Home Blog Page 240

“Queen and Princess Language”: Sarana Peningkatan Bahasa

0

RIMBO PANJANG – Queen and Princess Language, sebutan lain dari “Ratu, Putri Bahasa.” Acara ini merupakan salah satu kontes perlombaan drama, puisi, dan bernyanyi dengan menggunakan dua bahasa; Arab dan Inggris, diikuti oleh seluruh santri putri kelas 1-4, Sabtu (27/10) Malam, di Lapangan Basket Serba Guna.

Dalam tahap seleksi, dari jumlah 783 peserta yang diikutsertakan hanya 18 orang terpilih lolos ke babak final. Para Finalis ini sudah melalui 5 babak sebelumnya, hingga mereka berhasil di titik final. Namun, perebutan Queen and Princess masih berlangsung hingga ke-12 orang tersebut tersisa hanya dua orang per-angkatan yang benar-benar dinobatkan sebagai kategori Queen untuk kelas 3, 3 Intensif, dan 4. Sedangkan princess untuk kategori peserta kelas 1, 1 Intensif, dan 2.

Setelah dimusyawarahkan oleh tim juri dengan berbagai pertimbangan, gelar Queen and Princess Language tahun ini diraih oleh, Diva Audia, dari kelas 1C (Siak) sebagai princess of language, sedangkan Queen of language jatuh kepada Dinda Azzuhra dari kelas 4B (Pekanbaru). Dan mereka berdua telah dinobatkan sebagai master of language untuk periode 2019-2020. Meymey

Ketua Badan Wakaf PMDG, Al-Ustadz Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Hadiri Walimah Kader Al-Ustadz Mufidz Khoirul Huda

0

Surabaya– Salah seorang kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz Mufidz Khoirul Huda, Alumni Gontor tahun 2005 telah resmi menikah dengan Al-Ustadzah Indah Sidrah Muntaha, Alumni Gontor Putri tahun 2013. Bertempat di Asrama Haji, Surabaya, pada hari Sabtu (12/10) pernikahan berlangsung dengan Akad Nikah pada sore hari dan Walimatu-l-‘Ursy pada malam harinya. Di pagi hari sebelum keberangkatan, pengantin beserta keluarga mengikuti pelepasan bersama Pimpinan Pondok di Kantor Pimpinan guna mendengarkan nasihat dan arahan sebelum melangsungkan pernikahan.

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal sekalian, K.H. Syamsul Hadi Abdan sekalian, Ketua Badan Wakaf, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. sekalian, Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A. sekalian, Ketua IKPM, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. sekalian, dan Ketua YPPWPM, Al-Ustadz H. Imam Sobari, S.Ag. sekalian, dan Wakil Pengasuh PMDG Kampus 2, Al-Ustadz Muhammad Hudaya, Lc sekalian.

Al-Ustadz Muhammad Hudaya, Lc. selaku khatib pada khutbah walimah berpesan kepada pengantin agar menjaga sakralisasi pernikahan, antara suami dan istri harus saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing, agar kelak dapat menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Dan perlu diketahui bahwa istri pertama adalah pondok dan istri kedua adalah istri kader. Tidak boleh kepentingan istri kedua mengalahkan kepentingan istri pertama, yaitu Pondok. rukh

UNIDA Gontor adakan Ujian Akhir Semester Ganjil

0

Gontor–Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Rabithah pada semester ganjil kali ini mengadakan Ujian Akhir Semester (UAS) pada hari Sabtu (12/10). Diawali dengan acara pembukaan UAS di Aula Gedung Rabithah. UAS di Unida Kampus Rabithah memanfaatkan waktu sore dan malam hari. Penentuan waktu tersebut disesuaikan dengan kegiatan mahasiswa guru yang mengajar santri-santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ketika pagi hari.

