Mantingan – Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan acara Pemilihan Ketua Rayon di asrama masing-masing pada Selasa (2/5/23) pagi. Kepengurusan rayon merupakan salah satu organisasi yang ada di bawah koordinasi Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka (KGGP). Acara ini diadakan untuk melatih jiwa kepemimpinan santriyah kelas 5 dalam berorganisasi, juga agar setiap individu pengurus siap untuk dipimpin dan memimpin.
Hadir bersama para santriyah dalam acara ini para ustadz dan ustadzah pembimbing rayon yang bertanggungjawab dalam pembinaan para santriyah.
Suasana Perhitungan suara voting
Pembacaan dan pemanggilan nama-nama kandidat ketua rayon yang terdiri dari seluruh pengurus rayon dari kelas lima mengawali acara. Dengan ini, para santriyah dapat mengenal secara jelas siapakah kandidat ketua rayon yang akan dipilih. Para santriyah akan memilih dua nama saja dari kandidat-kandidat yang telah disebutkan. Usai pemungutan suara, ustadzah pembimbing akan bermusyawarah untuk memilih dua nama dengan suara terbanyak untuk menjadi ketua 1 dan 2 di rayon tersebut.
Pemanggilan Kandidat ketua Rayon
Pondok Modern Darussalam Gontor selalu berupaya dalam mendidik para santriyah dengan berbagai macam kegiatan. Seluruh kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan media pendidikan yang bernilai bagi kehidupan orang-orang yang tekun dan beristiqomah di dalamnya. Dengan pendidikan organisasi yang ada di pondok, para santriyah bisa mendapatkan banyak pengalaman yang akan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
DARUSSALAM- Jum’at (26/5), Lomba Vocal Group atau Volk Song antar rayon merupakan ajang perlombaan bergengsi bagi santri di Darussalam Gontor. Pasalnya kegiatan ini, ajang unjuk kreavitas dan seni baik dalam bernyayi, menciptakan lagu serta unjuk kebersamaan antar rayon.
Lomba Vocal Group ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada Jum’at (26/5). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal
Dengan adanya Vocal Group antar rayon santri bertujuan untuk menanamkan mental dan menguatkan daya kreatif dan daya dorong mereka untuk terus meningkatkan diri dalam mewujudkan mukmin muslim yang berbudi tinggi berbadan sehat dan berpengetahuan luas.
Al-Ustadz Hendri Setyo Wibowo, M.H. secara seremonial membuka lomba Vocal Group antar rayon 2023.
”Tak ada sedetik pun waktu yang terlewati di pondok ini kecuali dengan pendidikan. Vocal Group bukan hanya menampilkan paduan suara ataupun hiburan semata melainkan ini semua merupakan pendidikan mental. Mental untuk berani tampil di depan bagi para anggota dan mental untuk bertanggung jawab bagi pengurus rayon atas anggotanya. Vocal group menciptakan persatuan dan kebersamaan, dan ini semua diajarkan oleh Gontor.”Ujar Al-ustadz Hendri setyo Wibowo, M.H dalam sambutannya di awal acara.
Uniknya lomba Vocal Group antar rayon merupakan kepanitiaan pertama bagi santri kelas 3 Int dan kelas 4. Dengan dibimbing para asatidz dan Staf Pengasuhan Santri, seluruh panitia berantusias penuh untuk menyukseskan acara. Semangat mereka diperlihatkan mereka ketika menampilkan sebuah hiburan sebelum pembacaan pemenang oleh Dewan Juri.
Penyerahan piala dari dewan juri kepada rayon pemenang lomba.
Berikut adalah nama-nama rayon pemenang Lomba Vocal Group 1444-2023 :
Kategori
Nominasi
Pemenang
Rayon Sighor
Juara 1
Syiria Lt. 3
Juara 2
Aligarh Lt. 2
Juara 3
Saudi 1 Lt. 2
Rayon Kibar
Juara 1
Nin-Xia
Juara 2
Saudi 3 Lt. 1
Juara 3
Syanggit
Lain-lain
Nominasi
Pemenang
Juara Favorit
Aligarh Lt. 1
Juara Umum
aligarh Lt. 2
(Berita: Ridzky, Foto: Chauza, Editor: Mahadi, Review: Riza Ashari).
