanlah orang Turki, karena semua orang dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama. Büşra juga menyampaikan satu kalimat penutup dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata dan disambut dengan riuh para hadirin,

“Gontor laksana lautan ilmu. Aku berjanji untuk selalu meminum air darinya. Terima kasih untuk semua pendidikan, ilmu dan pelajaran hidup yang diberikan kepada saya.”

Suasana menjadi sendu saat keduanya mengingat semua kenangan dan jalinan persahabatan antara mereka dan beberapa dewan guru yang menjadi pembimbing ataupun pengajar. Fatma juga menyebutkan salah satu mahfudzat yang ia pelajari dan berasal dari Imam Syafi’i, “bepergianlah maka kamu akan menemukan teman meskipun kau telah meninggalkan tempatmu”. Namun suasana kembali tenang saat wakil pengasuh Gontor Putri 1, Ustadz Ahmad Suharto, menceritakan falsafah pembelajaran di Gontor. Beliau mengharapkan agar program ini dapat berlanjut di kemudian hari. Baik pihak Turki yang mempelajari bahasa Arab ataupun pihak Gontor yang mempelajari Rasail Nur.dee

Gontor Putri 3: Ulangan Umum Kenalkan Santriwati Arti Ilmu

0

KARANGBANYU – Al-Ilmu lā yu’thĩki kulluhu hatta tu’thĩhi kullaki, ilmu tidak akan sampai pada seseorang kecuali ia telah mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk memilikinya, begitu pesan Ustadz H. Saepul Anwar, S.Ag. menjelang Ulangan Umum yang diadakan pada tanggal 7-12 Maret 2015.

Ujian berlangsung di gedung Al-Azhar dan Madinah yang diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1-5, sedangkan kelas 6 tetap menjalani aktivitas belajar di kelas. Seluruh guru, baik asatidz dan ustadzat dikerahkan untuk mengawas santri di kelas, serta beberapa di rayon dan sektor-sektor guru.

Ulangan umum tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini jawaban siswi akan langsung dikoreksi oleh pengampu masing-masing materi tiap malam di aula mini Gontor Putri 3 sembari mengawas santri belajar. Adapun tujuan program ini untuk mengenalkan santri ilmu, bahwa ilmu bukanlah hanya untuk dicintai namun harus dimiliki karena seseorang belum bisa dikatakan ālim sebelum dia āmil (mengamalkan) ilmunya.nz

Gontor Putri 1: Muhasabah Diri dengan Ulangan Umum

0

MANTINGAN – Demi meningkatkan kualitas akademik santriwati, Gontor Putri 1 mengadakan evaluasi belajar mengajar pertengahan akhir tahun melalui Al-Ikhtibar at-Takhsini atau ulangan umum yang diadakan selama lima hari, dimulai pada hari Sabtu (7/03) dan berakhir pada hari Rabu (11/03). Diikuti oleh segenap santriwati Gontor Putri 1 dari kelas 1 sampai kelas 5. Sementara kegiatan belajar mengajar bagi santriwati kelas 6 tetap berjalan seperti biasanya untuk mempersiapkan diri mengikuti Ujian Akhir KMI yang akan dimulai beberapa hari setelah ulangan umum.

Materi yang diujikan dalam ulangan umum meliputi bahasa Arab (Muthola’ah, Tamrin Lughoh, Nahwu, Sorof, Mahfudzot, Tarikh Adab, Balaghoh, Hadist, Tarbiyah, Tarikh Islam, Tafsir dan Dinul Islam), Fiqh (Ushul Fiqh dan Fiqh) dan eksak (Matematika, Berhitung, Biologi dan Fisika).

Dengan diadakannya ulangan umum, santriwati dapat secara langsung mengetahui hasil nilai pelajaran yang diujikan. Sehingga dapat menjadi motivasi dan evaluasi serta muhasabah diri dengan nilai yang diperoleh. Bukan hanya santriwati saja, para guru-guru pengajar materi juga termotivasi untuk meningkatkan diri mengenai cara pembelajaran. Walaupun nilai keseluruhan dalam ulangan umum kali ini naik dari tahun yang sebelumnya, diharapkan dapat menjadi motivasi tersendiri bagi santriwati dan guru-guru dalam menghadapi ujian akhir tahun dengan persiapan yang matang.dhiel

Laporan Dari Australia: Mitra Penting itu Bernama Indonesia

0
Di depan State Library of Victoria
Di depan State Library of Victoria

Melbourne- Setelah menempuh perjalanan menggunakan pesawat selama 1 jam 10 menit, peserta Muslim Exchange Program (MEP) akhirnya tiba di Melbourne. Di airport, Chris Rafferty-Brown, koordinator MEP di Melbourne sudah menunggu kami. Setelah proses bagasi dan perkenalan dengan Chris, kami langsung menuju University of Melbourne (Unimelb) karena di sana sudah ditunggu oleh Prof. Pookong Kee, Director of Asia Institute Unimelb dan Rowan Gould, Ph.D, MEP Director di Australia.

