Banyak rentetan sebelum pelantikan pengurus OPPM dan Koordinator yang baru. Salah satunya adalah pemilihan Ketua Gugus Depan yang dipilih langsung oleh anggota Gugus Depan itu sendiri. Setiap calon ketua Gugus Depan maju ke depan anggota memperkenalkan nama, kelas, dan konsulatnya. Setiap anggota diwajibkan memilih 2 kandidat calon ketua Gugus Depannya mendatang. Pemilihan ini dibimbing oleh MABIGUS setiap Gugus Depan.
Ketua Gugus Depan menjadi sosok yang kuat karena ia sendiri memimpin Gugus Depannya tanpa ada partner yang menemaninya. Ketua Gugus depan menjadi sosok yang disayangi, sosok yang disegani anggota Pramuka karena ketu Gugus Depan yang mengayomi, yang mengatur untuk kemajuan Gugus Depannya. Untuk pemilihan ketua keorganisasian di Pondok Modern Darussalam Gontor menggunakan sistem demokrasi terpimpin. Setiap anggota Gugus Depan memilih ketuanya dengan harapan akan memberikan banyak perubahan, dan dapat berkontribusi banyak terhadap kemajuan Gugus Depan.
Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik santrinya dengan menerapkan sistem kaderisasi dalam kepemimpinan, sebagaimana yang telah tercantum dalam Panca Jangka yang kedua. Dan untuk mengimplementasikan falsafah Gontor yang berbunyi “Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti”. Maka Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan Pemilihan Utusan Konsulat, Utusan Gugus Depan dan Ketua Gugus Depan. (Rabu 16/11) lalu.
Pemilihan yang diadakan di Gontor berbeda dengan pemilihan di luar. Karena Gontor menggunakan sistem demokrasi terpimpin yakni demokrasi yang bersistim pesantren yang mana setiap orang berhak memberikan suaranya dan yang terpilih tetap akan dimusyawarahkan kembali dengan persetujuan dan keputusan Bapak Wakil Pengasuh. Dari sinilah, Gontor mengajarkan kepada santrinya untuk memilih pemimpin yang baik dan menjadi pemimpin yang baik. “Siap memimpin dan siap dipimpin”. Meskipun santriwati, tapi pendidikan kepemimpinan juga merupakan hal yang penting agar kelak dapat memimpin dan membimbing anak serta golongannya.
Suasana pemilihan utusan konsulat
Kegiatan ini diawali dengan pengarahan oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Moh Alwi Yusron, M.A yang bertempat di Masjid Baitul Abbas Thalib tepat pada pukul 09.00 WIB. Kemudian santriwati berkumpul dengan konsulatnya masing-masing ditempat yang telah ditentukan oleh panitia. Dalam pemilihan tiap-tiap konsulat ini, setiap santriwati memilih 2 calon kandidat dari santriwati kelas 5 kemudian 3 orang peraih suara terbanyaklah yang akan menjadi utusan konsulat.
Sedangkan pemilihan utusan Gugus Depan diadakan pada siang hari, bertempat di zona yang telah ditentukan oleh panitia. Cara pemilihannya pun sama setiap anggota Gugus Depan memilih dua calon sebagai kandidat ketua Koordinator Gerakan Pramuka. Setelah terpilih utusan dari setiap Gugus Depan maka kandidat tersebut akan dipilih kembali hingga tersisa 10 orang yang nantinya akan berdialog yang akan dipilih kembali oleh seluruh santriwati kelas 5, para pembimbing dan juga para asatidz.
Suasana pemilihan utusan Gugus Depan
Tujuan diadakannya pergantian pengurus adalah untuk melanjutkan estafet kepengurusan organisasi dari santriwati kelas 6 kepada santriwati kelas 5.
Mantingan-Pondok Modern Darussalam Gontor tidak pernah berhenti dalam melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan intelektual para santri, melalui ekstrakurikuler maupun pelatihan-pelatihan seperti seminar. Pada hari Rabu (9/11) Bagian Pertamanan OPPM mengadakan Seminar pertamanan yang diadakan di Aula Saudi.
Acara ini diikuti oleh santri dari kelas satu hingga kelas enam Kulliyatul Mu’allimi Al-Islamiyah (KMI) dan dihadiri oleh Al- Ustadzah Mahmudah Hamawi, S.P.M.P. Dosen Universitas Darussalam Program Studi Agroteknologi sebagai pemateri utam dalam seminar tersebut. Seminar ini dimulai dengan pemberian materi mengenai tumbuhan, cara menanamnya dan penyemaiannya, yang kemudian para santri mempraktikkanya langsung ketika seminar berlangsung. Semua santri antusias dalam mengikuti seminar tersebut terutama ketika praktikum dalam penyemaian tanaman dengan berbagai cara, seperti tunas dan cangkok.
