Home Blog Page 480

Teladan Seorang Kiai ‘Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A.’

0

GONTOR-Sosok Kiai adalah salah satu syarat mutlak berdirinya sebuah pesantren, karena dialah yang mendesain, mengatur,

Bersama Bapak Toyib bin Zain Mu'in saat menghadiri penutupan Bulan Bahasa Arab di UM.
Bersama Bapak Toyib bin Zain Mu’in saat menghadiri penutupan Bulan Bahasa Arab di UM.

melaksanakan, mengontrol, dan menilai seluruh program yang telah dicanangkan sejak awal mula berdirinya pesantren tersebut. Begitu pula Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang sangat kental dengan wujud sosok seorang kiai sebagai teladan dan panutan para santri.

Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. adalah seorang berpawakan tinggi besar penuh wibawa, berambut putih karena usianya yang kini telah mencapai 86 tahun namun tetap memiliki semangat layaknya seorang pemuda, ditengah-tengah kesibukannya, kini beliau menyempatkan diri untuk berkunjung guna silaturahim ke beberapa Pondok Cabang Gontor, bertepatan dengan hari dimana beliau mendapatkan penghargaan dari Pemerintahan Arab Saudi atas kontribusi dan dedikasinya dalam mengembangkan Bahasa Arab di Universitas Negeri Malang (UM) yaitu mulai hari Rabu s/d Senin, 5-10 November 2014.

Penerimaan penghargaan tersebut berlangsung pada Kamis (6/11), dan dilanjutkan dengan kunjungan ke PMD Gontor Putri 5 Kemiri Kandangan Kediri pada Jum’at (7/11). Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan pidato singkat tentang world view dan wawasan masa depan sebagai santriwati, sehingga kelak dapat berkiprah di masyarakat dan tetap berjiwa gontori.

Menyanyikan lagu Hymne oh Pondokku bersama dengan santriwati Gontor Putri 5 Kandangan.
Menyanyikan lagu Hymne oh Pondokku bersama dengan santriwati Gontor Putri 5 Kandangan.

“Tingkatkanlah bahasamu, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, syukur-syukur bisa Bahasa Mandarin” ucap alumni PMDG periode 40-an tersebut di hadapan para santriwati dan beberapa ustadzah di Aula Gontor Putri 5.

Kunjungan selanjutnya adalah ke PMD Gontor 3 Sambirejo Gurah Kediri yang merupakan tanah wakaf peninggalan beliau dan para saudaranya sesuai dengan wasiat dari sang bapak. Sebagai wakif, beliau sangat senang dan gembira dapat berkunjung kembali ke tempat yang terkenal dengan nama Darul Makrifat (Monumen Abadi Keturunan Ridwan dan Fatimah) itu. Setibanya di kampus PMD Gontor 3, beliau langsung menuju Masjid Jami’ yang rencananya akan diresmikan pada akhir bulan November ini untuk menunaikan Shalat Magrib berjama’ah dan dilanjutkan dengan ceramah singkat mengenai sejarah berdirinya Gontor 3.

Keesokan harinya, Sabtu (8/11) beliau melanjutkan perjalanan ke Ponorogo guna bersilaturahim dengan Dr. K.H. Abdullah

Lamaran ananda Gladi yang dipimpin oleh Ust. Kafrawi di rumah kediaman calon istri, Lawean Solo.
Lamaran ananda Gladi yang dipimpin oleh Ust. Kafrawi di rumah kediaman calon istri, Lawean Solo.

Syukri Zarkasyi, M.A. (salah satu Pimpinan PMDG) yang saat ini tengah menjalani terapi di rumah kediamannya. Wajah riang gembira tampak jelas tatkala beliau bertatap secara langsung dengan salah seorang keturunan Trimurti PMDG tersebut.

“Piye kabare, Pak?” itulah kata-kata yang saling dilontarkan oleh keduanya dengan penuh haru.

Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. saat berpidato di hadapan seluruh santriwati dan ustadzah di Gontor Putri 1 Mantingan.
Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. saat berpidato di hadapan seluruh santriwati dan ustadzah di Gontor Putri 1 Mantingan.

Selanjutnya, sesuai dengan jadwal yang telah disusun, PMD Gontor Putri 1 Mantingan menjadi tujuan untuk dikunjungi. Hari itu, Ahad (9/11), beliau menyampaikan beberapa patah kata motivasi untuk para santriwati dan beberapa ustadzah di Aula Kulliyatu-l-Banat (KB).

Kota Solo, tepatnya di Kecamatan Lawean, adalah tujuan terakhir dalam rentetan jadwal perjalanan beliau kali ini untuk melamarkan keponakan beliau yang bernama Gladi bin Dr. Ahmad Syukri Ridwan (Adik beliau) dengan seorang perempuan berpendidikan di daerah tersebut.

Salah satu teladan yang beliau contohkan adalah, walau sudah sepuh, beliau tetap menyempatkan diri untuk berziarah kubur, menjenguk orang sakit, berkunjung ke rumah kerabat walau hanya sekedar mampir, dsb. shaz

 

 

Penghargaan dari Arab untuk Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A.

0

MALANG-Universitas Negeri Malang (UM) menjadi saksi bisu atas penerimaan penghargaan dari Pemerintahan Arab oleh Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. (Kamis, 6/11). Penyerahan penghargaan yang berupa Al-Qur’an, Piagam Penghargaan, dan Tropi tersebut diwakili oleh General Secretary of King Abdullah bin Abdul Aziz International Center for The Arabic Language (KAICAL) Dr. Abdullah S. Al Washmi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak, dan Rektor Universitas Negeri Malang Prof. Suparno tepat pada pukul 18.30 WIB di Gedung Grahaca UM. Bersamaan dengan penutupan secara resmi kegiatan yang bertajuk “Syahru-l-Lughoh Al-‘Arabiyyah” atau Bulan Bahasa Arab itu, acara yang dihadiri oleh sekitar 3.000 orang; mahasiswa/i, dosen, tamu undangan, tamu penghargaan, delegasi dari berbagai instansi, peserta lomba, berlangsung dengan lancar dan mengesankan.
Selain Rektor Institut Studi Islam Darussalam (ISID) yang kini telah menginjak usia ke-86 itu, terdapat enam orang lainnya yang juga menerima penghargaan atas kontribusi dan sumbangsih yang telah dikerahkan dalam rangka pengembangan pembelajaran Bahasa Arab di Negara Republik Indonesia ini, mereka adalah Prof. Dr. Khatibul Umam, Toyib Bin Zain Mu’in, Dr. Didin Hidayat, Prof. Dr. Imam Suprayogo, K.H. Basori Alawy, dan Dr. Ahmad Fuad Effendy.

Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. (kiri) saat menerima penghargaan dari Sekretaris Umum KAICAL, Dr. Abdullah S Al-Washmi (kanan).
Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. (kiri) saat menerima penghargaan dari Sekretaris Umum KAICAL, Dr. Abdullah S Al-Washmi (kanan).

Pada kesempatan ini, Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal juga turut hadir guna menerima penghargaan atas nama lembaga, yaitu PMDG, karena selain ketujuh penghargaan yang diberikan untuk perorangan, ada lima penghargaan lainnya yang dikhususkan untuk lima lembaga yang dianggap berturut serta dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab di Negeri Khatulistiwa ini. Adapun empat lembaga lainnya adalah LIPIA, Stasiun TVRI karena menayangkan acara pembelajaran Bahasa Arab, Majalah Halo Indonesia, dan IMLA (Ittihadu-l-Mudarrisin al-Lughah Al-‘Arabiyyah) Indonesia.
Adapun delegasi dari Universitas Darussalam (Unida) Gontor yang turut serta menghadiri acara tersebut adalah Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, Dr. Dihyatun Masqon, Dr. Fairuz Subakir, Dr. Hafidz Zeid, dan Hanif Fathoni, M.A.shaz