DARUSSALAM- Dampak dari pandemi Covid-19 juga turut dirasakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor(PMDG). Beberapa tahun terakhir, PMDG secara resmi tidak menerima kunjungan tamu dari luar pondok karena alasan protokol kesehatan yang berlaku. Bahkan, wali santri pun tidak diizinkan untuk masuk ke area pondok walau hanya sekedar untuk menjenguk atau mengantar para santri.
Akan tetapi, baru-baru ini atau tepatnya pada Rabu(3/5) Pimpinan PMDG secara resmi mengeluarkan maklumat tertulis tentang diperbolehkannya kunjungan ke dalam kawasan PMDG. Maklumat tersebut diumumkan langsung oleh Pimpinan PMDG kepada seluruh bapak guru KMI secara langsung, serta disebar luaskan melalui akun sosial media resmi milik pondok.
Parkiran gedung satelit yang mulai dipadati oleh kendaraan para tamu.
Alhasil, maklumat tersebut disambut dengan antusias oleh para wali santri, sehingga kini PMDG dipadati oleh puluhan bahkan ratusan wali santri yang ingin melepas rindu dengan putra-putranya. Gedung satelit sebagai pusat berkumpulnya para tamu yang beberapa tahun terakhir terkesan sepi, kini mulai kembali ramai dengan suara canda tawa dan senyuman serta pelukan hangat yang diberikan orang tua kepada anaknya.
Selain wali santri, beberapa yayasan pendidikan kini mulai giat mengunjungi PMDG untuk melihat dan mencermati suasana pendidikan yang tengah berlangsung, untuk nantinya diaplikasikan di lembaganya masing-masing. Tak hanya itu, beberapa unit usaha pondok juga turut menjadi sorotan, karena sistem ekonomi proteksinya yang jarang ditemui di tempat lain.
Resepsionis tamu yang tengah menerima kunjungan tamu.
Hal ini merupakan langkah yang baik bagi PMDG untuk meneruskan eksistensinya,dan menunjukkan kepada dunia bahwa pondok tidak pernah tidur, pondok tidak akan pernah mati selama-lamanya. Dukungan serta do’a senantiasa menyertai PMDG, agar selalu berada dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam perjalanannya menuju umur yang ke-100 tahun. Allahumma Amin
(Berita: Mahadi, Foto: Ibad, Review: Riza Ashari).
MANTINGAN – Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan Pembukaan Latihan Baris-Berbaris Antarkonsulat di Lapangan Hijau Auditorium pada Senin (22/5/2023) guna menyambut Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy pada bulan Juni mendatang.
Baris-berbaris antarkonsulat telah menjadi kegiatan inti dalam pelaksanaan Apel Tahunan di Gontor. Maka dari itu, perlu adanya kerja keras serta latihan yang optimal demi kesuksesan acara pada hari-H Apel Tahunan nanti.
Seluruh santriyah dari 38 konsulat di Gontor Putri Kampus 1 yang selanjutnya terbagi dalam 53 barisan telah bersiap di tempatnya masing-masing dengan komando dari ketua konsulat. Setiap barisan terdiri dari maksimal 60 santriyah, sehingga terdapat beberapa konsulat dengan jumlah besar yang terbagi menjadi lebih dari satu barisan, seperti konsulat DKI Jakarta, Bogor, Bekasi, Kalimantan, dan beberapa konsulat lainnya.
Adapun para calon pasukan pengibar bendera dengan jumlah keseluruhan 135 santriyah turut memberikan contoh gerakan baris-berbaris di hadapan khalayak dengan langkah kaki tegap dan sejajar yang diiringi irama musik ojrot atau tanjidor khas Betawi yang unik nan klasik.
“Ini kurikulum pondok, sehingga semuanya akan belajar bagaimana kedisiplinan, ketepatan, kekuatan, kerapian, kekompakan, kebersamaan, fokus, dan konsentrasi,” ujar Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc., M.Ag. dalam pidatonya yang sekaligus membuka acara pada siang hari tersebut.
Seperti halnya syi’ar Pondok Modern Darussalam Gontor yang masyhur, bahwasanya seluruh gerakan hingga suara apapun yang dilihat serta didengar oleh para santrinya merupakan bagian dari aspek-aspek pendidikan yang ada di Gontor.