Diadakannya seminar ini diharapkan menjadi ajang untuk memperluas wawasan santri dalam bidang pertamanan. Dan agar para santri dapat menyaksikan langsung wujud kekuasaan Allah dalam mempelajari ilmu seputar tumbuhan.
Mantingan – Bagian Penanggungjawab Olahraga Gontor Putri Kampus 1 telah resmi melaksanakan acara Gontor Cup yang telah berlangsung selama sepekan dimulai pada hari Jum’at (21/10/2022) dan berakhir pada hari Jum’at (28/10/2022). Gontor Cup merupakan salah satu rentetan acara yang diadakan setelah perpulangan awal tahun yang meliputi segala kegiatan yang berhubungan dengan olahraga.
Tujuan daripada kegiatan ini ialah sebagai sarana pendidikan bagi santriyah dalam meningkatkan minat dan daya tarik terhadap olahraga, menumbuhkan serta mengembangkan talenta para santriyah Darussalam. Adapun Gontor Cup tahun ini bertemakan “Menjunjung tinggi nilai islami bermental tangguh dan berbadan sehat.”
“Berbadan sehat” merupakan syiar pondok yang kedua. Salah satu cara terampuh dalam menjaga kesehatan ialah dengan berolahraga. Karena dengan berolahraga menjadikan santriyah sehat, baik sehat secara jasmani maupun rohani. Jika tubuh sehat maka aktifitas menjadi lancar, jiwapun akan sehat dan pikiran menjadi jernih. Hal ini, sesuai dengan syiar yang tak luput untuk diingatkan. “الْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِيْ الْجِسْمِ السَّلِيْمِ” (Akal yang sehat terdapat dalam jiwa yang sehat).
Penutupan Gontor Cup ini dihadiri oleh Al-Ustadz Achmad Fajaruddin, M.A, para penanggungjawab bagian olahraga, bagian olahraga, serta seluruh peserta dari kelompok olahraga. Dengan rentetan kelompok sebagai berikut: klub volley, klub basket, klub tenis meja, klub aerobic, klub kasti dan klub bulu tangkis. Kegiatan ini diakhiri dengan kejuaraan yang diraih oleh club kasti sebagai juara favorit dalam acara Penutupan Gontor Cup.
“Menyenangkan dan tidak membosankan selama mengikuti kegiatan ini serta menambah wawasan terkait manfaat dalam berolahraga”, ujar salah satu peserta klub olahraga. Berakhirnya kegiatan ini diharapkan tetap dapat menambah kesemangatan dan keminatan santriyah dalam mengikuti semua kegiatan yang ada di pondok ini, khususnya di bidang olahraga. Qisthi
DARUSSALAM- Pada hari Jum’at (18/11) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar perlombaan Vocal GroupAntar Rayon. Perlombaan ini diikuti oleh anggota dari seluruh rayon di Darussalam yang totalnya berjumlah 21 rayon. Vocal GroupAntar Rayon sendiri merupakan salah satu dari banyaknya acara yang berada di bawah kepanitiaan siswa kelas 3 Intensif dan Kelas 4 KMI.
Acara yang diadakan di BPPM itu dimulai pada pukul 07.30 WIB, ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan secara seremonial oleh Al-Ustadz H. Husni Dzahaby, Lc. mewakili Pimpinan PMDG. “Bukan sekedar bernyanyi, tapi kebersamaan, kreativitas, dan hal-hal lainnya diperlukan dalam perlombaan ini,” ujar beliau dalam sambutannya seraya membuka acara.
Masing-masing rayon secara bergantian menyuguhkan penampilan terbaik yang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari kepada para hadirin. Kekompakan para anggota rayon serta didukung oleh kreativitas para pengurus sangatlah penting dan berpengaruh terhadap hasil yang akan didapatkan dalam perlombaan tersebut. Hal inilah yang membuat acara ini lebih dari sekedar lomba, dan menjadikannya sarat akan nilai-nilai pendidikan.
Penampilan dari rayon-rayon se-Darussalam pada Vocal Group Antar Rayon.