Ujian Akhir Semester dilaksanakan selama 6 hari, dimulai pada hari Sabtu-Kamis, 12-17 Oktober 2019. Setiap harinya ada 3 jam waktu ujian, yakni jam pertama pada pukul 15.45-16.45 WIB, jam kedua pada pukul 19.00-20.00 WIB, dan jam ketiga pada pukul 20.00-21.00 WIB. Gedung Rabithah lantai 2 menjadi ruangan yang digunakan untuk UAS kali ini. Selama 6 hari tersebut, para mahasiswa mengikuti Ujian dengan tertib dan lancar.

Semoga dengan lancarnya UAS semester ganjil ini, menjadi pemacu semangat bagi para mahasiswa untuk belajar lebih giat lagi dalam bangku perkuliahan, di samping aktivitas mereka yang padat dalam mengajar dan membantu Pondok. AbuFariz

 

Ujian Sebagai Washilah Ibadah Dengan Niat Ikhlas Lillah

0

Gontor Putri Kampus 3 – Setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama setengah tahun tibalah saatnya untuk mengevaluasi sampai di mana kemampuan para santriwati dalam menguasai pelajaran yang telah di pelajarinya selama satu semester ini. Maka Ahad (6/10), Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan pengarahan sekaligus pembagian tugas dalam persiapan ujian lisan awal tahun yang akan dilaksanakan selama 10 hari. Dimulai pada hari Selasa(8/10) hingga Sabtu(19/10).

Ujian lisan dan tulis yang diadakan di Pondok Modern Darussalam Gontor  merupakan salah satu washilah untuk ibadah asalkan diniatkan benar-benar ikhlas karena Allah SWT. Namun, bukan hanya sekedar ikhlas, harus ada kesungguhan dan kemauan untuk mengerjakannya. Maka dari itu haruslah diadakan pengarahan sebelum mengerjakannya agar  para guru dan kelas 6 selaku penguji dalam kegiatan ujian paham dan dapat memahamkan. Dalam pidatonya Al-Ustadz Suwarno selaku wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Purti Kampus 3 berkata : “Kenapa taujihat itu berkali-kali, karena niat kita hanya untuk ibadah. Jangan hanya sekedar kumpul namun harus juga memahami kemudian memahamkan”.

Adanya ujian menjadikan guru khususnya para wali kelas terpacu untuk mengajar lebih baik dan membimbing santri-santrinya dalam memahami pelajaran. Sedangkan ujian awal tahun ini bagi kelas 6 adalah saran belajar. Belajar bagaimana cara menguji yang benar, serta sebagai pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mereka dalam menciptakan muallimat-muallimat yang shalihah dan kaya akan pengalam hidup.

Acara yang di mulai pukul 07.00 WIB selesai pada pukul 10.20 WIB. Di tutup dengan do’a bersama yang di pimpin oleh Al-Ustadz Muhammad Fauzi wakil direktuk KMI Gontor Putri Kampus 3, serta pembagian tugas yang di bacakan oleh panitia ujian awal tahun. Fikra17

Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Lisan Awal Tahun Gontor Putri Kampus 2

0

Sabtu(5/10)- Akhir kegiatan belajar mengajar di Gontor Putri Kampus 2 resmi berakhir termasuk seluruh kegiatan ekstrakulikuler. Hal ini betujuan untuk menciptakan miliu belajar yang kondusif bagi seluruh santriwati dengan mendekatnya ujian lisan awal tahun.

            Tak ada sesuatu yang tersusun tanpa adanya persiapan yang matang. Begitulah Gontor dalam merangkai seluruh agenda pondok. Dengan itu, demi kelancaran berjalannya ujian lisan awal tahun, tepat Sabtu, 6 Shafar 1441 H/ 5 Oktober 2019 Aula Mini Hall Gontor Putri Kampus 2 menjadi saksi biksu atas Pengarahan Ujian Lisan Awal Tahun 1440-1441 H.