Ketua Badan Wakaf Bersilaturahim dengan Keluarga Besar Gontor Putri 1

0

MANTINGAN – Setelah mendapatkan penghargaan dari Kerajaan Saudi atas jasanya menjadi pelopor pembaharuan bahasa Arab di Indonesia yang bertempat Universitas Negeri Malang, Kamis (6/11) lalu, Ketua Badan Wakaf, K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. berkesempatan untuk menyambangi Gontor Putri 1 pada hari Ahad (9/11).

“Kita meneladani pengorbanan beliau. Membuktikan bahwa wakaf tidak membuat kita bangkrut dan melarat,” ucap Wakil Pengasuh Gontor Putri 1, Ustadz H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. saat sambutan.

Perkumpulan untuk menyambut kedatangan K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. diadakan di aula Kulliyatu-l-Banat selepas Maghrib yang dihadiri oleh dewan guru dan beberapa santri. Selain bersilaturahim, beliau juga turut memberikan tausiyah yang berisi semangat berjuang, perkembangan Islam, Indonesia dan pondok dan harapan-harapan beliau bagi alumni putri.

K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. berbicara di depan guru-guru dan santriwati KMI.
K.H. Kafrawi Ridwan, M.A. berbicara di depan guru-guru dan santriwati KMI.

“Kalian semua adalah kader umat, kader bangsa di masyarakat. Maka janganlah membuang waktu di Gontor. Dibutuhkan kesungguhan dalam belajar,” tutur beliau dengan semangat meski harus duduk karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan.

Acara yang hanya berlangsung satu jam ini memiliki pengaruh besar terhadap jiwa para guru dan santriwati. Tersiram motivasi dan terbakar semangat yang beliau lontarkan untuk menjadi masa depan bangsa yang berkualitas.

Di umurnya yang sudah 86 tahun ini, Ustadz Kafrawi Ridwan masih menantikan lahirnya pemimpin wanita yang lahir dari Gontor Putri. Itu pula yang menjadi salah satu harapan beliau yang belum terealisasikan.datagp1

Ustadz Masyhudi Subari Hadiri Pembukaan Fathul Kutub Kelas 6 Gontor Putri 1

0

MANTINGAN – Dalam rangka memperkenalkan siswi kelas 6 kepada kutub turats dan untuk menguji kemampuan bahasa Arab mereka, KMI Gontor Putri 1 mengadakan kegiatan Fathul Kutub. Kegiatan yang diikuti oleh 558 orang siswi kelas 6 ini dimulai pada hari Sabtu, 8 November 2014 dan berlangsung hingga hari Kamis, 13 November 2014, bertempat di Aula Gontor Putri 1. Santriwati dibagi menjadi 34 kelompok untuk membahas materi Fathul Kutub yang meliputi empat materi pokok dalam kajian agama Islam yaitu: Fiqh, Tafsir, Hadits, dan Aqidah. Di bawah bimbingan dan pengawasan dari asatidz dan asatidzah yang berjumlah 92 orang.

“Di Gontor dikenal dua macam buku, yaitu buku basah dan buku kering. Demikianlah, Fathul Kutub adalah salah satu contoh dari buku basah yang mana merupakan pendidikan yang bersumber dari segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan para santriwati Gontor,” tutur K.H. Masyhudi Subari, M.A. selaku wakil Pimpinan Pondok Modern Gontor dalam pembukaan kegiatan ini.datagp1

Ust. Hamid Fahmi Zarkasyi: Dunia Hadapi Persoalan Syiah

0
Seorang Mahasiswa Bertanya Saat Sesi Pertanyaan
Seorang Mahasiswa Bertanya Saat Sesi Pertanyaan

Gontor 2- sebagai salah satu upaya untuk mencetak mahasiswa yang berwawasan luas, Dewan Mahasiswa Gontor 2 mengadakan bedah buku “Theologi dan Ajaran Syi’ah Menurut Referensi Induknya” dengan menghadirkan narasumber penulis buku tersebut, yaitu Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M. Phil. Tepatnya pada hari Kamis (6/11/2014) malam, di Aula Riyadh Gontor 2.