Setelah menyaksikan persembahan dari seluruh rayon yang ada, dewan juri kemudian mengumumkan hasil penilaian yang telah didiskusikan di hadapan seluruh peserta pada sore harinya. Adapun hasil penilaian dari juri Vocal Group Antar Rayon adalah sebagai berikut:
Kategori
Nominasi
Pemenang
Rayon Shighar
Juara 1
Indonesia 3
Juara 2
Indonesia 2
Juara 3
Syiria Lantai 3
Rayon Kibar
Juara 1
Nin-Xia
Juara 2
Saudi 3 Lantai 2
Juara 3
Aligarh Lantai 1
Lain-lain:
Nominasi
Pemenang
Juara Umum
Indonesia 3
Lagu Terbaik
Darul Hijroh
Musikus Terbaik
Sholihin
Koreografi Terbaik
Aligarh Lantai 2
Properti Terbaik
Indonesia 4
Pembacaan hasil perolehan nilai oleh dewan juri.
Dengan diselenggarakannya perlombaan Vocal Group Antar Rayon, besar harapannya kepada para santri agar selalu mampu menumbuhkan kreativitas mereka di bidang seni, khususnya seni musik, serta dapat memupuk kebersamaan yang lebih kuat lagi erat di antara mereka.
(Berita: Mahadi, Foto: Qoid, Editor: Husain, Review: Riza Ashari).
MANTINGAN – Penanggung Jawab Multimedia Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 menggelar Photography Workshop (Seminar Fotografi) bersama salah seorang fotografer profesional Wildan Hamdani di Aula Kulliyyatu-l-Banat pada hari Rabu-Kamis (9-10/11/2022) silam.
Seminar Fotografi ini merupakan salah satu sarana pengembangan bakat santriyah di Gontor Putri Kampus 1, terkhusus dalam segi digital intelektual. Seminar ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk dapat belajar lebih dalam mengenai dunia fotografi secara langsung kepada seorang ahli di bidang tersebut, salah satunya Wildan Hamdani.
Wildan Hamdani ialah alumni PMDG tahun 2013 yang telah menekuni pemotretan semenjak dirinya menjadi pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) di Gontor. Bakat fotografi yang diperolehnya dari Gontor ini pun menjadi bekal utamanya untuk terus berkiprah di bidang tersebut.
Maka pada tahun 2018, ia pun memulai karirnya sebagai professional photographer, dan kini telah sukses mendirikan sebuah industri fotografi pernikahan (Wedding Photography) yang berbasis di Jakarta. Bahkan tak jarang sejumlah publik figur serta beberapa perusahaan internasional ternama yang telah menjalin kerja sama dengan industri fotografinya.
Dari pihak Gontor Putri 1, hadir pula Al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd. selaku Pembimbing Bagian Multimedia turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada pembicara atas kedatangan dan kesediannya mengisi seminar tersebut.
“Santri itu bukan hanya bisa mengaji, dakwah itu bukan hanya melalui bicara saja, pidato saja, di mimbar saja. Tapi pada zaman sekarang, dakwah itu bisa melalui media” ujar Al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd. dalam sambutannya. Beliau begitu menekankan akan pentingnya memahami teknologi serta penerapannya, terutama sebagai sarana dakwah.
Di sisi lain, para peserta seminar yang berjumlah 180 orang terdiri dari para ustadzah dan beberapa santriyah dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 terlihat begitu antusias menyimak pemaparan teori dan teknik fotografi oleh pembicara.
Seluruh peserta kian memberikan respon positif selama berlangsungnya acara, terutama ketika sesi praktek pemotretan di luar ruangan. Mereka nampak begitu terkesan karena memperoleh berbagai ilmu baru mengenai fotografi, seperti dasar-dasar tentang kamera, istilah-istilah dalam pemotretan, pencahayaan, teknik strobist, editing foto, dan masih banyak lagi.
Hasil Pemotretan dengan Teknik Strobist by Wildan Hamdani
Di antaranya ialah Al-Ustadzah Adeyanti Arista sebagai salah satu peserta yang turut menyampaikan kesannya selama mengikuti seminar tersebut. “Dari seminar ini kita belajar bahwa tidak menutup kemungkinan untuk berprofesi di suatu bidang yang mungkin terlihat sulit, asalkan kita betul-betul menekuninya. Jadi kalau sudah punya kamera, maka harus dipelajari juga, bukan hanya asal jepret” ujarnya.
Walaupun banyak istilah asing dalam fotografi yang baru mereka dengar, namun penjelasan yang disampaikan oleh pembicara kian mudah difahami oleh para peserta. Wildan Hamdani dengan pembawaannya yang tenang dan sederhana, dapat membawa suasana serta memotivasi para peserta.