Kurang lebih jam 13.00 kami tiba di Unimelb dan disambut hangat oleh Prof. Pookong dan Rowan. Kami langsung dibawa menuju ruang rapat di lantai 3. Tak lama kemudian, sambil makan siang, terjadi obrolan ringan terkait dengan perjalanan kami dan program yang saat ini dijalani. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panjang lebar tentang hubungan Austrlia dan Indonesia. Prof. Pookong berujar, “Indonesia adalah salah satu partner penting dari Australia. Oleh karena itu, Unimelb selalu menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Ini sudah berlangsung lama dan akan terus dikembangkan”.

Diskusi kemudian berlanjut pada topik-topik laninnya; mulai dari kondisi umat Islam di Australia yang pertumbuhannya sangat pesat dan permasalahan-permasalahan yang biasanya mereka hadapi. Namun mereka menyatakan bahwa umat Islam di Australia mampu hidup berdampingan dengan umat lain. Ini mmenjadi sebuah keharusan karena Australia adalah negara yang sangat multikultural, multi etnis. Obrolan kami makin hangat ketika kami membahas permasalahan ekstrimisme, radikalisme, dan terorisme. Terungkap bahwa faham-faha tersebut berkembang pada semua agama, termasuk Islam. Umumnya mereka adalah anak-anak muda yang mudah terprofokasi dan belum punya pemahaman agama yang mendalam.

Sekitar pukul 14.30, dialog kami harus diakhiri karena terbatasnya waktu. Kami lantas memberikann beberapa cinderamata kepada Prof. Pookong dan Rowan. Setelah itu, kami langsung menuju hotel menggunakan taxi, tepatnya di Darling Towers.

Setelah check in, kami langsung shalat kemudian bersiap untuk mengunjungi State Library of Victoria. Sekitar pukul 15.30, kami sudah tiba di perpustakaan yang sangat megah dan bergaya Eropa. Di situ banyak koleksi buku-buku dan manuskrip-manuskrip kuno. Uniknya, lantai dasar yang luas digunakan sebagai ruang baca, dikelilingi oleh semacam lorong berlanti lima. Di setiap lantai terdapat ruang untuk eksebisi-eksebisi tentang berbagai macam tema yang selalu diubah setiap saat. Sementara itu, di lantai bawah tanah, terdapat koleksi buku yang sangat banyak dan juga terdapat ruang baca yang begitu nyaman, sehingga siapa saja yang masuk di dalamnya, akan betah dan berlama-lama membaca. Yang sedikit beda dari perpustakaan pada umumnya, di situ pengunjung tidak boleh meminjam buku untuk dibawa ke luar ruangan atau dibawa pulang. Mereka hanya diijinkan untuk membacanya di dalam perpustakaan. Namun, jika ada yang mau mengkopinya, tinggal memesan kepada petugas. Keunikan lin dari perpustakaan itu adalah adanya ruang khusus yang di situ bisa dijumpai koleksi buku-buku yang membahas tentang catur. Di situ juga disediakan banyak space bagi pengunjung untuk bermain catur. Saya sendiri kurang begitu memahami mengapa di perpustakaan disediakan ruang khusus untuk bermain catur.

Setelah puas berkeliling di perpustakaan, kami kembali ke hotel dengan berjalan kaki sembari menikmati suasana sore hari di pusat kota Melbourne. Sesampainya di hotel, kami langsung mandi dan istirahat sebentar lantas bersiap-siap untuk makan malam bersama alumni MEP. Tepat pukul 19.00, ditemani Chris dan Rowan, kami menuju Curry Vault Restaurant, tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Di sana, ternyata sudah ada Philip Knight, mantan Dubes Australia untuk Saudi Arabia pada medio 1990-an. Di sana juga terdapat beberapa tokoh muda muslim Australia yang pernah mengikuti MEP. Acara makan malam itu berjalan dengan sangat menyenangkan karena kami bebas “ngobrol” panjang lebar tentang berbagai topik. Mulai dari permasalahan umat Islam di Melbourne, hingga masalah politik yang saat ini sedang “hot” di Australia.