“Buku Syai’ah yang telah terbit lebih dari 200 judul. Selain itu dakwah yang dilakukan adalah dengan menggunakan novel, bahkan juga menggunakan film. Hampir di seluruh kota di Jawa Barat mempunyai lembaga pendidikan Syi’ah, seperti TK, SD, yayasan anak yatim, dll” tutur pembantu rektor UNIDA tersebut saat memaparkan alasan terbitnya buku tersebut. Beliau  menambahkan bahwasannya saat ini bukan hanya Indonesia yang menghadapi permasalahan Syiah, namun dunia.

Para Mahasiswa Menyimak Penjelasan Dari Ust. Hamid Fahmi Zarkasyi
Para Mahasiswa Menyimak Penjelasan Dari Ust. Hamid Fahmi Zarkasyi

Bedah buku yang  dibawakan oleh pembantu rektor Universitas Darussalam tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa guru Gontor 2 dan siswa akhir KMI Gontor 2. Bertindak sebagai moderator, yaitu Ust. Mukhlas Firmansyah. Antusiasme para peserta dalam mengikuti bedah buku tersebut semakin nampak ketika sesi pertanyaan dibuka, di mana para beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada pemakalah.

Selain acara bedah buku tersebut,  para peserta juga mendapatkan  kesempatan untuk membeli buku – buku yang ditulis oleh Ust. Hamid sendiri dan buku-buku yang diterbitkan oleh INSIST dalam bazar buku yang diadakan bersamaan dengan acara tersebut.

Ust. Hamid Fahmi Zarkasyi Berpose Bersama Ust. Hudaya dan Staff DEMA Gontor 2
Ust. Hamid Fahmi Zarkasyi Berpose Bersama Ust. Hudaya dan Staff DEMA Gontor 2

Ustadz Ahmad Hidayatullah Zarkasyi Sampaikan Khutbah Peringatan 1 Muharam

0

GONTOR – Banyak persamaan yang terjadi antara sejarah Gontor dengan sejarah 1 Muharam. Hal itulah yang menjadi pokok isi sambutan Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. di hadapan seluruh santri, Jumat (24/10) lalu. Beliau menerangkan bahwa nabi dulu berhijrah agar mendapatkan tempat yang lebih baik, agar dakwah Islam tidak terpaku pada satu titik, namun menyebar ke tempat lain. Karena di Madinah, dukungan masyarakat sangat tinggi.

Begitu pula dengan Gontor, dahulu Gontor juga berhijrah. Namun, hijrah yang dilakukan oleh Gontor tidak hanya bersifat jasadiyah, namun juga ruhiyah. Hijrah dari Gontor lama ke Gontor yang kini telah menjadi besar. Hijrah pemikiran, hijrah pergerakan hingga hijrah pendidikan.

Sambutan tersebut menjadi awal dari acara peringatan 1 Muharam di Pondok Modern Darussalam Gontor. Para santri menyimak dengan seksama, penting bagi mereka pemahaman tentang hari besar ini. Itu akan menjadi modal bagi para santri ketika terjun ke masyarakat nanti.