“Jangan berhenti megang kamera, kalau memang serius mau di situ. Do and do, kuncinya cuma istiqomah dalam segala apapun itu” ujar Wildan Hamdani menyampaikan pesan bagi para santriyah dan ustadzah dalam wawancara singkatnya. Istiqomah telah menjadi kekuatan besar yang mengantarkannya hingga dapat berdiri seperti saat ini.
Inilah bukti bahwasanya kiprah seorang santri tidaklah terbatas dalam segi apapun. Wildan Hamdani ialah salah satu dari figur seorang santri yang telah meraih keberhasilan sebagai buah dari ketekunannya. Ketekunan ialah komitmen, komitmen berarti istiqomah. Nilai semacam itulah yang senantiasa hidup dan terus mengalir dalam milieu pendidikan Gontor.
(Mantingan/18-11-2022) Semua yang dilihat dan didengar oleh santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor haruslah mengandung Pendidikan, itulah pengertian tersendiri tentang pendidikan di Pondok kita ini. Karena disini kita diajarkan untuk memberi contoh yang baik sehingga santriwati yang lain pun mengikuti kebiasaan yang baik pula.
Bertepatan pada hari Jum’at,Pondok kita mengadakan Drama Contest yang didalamnya terdapat SOPM Expo, Drama Contest yang ada di Gontor bukanlah seperti drama biasanya, didalam acara ini kita menggunakan bahasa wajib kita yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris yang pastinya mengandung banyak pendidikan yang tersirat didalamnya. Pendidikan dalam drama contest telah dibungkus sangat menarik yakni dengan mengandung hiburan didalamnya, sehingga tidak membuat penonton bosan dengan acara tersebut.
Drama contest adalah kumpulan cerita yang ditampilkan berupa drama, dengan penampilan dari setiap rayonnya, dan penampilan terbaik akan mendapat penghargaan. Dibukanya acara ini dengan pengarahan dari Bapak wakil pengasuh dan ditutup dengan do’a. dalam acara ini terdapat acara lain yakni SOPM Expo, dengan pembuatan stand disetiap bagian OPPM. Dari bagian keuanagan yang menjual berbagai barang hingga bagian olahraga yang menampilkan senam dari club olahraga sendiri. Dengan segala kegiatan di pondok kita ini, sebagai santri sudah kewajiban kita untuk memahami pendidikan disetiap acaranya. (Berita : Emma, Foto : Naura)
Mantingan – Dewan Mahasiswi Gontor Putri Kampus 1 menggelar Malam Puncak Unida Champion (UNICHA) 2023 pada hari Kamis (3/11/2022) silam. UNICHA merupakan kegiatan perlombaan sebagai ajang pemanasan bagi mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 1 dalam persiapan menghadapi Festival Universitas Darussalam (FESDA). Perlombaan dilaksanakan selama sepekan, dimulai dari hari Jum’at sampai Kamis (28/10-3/11/2022).
Kegiatan ini merupakan kali pertama kembali diadakan setelah dua tahun tidak terlaksana karena pandemi. Di dalamnya meliputi perlombaan olahpikir, olahdzikir, olahraga dan olahrasa dengan kategori antarindividu, antarangkatan, antarprogram studi, dan antarfakultas.
Penampilan Musikalisasi Puisi oleh Fakultas Ekonomi dan Manajeman
Turut hadir dalam acara malam puncak, Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, serta segenap asatidz dan seluruh mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 1. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. M.Ag. yang mengingatkan akan tiga tugas seorang mahasiswi guru, yaitu menjadi guru yang teladan dan master, mahasiswi yang aktif dan pintar dan pembantu pondok yang mukhlishah, bersungguh-sungguh dan kreatif.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa dalam menjalankan semua tugas itu diperlukan manajemen hati, pikiran dan waktu yang baik. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan penampilan dari seluruh pemenang yang diselingi dengan pembagian hadiah.
Perfotoan bersama pemenang kategori antarindividu
Tahun ini, Angkatan Virtuous meraih juara umum untuk pemenang kategori antarangkatan dan Fakultas Ushuluddin untuk kategori antarfakultas. Dari pelaksanaan UNICHA ini, diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul serta menjadi ajang warming up bagi seluruh mahasiswi guru Gontor Putri Kampus 1 dalam menghadapi FESDA 1443.