            Tak cukup hanya Sabtu malam, perkumpulan diadakan kembali Ahad (6/10) guna pembagian tugas dan penyamaan presepsi pemahaman pengarahan sebelumnya. Karena bagaimanapun segala sesuatu harus dilakukan ping sewu, sebagaiman kata Trimurti. Demi terhindarnya dari kesalahan-kesalahan.

            Begitulah pendidikan yang Gontor berikan kepada para santrinya, yakni bagaimana mendidik para pendidik hingga semua tingkatan dapat mengemban amanah dengan baik dan mampu mempertanggungjawabkannya.hasnab

Pengarahan dan Pembagian Tugas Awali Ujian Lisan Semester Pertama

0

GONTOR–Sabtu malam, (5/10) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Lisan Semester Pertama bagi guru-guru KMI, agenda tersebut diadakan di Aula Rabithah, dan bertugas memberi pengarahan H. Farid Sulistyo, Lc., dan Drs. H. Sutrisno Ahmad, Dipl.A.Ed.

Sedangkan untuk Pengarahan dan Pembagian Tugas untuk siswa kelas 6 diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) yang langsung diarahkan oleh Pimpinan Pondok, K.H. Syamsul Hadi Abdan, dan Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A.

Pada Ahad pagi, (6/10) diadakan kembali Pengarahan secara langsung oleh Pimpinan Pondok bagi seluruh guru dan santri kelas 6. Dalam kesempatan ini, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan berbagai hal terkait pentingnya ujian di Gontor, dilanjutkan pengarahan dari Direktur KMI dan pembacaan tugas-tugas umum guru dan siswa akhir kelas 6 selama ujian lisan berjalan. Diharapkan dengan adanya pengarahan ini, para penguji dan pengawas bisa lebih baik lagi dalam bekerja dan menjalankan tugas untuk kemajuan pondok tercinta.

Setiap guru maupun siswa kelas 6 mendapatkan tugasnya masing-masing, baik sebagai penguji, piket bagian, dsb. Tidak seorang pun dari guru dan siswa kelas 6 yang tidak terlibat dalam penyelenggaraan ujian lisan ini.

Kegiatan belajar mengajar di Kulliyatu Al-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dinonaktifkan untuk sementara demi menciptakan suasana dan miliu belajar yang kondusif bagi para santri. Sand88

 

Meski Udara Kian Kotor, Semangat Para Orator Tak Kendor

0

RIMBO PANJANG – Kabut asap yang tengah menyelimuti langit Rimbo Panjang saat itu, tidak mengganggu kegiatan seleksi peserta pidato akbar (PA). Ahad malam (22/9), 90 orang peserta bersiap dan disebar di 6 lokasi berbeda. Walaupun harus mengenakan masker, para penonton sesekali bersorak mendengar orasi para peserta. Dinginnya angin malam dan kabut asap yang kian pekat tidak membuat kendor semangat para orator. Bahkan suara mereka terdengar lantang, menggema di atmosfir Pesantren Gontor Putri Kampus 7.

Seleksi PA dibagi dalam dua kategori level, yaitu junior dan senior. Peserta level junior terdiri dari santriwati kelas 1, 2, dan kelas 1 intensif. Sedangkan peserta level senior terdiri dari santriwati kelas 3, 4 dan 3 Intensif. Pidato yang dilombakan terbagi dalam tiga kategori bahasa, yaitu Arab, Inggris, dan Indonesia. Dari 54 orang peserta senior dan 36 junior, juri berhasil menyaring 18 finalis senior dan 12 junior. Para finalis nantinya akan berkompetisi di atas panggung yang lebih bergengsi, Panggung Pidato Akbar. Nee

Sekelumit Tentang Masjid Jami’ Gontor

0

Gontor – Dalam Sejarahnya, sebelum membangun Masjid Jami’ baru, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sudah memiliki masjid lama (Masjid Pusaka) yang berada di timur Gedung Madrasah dan tepat di depan kantor Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) saat ini. Masjid Pusaka ini tidak dapat menampung para santri yang semakin lama semakin banyak jumlahnya. Meskipun upaya untuk meluaskan Masjid Pusaka ini sudah sering dilakukan, namun tetap saja belum mampu menampung jumlah santri yang terus meningkat. Pada saat shalat jama’ah, terutama Shalat Jum’at, jama’ah melebar hingga memenuhi ruangan kelurahan, latar kelurahan dan halaman sebelah selatan masjid.