Maka, pendidikan di Gontor tak hanya sekedar pembelajaran di dalam kelas, namun seluruh kurikulum yang ada di luar itu, seperti latihan baris-berbaris juga merupakan pendidikan mental dan karakter yang dapat membentuk pribadi seorang santriyah yang disiplin dan tangguh.
KARANGBANYU – Gontor sebagai lembaga Pendidikan, mendidik santriwati memiliki mentalitas yang luar biasa yang berstandar internasional, universal. Salah satunya dalam berorganisasi yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu pada Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP).
Nilai-nilai pendidikan sudah semua nya diajarkan di Gontor. Dan tepat pada hari Selasa (23/05) malam diadakan Reshuffle atau reformasi pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka yang bertempatan di Auditorium. Yaitu pergantian pengurus OPPM dan Koordiantor Gerakan Pramuka antara bagian yang satu dengan yang lainnya oleh siswi akhir KMI. Sebanyak 3 orang dibebastugaskan dari kepengurusan OPPM dan KGP, 6 orang mutasi ke bagian lain, dan 33 orang diangakat menjadi pengurus baru, adapun beberapa santriwati kelas 5 KMI yang dikaderisasikan menjadi bagian pengurus OPPM. Maka jumlah penguruh OPPM setelah reshuffle adalah 166 orang. Dan jumlah pengurus Koordinator Gerakaan Pramuka setelah reshuffle adalah 40 orang.
Acara Ini dihadiri oleh asatidz guru senior dan seluruh ustadzah pembimbing bagian OPPM. Yang kemudian diberi sambutan nasehat serta arahan dari Bapak wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz H.Muhammad Badrun Syahir, M.A. pada sambutan beliau mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memberi kepercayaan kepada santriwati, mampu mencoba menjalankan amanah yang diberikan sehingga mampu memahaminya dengan maksimal. Semua itu hanya untuk melatih santriwati dalam beroganisasi. Waf-Azz.
KARANGBANYU – Pekan Perkenalan Khutbatu-l ‘Arsy (PKA) merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran. Pelaksanaannya menjadi vital karena sebagai upaya pengenalan nilai, jiwa, dan filsafat pondok kepada santriwati baru serta penyegaran kembali untuk santriwati lama dan guru.
PKA terdiri dari banyak kegiatan, di antara yang paling krusial adalah gelaran Apel Tahunan. Tingkat urgensinya yang tinggi mensyaratkan persiapan yang matang. Sebagai ikhtiar untuk memantau kadar kesiapan, panitia PKA mengadakan rapat koordinasi (rakor) yang kedua kalinya.
Rakor pertama dilaksanakan pada Rabu (10/5) malam bertempat di teras masjid Khadijah. Pada kesempatan tersebut, panitia menyimak paparan evaluasi pelaksanaan Apel Tahunan tahun lalu serta beberapa tanggapan dan arahan dari asatidz senior. Dilanjutkan dengan berkumpul sesama bagian untuk menyusun anggaran, gagasan dan proker dengan mempertimbangkan catatan evaluasi dan arahan.
Rakor kedua diselenggarakan pada Senin malam (22/5). Di tempat yang sama, tiap bagian melaporkan hasil kerjanya di hadapan para guru senior pembimbing. Rancangan baliho, formasi atraksi, kostum, sarana tamu, kondisi kesehatan santriwati, kesiapan konsumsi, dan masih banyak lagi hal lainnya dibahas dan didiskusikan mendetail. Lizanast
KARANGBANYU – Bulan Syawal telah berakhir, purna pula masa tugas Panitia Bulan Syawal (PBS). Amanat pengelolaan beberapa ihwal dikembalikan kepada Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM).
Sebelum secara resmi amanat diserahkan kembali kepada OPPM, PBS melaporkan hasil kinerjanya. Hal ini merupakan cara pondok untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada para santriwati, khususnya para pengurus.
Acara Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PBS diselenggarakan selama dua hari. Dimulai pada Sabtu malam (20/5), diakhiri dengan ritual perpindahan tempat pada hari Ahad malam (21/5). Bertempat di auditorium, setiap bagian di PBS membacakan catatan program kerja yang terlaksana dan sirkulasi keuangan.