Mantingan – Bagian Peningkatan Bahasa Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mengadakan Final of Queen and Princess of Language pada hari Jum’at (28/10/2022) lalu. Final of Queen of Language digelar di Aula Auditorium sementara Final ofPrincess of Language di Aula Kulliyatu-l-Banaat. Acara ini merupakan ajang pemilihan duta bahasa yang diperuntukkan bagi santriyah guna mengasah jiwa tasabuq fi-l-khair (berlomba-lomba dalam kebaikan) terkhusus dalam segi bahasa.
Turut hadir dalam acara ini, Bapak Wakil Pengasuh dan Bapak Wakil Direktur Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, asatidz, ustadzat dan juga seluruh santriyah. Dalam sambutannya, Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc, M.Ag mengungkapkan:
“اللُّغَةُ هِيَ تَاجُ المـَعْهَدِ”
“Bahasa adalah mahkota pondok”
Selain itu, beliau juga menekankan bahwasanya Bahasa Arab dan Inggris merupakan kunci ilmu pengetahuan dan budaya. Karena Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, maka barang siapa yang belajar Bahasa Arab, mereka adalah orang yang sedang berjihad di jalan Allah SWT. Begitupun dengan Bahasa Inggris yang menjadi kunci pengetahuan dan budaya. Karena Bahasa Inggris merupakan bahasa ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi saat ini.
Acara ditutup meriah dengan pengestafetan mahkota dari Queen and Princess of Language tahun lalu. Tahun ini, Queen of Language diraih oleh Irsya Lillah Putri Sujana (3 Intensif B/Bandung) dan Princess of Language diraih oleh Masnaa Putri Siregar (2B/Palembang). Adapun dengan rekapitulasi kejuaraan, adalah sebagai berikut:
Queen of Language 2023
Nama
Kelas
Konsulat
Juara
Irsya Lillah Putri Sujana
3 Intensif B
Bandung
Juara 1
Ausi Khadijah
4B
Banten
Juara 2
Beauty Kurti Taqiyya
3B
Semarang
Juara 3
Princess of Language 2023
Nama
Kelas
Konsulat
Juara
Masnaa Putri Siregar
2B
Palembang
Juara 1
Aisyah As Salima
2B
Banten
Juara 2
Shofwah Askhiya
2B
Jakarta
Juara 3
Salah satu finalis menyalurkan bakatnya dalam sesi “Show Your Talent”
Alhamdulillah, walaupun di tengah banyaknya kegiatan pondok pekan ini, santriyah tetap antusias dalam mengikuti acara. Terbukti dengan semaraknya para penonton dalam menyambut acara tersebut. Kesemangatan seluruh peserta pun tak kunjung surut, mulai dari seleksi pertama hingga babak final.
Dari diselenggarakannya acara ini, diharapkan dapat memotivasi para santriyah dalam mengimprovisasi bahasa dan juga dapat membentuk pribadi yang kompetitif. Sehingga dapat membangun karakter seorang calon alimah yang intelek dengan mengaplikasikan bahasa mereka dalam kehidupan sehari-hari di pondok maupun di luar kelak.
(Berita: Mila, Foto: Azida, Raya, Editor: Aya, Ghariza)
(Mantingan, 15/11/2022) Dalam rangka meningkatkan wawasan literasi santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor, diadakan seminar Bedah Buku bersama Al-Ustadzah Hasna Amalia Rahmawati.
Penyerahan sertifikat oleh Bapak Wakil Pengasuh
Acara ini disenggelarakan untuk menambah minat santriwati dalam membaca buku juga meningkatkan intelektualitas santriwati kiat-kiat menulis buku. Dalam Seminar ini juga diajarkan kiat-kiat baik dalam penulisan buku.
Meningkatkan kualitas santriwati dalam membaca sangatlah dibutuhkan. Karena minat membaca buku akhir-akhir ini semakin menurun, untuk itulah perlu adanya dorongan-dorongan positif agar kualitas minat membaca santriwati meningkat.
Al-Ustadzah juga membagikan pengalaman hidupnya tentang menjadi seoerang penulis, Dalam sebuah kesuksesan menulis buku harus ada jalan berkerikil dan rusak dulu untuk dilalui sebelum menuju fase ini.
Sekalipun begitu, beliau tetap terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan juga mengajak para Santriwati agar meningkatkan minat dalam kepenulisan buku serta memulai dari sekarang. Karena menulis semua orang bisa, tapi menjadi penulis hebat tidak semua orang bisa.
Dengan acara ini diharapkan Santriwati mulai menumbuhkan minat dalam kepenulisan buku serta minat membaca semakin meningkat.