Acara ini diadakan rutin setiap tahunnya. Karena 1 Muharam adalah tanggal yang sangat bersejarah bagi umat Islam. Banyak pelajaran yang bisa diambil, direnungi dan ditelaah. Hari di mana Islam bangkit dari titik keterpurukan. Hari hijrahnya nabi Muhammad SAW  ke Madinah. Aa_Rum

Pimpinan PMDG Hadiri Acara Wisuda Akbar Pondok Pesantren Darul Qur’an

0
Pimpinan PMDG Hadiri Acara Wisuda Akbar Darul Qur'an 2
K.H. Hasan Abdullah Sahal saat menghadiri acara Wisuda Akbar di Glora Bung Karno Jakarta

JAKARTA–Pondok Pesantren Darul Qur’an menggelar acara Wisuda Akbar One Day One Juz pada Sabtu lalu, (25/10/2014) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal turut menghadiri acara tersebut.

Acara yang berlangsung sangat meriah dan khidmat ini dihadiri oleh beberapa tokoh dan tamu undangan dari berbagai negara di dunia, antaralain; syaikh ‘Adil al-Kalbany imam masjidil haram, syaikh DR. Abdul Karim, guru syaikh Mahir al-Mu’aqly, Sudan, syaikh Walid al-Shamsam, imam masjid Qiblatain dan Quba, syaikh DR. Abdullah Ghoilan, perwakilan Organisasi Tahfidz Internasional, syaikh Ibrahim, Madinah, syaikh Amir, Madinah, syaikh DR. Khalid Barokat, Pakar Qiroat ‘Asyaroh, Lebanon, syaikh Thoha, Pembimbing Halaqoh Qur’an di Masjid Nabawi, syaikh DR. Abu Aiman dan syaikh DR. Sholeh Musa, Pengajar Ma’had ‘Aly ar-Royah, syaikh DR. Mahir, Dosen Universitas Imam Syafi’i, Cianjur, Prof. DR. Dien Syamsuddin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Kyai Mustofa, Pendekar se-Jawa Timur, serta 3 orang utusan santri Gaza.

Selain kedatangan para tokoh dan tamu undangan, acara juga dimerihakan dengan beberapa penampilan, diantaranya; Penampilan OPICK, Penampilan santri dan santriwati Ponpes Darul Qur’an, dan Pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh beberapa syaikh. ikami86

Melatih Jiwa Sportif dan Kompetitif di KMI Prima

0
Salah Satu Angkatan Teraktif di KMI Prima
Salah Satu Angkatan Teraktif di KMI Prima

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 dengan seluruh kegiatannya yang begitu padat, sangat menyita perhatian santri dan guru secara fisik dan juga waktu, maka demi terlaksananya rancangan program pendidikan dan pengajaran sudah saatnya santriwati dipusatkan pada pelajaran diantara usaha adalah dengan diadakannya KMI Prima pada awal tahun ini. KMI Prima dilaksanakan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada jumat (24/10) yaitu penyeleksian di setiap kelas dan babak final antar kelas pada gelombang kedua yang dilaksanakan pada jumat (31/10), yang bertempat di depan gedung Damaskus, Madinah, Granada, Koperasi Pelajar dan Bapenta. Adapun peserta KMI Prima dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 yang terdiri dari 10 materi pelajaran. KMI Prima diselaraskan dengan tema besar Menjadi Gontor Putri An-Namudzaji dan dikemas di kelas dengan sasaran “Peningkatan Jiwa Kompetitif dan Selera Belajar di Setiap Level Kelas”, dengan demikian diharapkan akan terjadi peningkatan nilai di masing-asing individu dan kelas dan setaranya di Pondok secara keseluruhan. Acara diakhiri dengan penyerahan piala bergilir kepada pemenang dan sertifikat kepada seluruh peserta lomba disetiap angakatan kelas. Carienz

Wujudkan Figur Muslimah Pramuka yang Bertalenta

0

Berlandaskan keinginan kuat dalam pengembangan pribadi pramuka yang berjiwa kompetitif dan melahirkan muslimah berkualitas serta berprestasi sebagai langkah awal dalam pembentukan santriwati yang elite, Gontor Putri 2 bermaksud mengadakan acara ini sebagai medan pencarian bakat dan potensi.