Senin (22/5), Usai LPJ, acara dilanjutkan dengan menyimak pembacaan Ketetapan Musyawarah Kerja (Muker) yang dipaparkan oleh para ketua bagian di OPPM. Seyarika
DARUSSALAM- Bulan Syawwal dikenal sebagai bulan yang penuh kegiatan dan kesibukan di Pondok Modern Darussalam (PMDG). Pasalnya, para santri maupun guru sibuk mempersiapkan banyak sekali acara yang merupakan bagian dari rentetan agenda pekan perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy.
Seluruh santri tanpa terkecuali memiliki kesibukan yang berbeda-beda, ada yang berlatih untuk mempersiapkan penampilan pada acara, dan ada pula yang bekerja di balik layar untuk mempersiapkan properti-properti acara atau kebutuhan lainnya. Tiap-tiap panitia dan peserta acara saling bahu-membahu mempersiapkan acara mereka agar bisa mempertunjukkan hasil yang terbaik.
Peserta penampilan “Bhineka Tunggal Ika” tengah berlatih mempersiapkan tari-tarian yang akan ditampilkan pada apel tahunan.
Padatnya agenda yang melibatkan santri seperti Panggung Gembira, Drama Arena, PORSENI, dan agenda lainnya membutuhkan tenaga dan fokus ekstra yang menjadikan para santri sangat sibuk. Bahkan tak jarang ada santri yang memiliki lebih dari satu kesibukan dalam satu waktu.
Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan para santri untuk meninggalkan kegiatan belajar yang memang adalah kewajiban mereka. Seluruh santri tetap harus masuk kelas dan mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Peraturan dan disiplin yang berjalan di pondok juga tetap berjalan normal, layaknya hari-hari lainnya.
Selain berlatih tari-tarian ada pula santri yang tengah berlatih baris-berbaris dengan konsulatnya.
Banyaknya kegiatan yang dihadapkan kepada para santri bukanlah tanpa alasan, PMDG ingin para santri fokus mempersiapkan acara-acara tersebut, sehingga mereka disibukkan dengan hal positif dan melupakan hal-hal di luar pondok yang dapat mengganggu niat mereka menuntut ilmu di PMDG.
Pasalnya, waktu kosong justru akan merusak dan membahayakan para santri. Mereka yang tidak memiliki kesibukan dan hanya berpangku tangan saja cenderung lebih sering merasa bosan dan tidak betah berada di pondok sehingga akhirnya memutuskan untuk pulang di pertengahan jalan.
Maka padatnya acara yang ada di PMDG bukan bertujuan untuk mengganggu proses belajar santri, namun justru membuat santri lebih semangat lagi menuntut ilmu di PMDG. Demikianlah PMDG memiliki cara tersendiri yang unik dalam mendidik para santrinya.
PMDG tidak hanya memprioritaskan pendidikan di dalam kelas saja, namun di luar kelas juga. Sebab pendidikan yang ada di PMDG bukan sekedar pelajaran yang disampaikan oleh guru, bahkan justru pendidikan yang ada di luar kelas jauh lebih banyak lagi. Segala sesuatu yang dilihat santri, didengar santri, dan dirasakan santri merupakan bagian dari pendidikan yang ada di PMDG.
(Berita: Mahadi, Foto: Chauza, Review: Riza Ashari).
DARUSSALAM- Laporan Pertanggungjawaban(LPJ) dan Serah terima amanat dari Panitia bulan Syawwal (PBS) ke Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM)merupakan sebuah pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada ahad (21/5) malam.
Acara ini dihadiri oleh seluruh santri, asatidz dan juga bapak pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Selama berjalannya acara, para hadirin sangat antusias menyaksikan serah terima amanat ini sehingga suasananya khidmah dan berjalan lancar hingga usai.
Pembacaan Laporan Pertanggungjawaban(LPJ) dari Ketua Panitia Bulan Syawwal.
Santri PMDG sebagai calon pemimpin harus memiliki wawasan dan pengetahuan luas tentang keorganisasian. Maka Dengan adanya serah terima amanat dari Panitia Bulan Syawwal ke Organisasi Pelajar Pondok Modern ini diharapkan para santri semakin mamahami istilah “siap dipimpin dan siap memimpin.” Sehingga mereka bisa maksimal berkhidmah ketika sudah terjun dimasyarakat kelak.