Setelah melalui perencanaan dan penghitungan yang panjang, akhirnya pada tahun 1967, selepas Peringatan Lima Windu PMDG diadakan sidang Panitia Pembangunan Masjid yang juga dihadiri oleh ketiga Trimurti PMDG. Pada 16 Desember 1970 dimulailah penggalian pondasi di atas area seluas 1960 m2, dan mulai dibangun pada tahun 1969. Dan pada 4 Maret 1978 Masjid Jami’ PMDG beserta menaranya diresmikan oleh Presiden kedua Republik Indonesia, H. M. Soeharto, bersamaan dengan acara Perayaan Kesyukuran Setengah Abad PMDG.

Tepat pada hari Senin, 19 September 2016 sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, menara baru ini mulai dibangun, dengan total biaya pembangunan yang mencapai 15,5 milyar rupiah, dan selesai pembangunannya pada tanggal 28 Februari 2019. Menara baru ini dirancang dua kali lipat lebih tinggi dari menara sebelumnya. Menara lama yang mulai dibangun pada tahun 1977 itu hanya setinggi 45 meter, sedangkan menara baru direncanakan mencapai tinggi hingga 90 meter meskipun pada realisasinya menara tersebut dibangun dengan tinggi  82 meter. Selain itu, menara baru ini juga dilengkapi bangunan dasar berlantai tiga seluas 11 x 11 meter persegi. Lantai pertama diproyeksikan untuk kantor Gontor TV, lantai kedua digunakan untuk Radio Suara Gontor FM, sedangkan lantai ketiga difungsikan sebagai ruang Humas PMDG.

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla: Kemodernan Itu Dinamis

0

Gontor – Tepat pukul 07.55 Wib, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sampai di Pondok Modern Darussalam Gontor, setelah melakukan perjalanan cukup panjang sejak pukul 06.00 Wib beliau mulai take off dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Lanud Iswahyudi Madiun dengan Pesawat kepresidenan BAE-RJ 85, untuk meresmikan Menara Baru Masjid Jami’ yang diselenggarakan hari ini Kamis (03/10.2019).

Dalam pidatonya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan tentang perkembangan kemodernan. “Abad ini, abad yang penuh perubahan. Karena itu Saya selalu katakan bahwa Pondok Modern itu sangat berkembang dan sangat dinamis. Modern pada tahun 1930 tentu berbeda dengan modern tahun 2019-2020, dulu kemodernan hanya dimaknai pelajaran umum yang ada di sekolah dan diajarkan di kelas. Pada waktu itu modern itu pendidikannya. Dan hari ini modern jauh berkembang dari seperti itu, dan juga ekonomi kita berkembang sangat luas, kalau zaman dulu ekonomi itu terbatas, transaksi di daerah pun terbatas, tapi sekarang orang di rumah saja bisa berdagang ke seluruh dunia,” ujar beliau.
Selain itu, Jusuf Kalla juga sangat mendukung pengembangan akademis terkhusus dalam bidang ekonomi syariah yang sedang dicanangkan oleh pihak UNIDA Gontor. “Karena, kalau semuanya kita persulit, ekonomi syariah itu, maka kita sendiri yang mempersulit kehidupan kita sendiri,” terang beliau.
Melihat dari turunnya produksi minyak di negara-negara Timur Tengah dan Indonesia, beliau juga menyampaikan bahwa kita harus meningkatkan ekonomi kita dari sektor-sektor yang masih bisa dikembangkan. “Untuk itu, ekonomi kita harus muncul lagi dari sektor lain, sektor pertambangan yang lain, sektor pertanian, sektor industri, dan lain sebagainya. Dan itulah pak kyai dan pak rektor tentu yang diajarkan di sini bagaimana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan umat,” jelas beliau.
Dengan berbagai kejadian diatas, Gontor dituntut bagaimana mengerakkan ekonomi masyarakat dengan baik, oleh karena itu beliau ingin Gontor menjadi pelopor perubahan-perubahan pesantren menjadi lebih modern, lebih mengusai zaman dan dekat dengan ummat tentu dengan pola-pola pendidikan yang dinamis, karena di Gontor secara tidak disadari diajari pula pendidikan kewirausahaan.