Kamis (30/11) diadakannya perlombaan Duta Gugus Depan ini, sebagai sarana untuk menggali potensi dan bakat anggota muda Darussalam. Pada Babak final ini diikuti oleh 10 peserta dari penggalang yang bertempat di depan Gedung Granada dan 10 peserta dari penegak yang bertempat di Depan Gedung Madinah. Dan lahirlah juara dari penggalang yaitu Salsabila Z

ahira (3C/09-198), Pricilya (3B/09-196) dan Firda Tasmia (3B/09-196). Adapun juara dari penegak yaitu Diva Rafifah (4B/09-196), Adinda Novita (4C/09-198) dan Mufida Zulfania (3IntB/09-202).

Masih banyak keunggulan, potensi dan juga bakat yang belum tersalurkan bahkan masih tersembunyi dalam diri anggota muda Darussalam ini. Maka kami berharap dengan kegiatan ini, mereka dapat mengembangkan dan menyalurkan bakat serta potensi yang dimiliki. Agar dapat memunculkan kader-kader santriwati sholihah yang berprestasi. Carienz

Acara dibuka oleh Al-Ustadz Suwarno TM, S.Ag
Acara dibuka oleh Al-Ustadz Suwarno TM, S.Ag
Pada babak Show Your Talent, para peserta diharuskan untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh juri.
Pada babak Show Your Talent, para peserta diharuskan untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh juri.
Inilah para peserta dari penggalang dan penegak
Inilah para peserta dari penggalang dan penegak

Perbeda lantik 3 Pendekar Muda

0
Para Siswa Membaca Ikrar PERBEDA
Para Siswa Membaca Ikrar PERBEDA

Kampung Damai- Jum’at (24/10/2014) menjadi hari yang istimewa bagi segenap anggota Persatuan Bela Diri Darussalam (PERBEDA) Gontor 2.  Pada hari tersebut mereka melaksanakan Pelantikan Kenaikan Tingkat Siswa Persatuan Bela Diri Darussalam  Wilayah Gontor 2. Diawali kenaikan tingkat dari kader utama ke pendekar muda yang disematkan oleh Ust. Musthafa Adnan selaku pendekar besar kepada Ust. H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag, Ust. H. Zaini Hasan, dan Ust. Drs. H. Harianto Abdul Jalal (wakil pengasuh Gontor 3 Darul Ma’rifat) yang bertempat di Aula Riyadh Gontor 2.

“Olahraga seni bela diri penting sekali. Karena kita memiliki ajaran bahwa akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat, yang prima.  Perasaan, emosi, batin dan lainnya juga butuh fisik yang sehat. Karena kita fisik kita tidak sehat, sulit rasanya kita ini mengemban amanah perjuangan. Dan perjuangan kita adalah dalam dunia pendidikan”, tutur Ust. H. Hudaya, Lc. M.Ag dalam amanat yang disampaikan pada upacara pelantikan pendekar tersebut.

Suasana Upacara Kenaikan Tingkat
Suasana Upacara Kenaikan Tingkat

Acara tersebut dilanjutkan dengan kenaikan tingkat sejumlah siswa PERBEDA yang tidak lain adalah para santri KMI Gontor 2. Tercatat hingga saat ini siswa seni dari Seni Bela Diri Gontor tersebut berjumlah 159 siswa dan 27 guru.

Kenaikan tingkat bagi para siswa dilaksanakan usai mereka dinyatakan lulus dari ujian yang dilaksanakan oleh para pelatih dari dewan guru dibantu dengan asisten pelatih dari kelas 6. Ujian-ujian tersebut antara lain adalah praktek jurus dasar, kuda-kuda, lompat harimau, fighting, dan lainnya.

Keluarga Besar PERBEDA Gontor 2 Berpose Bersama
Keluarga Besar PERBEDA Gontor 2 Berpose Bersama di Depan Masjid Jami’ Gontor 2