Pesan dan nasehat dari Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal.
“Digontor itu diajarkan praktek dulu, baru teori. Karena terkadang teori itu tidak sama dengan prakteknya. Maka mereka yang belum pernah berorganisasi langsung kita ajarkan prakteknya sehingga mereka bisa menyimpulkan teorinya sendiri.” Ujar KH. Amal Fathullah Zarkasyi dalam pidatonya.
Acara diselenggarakan pada pukul 20.00 sampai dengan pukul 22.50. sedangkan untuk penertiban Aula BPPM dilaksanakan setelah shalat shubuh dengan tepat.
Mantingan – Bagian Kesenian Gontor Putri Kampus 1 menyelenggarakan Perlombaan Pelangi Antarnusa (PAN) di Aula Auditorium tepat pada hari Kamis (18/5/2023) malam. Perlombaan ini merupakan sarana untuk mengeksplorasi dan mengembangkan diri para santriyah, sehingga dapat terbentuk menjadi generasi-generasi yang luhur dan berjiwa besar.
Tersajikan dalam bentuk perlombaan antardaerah yang berlandaskan kepada nilai-nilai Islam, kompetisi ini menunjukkan eksistensinya sebagai wadah untuk meng-upgrade dan memaksimalkan potensi para santriyah. Terciptanya figur wanita Muslimah yang memiliki kepribadian aktif, kreatif, berkarakter, dan sitti-l-kull, serta menggali bakat dan minat santriyah dalam bidang budaya bangsa menjadi sasaran utama terselenggaranya kompetisi ini.
“Yang paling penting, semua kegiatan pendidikan dalam rangka menyiapkan pembangunan peradaban di masa yang akan datang harus berdasarkan nilai-nilai Islam. Inilah identitas kita,”
Mujib Abdurrahman. Lc., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyerukan pentingnya keselarasan antara kultur dan struktur dengan mengaplikasikan semangat nasionalisme dan tetap memegang teguh nilai dan identitas Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Persembahan Tari Jatilan Khas Jawa Timur
Berbagai perlombaan seperti penampilan drama bertajuk “The Legend of Island”, tarian, antardaerah dari seluruh penjuru negeri zamrud khatulistiwa bahkan dari mancanegara menyemarakkan kompetisi ini. Sebelum penampilan drama, setiap daerah juga menampilkan video yang memuat keindahan ragam budaya daerahnya masing-masing. Tak terlewat pula lomba memasak makanan khas antardaerah juga menjadi salah satu pendidikan penting di dalam acara ini.
Pelangi Antarnusa ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. Konsulat Jawa Timur keluar sebagai juara perlombaan drama tahun ini. Adapun peraih juara terbaik video maker yakni konsulat Jawa Barat dan peraih juara terbaik typical food yakni konsulat Luar Negeri.
Rekapitulasi hasil perlombaan adalah sebagai berikut:
Rekapitulasi kejuaraan Drama “The Legend of Island”:
NO
PROVINSI
PEROLEHAN NILAI
PERINGKAT
1
Jawa Timur
1291,3
1
2
Jawa Tengah
1282,5
2
3
Sumatera
1281,8
3
4
Jawa Barat
1272,5
4
5
Kalimantan
1260,9
5
6
Indonesia Timur
1245
6
Rekapitulasi kejuaraan Video Maker :
JUARA TERBAIK SLIDE
JAWA BARAT
JUARA FAVORITE SLIDE
KALIMANTAN
Rekapitulasi kejuaraan Typical Food :
JUARA TERBAIK TYPICAL FOOD
LUAR NEGERI
JUARA FAVORITE TYPICAL FOOD
SUMATERA
Perfotoan Juara beserta juri PAN
Tawa riang para santriyah menyemarakkan acara ini, dengan menggelorakan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” di seantero pondok demi menumbuhkan rasa nasionalisme tanpa menanggalkan identitas sebagai seorang Muslimah menjadi bukti bahwa Gontor mendidik tidak hanya di dalam kelas tetapi juga dalam kehidupan keseharian para santriyah salah satunya di bidang kesenian. Mewujudkan muslimah Indonesia yang luhur dan beridentitas Islam menjadi harapan besar terselenggaranya kompetisi ini.