KH. Hasan Abdullah Sahal: NKRI Harga Mati, Sampai Mati

0

Gontor – Kedatangan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla kesekian kalinya ke Gontor dalam kunjungan kerjanya bukanlah hal asing bagi Gontor, kali ini beliau datang ke Gontor untuk meresmikan menara baru masjid jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Beliau juga termasuk Wakil Presiden yang cukup sering berkunjung ke Gontor, dan sering sekali mengikuti perkembangan Gontor sejak tahun 70-an hingga kini, bahkan beliau juga turut serta dalam mendirikan Gontor yang berada di Poso.

Oleh sebab itu, dalam sambutannya, KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa Wapres Jusuf Kalla bukanlah orang lain melainkan beliau sudah menjadi keluarga pondok. “Tamu kita ini bukan orang lain. Walaupun Bapak Jusuf Kala ini tidak menjadi wakil presiden, beliau ini sudah menjadi keluarga pondok, adiknya yang sebelah sana Ustadz Suhaili Kalla adalah adik dari beliau yang pernah mondok di Gontor”, ungkap Kiai Hasan.
Kiai Hasan juga menegaskan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor ini dari dulu hingga sekarang selalu bersama dengan NKRI untuk membina umat di dalam pendidikan dan tidak berpolitik praktis. “Saya katakan pendidikan karena di sini tidak berpolitik praktis. Kami berpolitik pendidikan. Kami mendidik politikus-politikus yang baik, tapi kami tidak berpolitik. Alhamdulillah Pak, presiden pertama, kedua, ketiga, keempat sampai ke tujuh, datang ke sini semuanya. Mereka menyetujui, merestui dan menganggap Pondok ini adalah aset Negara Republik Indonesia,” tegas beliau.

Kiai hasan juga mengungkapkan, bahsawasannya beberapa minggu yang lalu juga sempat berkunjung ke Papua, tepatnya di Sorong memenuhi undangan salah satu pesantren alumni Gontor yang sedang mengembangkan pesantrennya di bumi cenderawasih tersebut. Beliau memaparkan bahwasannya disana kaya sekali hasil alam dan itu tidak terbantahkan. Dan beliau menilai bahwa Indonesia sangat kaya dengan hasil bumi dan lautnya, jadi itu harus di kembangkan.

Kemudian Kiai Hasan melanjutkan dengan semangat nasionalismenya, mengatakan bahwa kebhinekaan Indonesia tidak boleh terurai. “Saya tidak rela ada kaki-kaki asing masuk menginjakkan kaki di tanah air Indonesia. Aset-aset kita kaya, kita Indonesia ini kaya jangan sampai dipecah-pecah jangan sampai dikoyak-koyak dan jangan sampai dikotak-kotakkan,” pesan beliau. Kemudian beliau juga menegaskan, “jika di Indonesia terdapat 4 pilar kebangsaan diantaranya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, sedangkan disini NKRI harga mati, sampai mati.” Ini merupakan salah satu bukti bahwa pesantren selalu cinta tanah air Indonesia.