Demikianlah serangkaian program yang dilalui peserta MEP di Melbourne. Sangat padat, tepat waktu, –meminjam istilah Kyai Syukri– dan diatur dengan sangat rapat. Namun saya pribadi bisa mengikutinya dengan baik karena kegiatan padat semacam itu bukanlah hal yang asing di Gontor. Dan dari berbagai diskusi dan “obrolan” yang kami lakukan hari itu, terungkap bahwa Indonesia memang memiliki bargaining position yang sangat kuat di mata Australia. Oleh karena itu, saya melihat bahwa sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga dan memacu diri untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan berperadaban. AbuNuya

Guru Gontor Ikuti MEP di Australia

0
Peserta MEP 2015 setelah mengikuti briefing di Kedutaan Australia Jakarta
Peserta MEP 2015 setelah mengikuti briefing di Kedutaan Australia Jakarta

Melbourne – Salah satu tenaga pengajar Pondok Modern Darussalam Gontor mengikuti Muslim Exchange Program (MEP) yang diadakan oleh Australia-Indonesia Institute pada 16 s.d. 29 Maret 2015. AII merupakan salah satu lembaga yang didirikan pemerintah Australia pada bulan April 1989 untuk memberi kontribusi terhadap hubungan yang makin luas dan kuat antara Australia dengan Indonesia, dan untuk menunjukkan citra positif Australia dan Indonesia di negara masing-masing. Lembaga ini banyak memiliki program di bidang pendidikan, agama dan kemasyarakatan, pemuda, seni dan budaya, masyarakat madani dan media. MEP sendiri merupakan salah satu program flagship AII dan sudah diadakan sejak tahun 2002 yang bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih erat antara masyarakat muslim di Australia dan Indonesia.

Peserta MEP tahun ini berjumlah 10 orang yang berasal dari seluruh Indonesia, salah satunya dari Gontor. Namun agar berjalan lebih efektif, peserta dibagi menjadi dua grup; pertama berangkat pada 16 Maret dan kedua akan diberangkatkan pada 10 Mei.

Selama di Australia, peserta MEP akan mengunjungi komunitas muslim di Melbourne, Canberra, dan Sydney, berdialog dengan tokoh-tokoh muslim Australia, berdiskusi dengan para profesor di beberapa pusat studi di beberapa universitas dan sekoah-sekolah Islam, berdialog dengan organisasi lintas agama, dan sederet kegiatan lainnya yang sangat padat. AbuNuya

Santriwati Gontor Putri 3 Tegap Berbaris Bersama Polwan

0

KARANGBANYU – “Hormat Gerak!” suara lantang aba-aba baris-berbaris membahana di seluruh penjuru Gontor Putri 3 pada pelatihan baris-berbaris bersama Polwan (Polisi Wanita), Kamis, 5 Maret 2015/ 14 Jumadal Ula 1436.

Program yang diselenggarakan oleh Koordinator Gerakan Pramuka ini hanya diikuti oleh Adika Laksana, yaitu siswi kelas 4 dan kelas 3 Intensif. Adika diajarkan berbagai macam gerakan mulai persiapan barisan, komando dan berbagai aba-aba lainnya guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. Pelatihan berakhir dengan upacara di gugus depan masing-masing laksana.nz

 

Perdalam Ilmu Perbankan Syariah, Mahasiswa HES UNIDA SPL di BMT Tumang

0

DSC_1118UNIDA – Mahasiswa Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah menyelesaikan kegiatan Studi Praktek Lapangan (SPL) mereka di Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT TUMANG, Boyolali. Pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada mahasiswa perihal proses pelaksanaan manajemen operasional yang dilaksanakan di Lembaga Keuangan Syariah, kebijakan-kebijakan yang dilakukan manajemen guna memajukan Lembaga Keuangan Syariah, dan peranan Lembaga Keuangan Syariah dalam memajukan perekonomian masyarakat. Waktu penyelenggaraannya berlangsung selama 6 hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Jum’at, 23 – 28 Februari 2015, dan diikuti oleh 8 orang mahasiswa Universiras Darussalam (UNIDA) Kampus Gontor.

Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT TUMANG didirikan pada 30 September 1998 oleh Kakandep Koperasi Kab. Boyolali. Kantor Pusat KJKS ini berlokasi di Jl. Boyolali-Magelang Km. 10, Cepogo, Boyolali, dan saat ini telah memiliki 9 Cabang yang tersebar di beberapa kota dan kabupateb di Jawa Tengah. irba

Kegiatan Wirakarya diadakan kembali di Sekipan

0

MAGETAN – Di sela-sela pergantian pengurus OPPM dan Koordinator, Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor Kampus Rabithah semester 2 dan 4 mengadakan kembali kegiatan Wirakarya yang bertempat di Sekipan, Tawangmangu, Magetan. Daerah ini merupakan tempat wisata alam bumi perkemahan Sekipan Kalisoro. Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif. Pada waktu yang sama, kegiatan belajar mengajar di PMDG dinonaktifkan sementara. Kegiatan Wirakarya ini diselenggarakan selama 2 hari.

Kegiatan ini dibuka sekaligus dilepas oleh Ustadz Noor Syahid di depan Gedung Asia. Diikuti oleh peserta yang berjumlah 70 orang dan Panitia 30 orang serta pembimbing dari Staf Dema Cabang Rabithah. Dalam sambutanya beliau menuturkan bahwa kegiatan Wirakarya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, karena belum tentu orang luar mampu mengadakan acara seperti ini.

Usai tiba di Sekipan, para peserta melihat tumbuhan pinus yang berdiri berjajar seakan mencoba menggapai langit akan menyambut kedatangan. Udaranya begitu segar, dan terkadang kabut tipis menyelimuti punggung bukit. Terdapat juga sungai yang mengalir dengan jernih seakan membelah Bumi Perkemahan Sekipan. Dengan pemandangan alam yang begitu indah, menjadikan Buper Sekipan ini tempat favorit Mahasiswa Unida Gontor. Pada momen itu para peserta langsung mendirikan tenda masing-masing yang dibagi menjadi 3 fakultas: Tarbiyah, Syariah dan Ushuluddin. Selepas itu para peserta diajak untuk haiking. Adapun keadaan cuaca pada saat itu sangat buruk, hujan deras mengguyur, akibatnya tenda yang didirikan oleh peserta basah dan tidak layak untuk digunakan. Para peserta pun berpindah ke Aula yang ada di tempat tersebut.

Kegiatan ini merupakan wadah pembentukan karakter bagi Mahasiswa Unida Gontor dan juga untuk memupuk kebersamaan dan ukhuwah antara satu dengan yang lain. Diharapkan mahasiswa dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari kegiatan ini, agar mereka dapat mengaplikasikanya ketika sudah terjun di masyarakat kelak.fuadfahmi

 

 

 

GMF, Ciptakan Peradaban Musik Pesantren

0

DARUSSALAM – Graduate Music Festival (GMF) menciptakan peradaban musik pesantren, karena dewasa ini banyak sekali orang yang mengatakan bahwa santri yang ada di pesantren tidak bisa bermain musik, bahkan menganggap mereka awam tentang musik. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) justru mendidik santri-santrinya untuk terus berkarya dalam bidang musik. Karena, ini merupakan salah satu kegiatan Ekstrakulikuler di PMDG. Acara ini diselenggarakan pada hari Jum’at (6/3) di depan Gedung al-Azhar PMDG. Acara ini sebagai wadah pembentukan karakater Guru KMI Gontor Pusat dalam Festival musik dan merupakan ajang kompetisi bagi setiap angkatan Guru KMI.

Acara ini dibuka oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Beliau menuturkan, “al-fununu li tahdzibi an-nufusi la li al-jam’I al-fulus”. Seni itu untuk mendidik dan menggali potensi diri bukan untuk mencari uang semata. Karena, saat ini yang terjadi di luar segala bentuk kesenian hanya untuk mencari uang, bukan untuk mengembangkan potensi diri.

Adapun Panitia acara GMF ini adalah Guru KMI tahun pertama. Mereka berusaha sekuat tenaga guna menyukseskan acara ini, yang mana diikuti oleh 7 peserta yang masing-masing mewakili dari setiap angkatan. Dari angkatan Guru KMI tahun pertama sampai tahun ke tujuh. GMF tahun ini didesain secara apik dan menarik, sehingga menjadikan acara ini sebagai ajang yang bergengsi di kampus pusat.

Usai acara ini, Guru tahun pertama (Smart Generation) berhasil menyabet juara 1, juara 2: Guru tahun kedua (Idealist Leader Generation), dan juara 3: Guru tahun kedua (Dynamic Generation).fuadfahmi