Sambutan Wakil Pengasuh Al-ustadz H. Umar Sa’id Wijaya, S.Ag
Setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Tanpa Trimurti, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak akan berdiri sekokoh ini. Pondasi filosofi yang sangat mendalam begitu mengakar kuat hingga kini dan seterusnya. Para pendiri pondok selalu menekankan keikhlasan, kesederhanaan, dan aspek-aspek penting lainnya agar para santri terus-menerus terdidik setiap waktu.
Seminar Bedah Buku Trimurti, bertajuk “Gontor Membuka Cakrawala Dunia Kini dan Nanti” (14/9) berlangsung dengan penuh antusiasme santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Para narasumber, yang merupakan tim penyusun buku Trimurti, memaparkan selayang pandang kehidupan Trimurti dan juga sekelumit pengalaman-pengalaman saat mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Narasumber banyak menyebutkan bahwa sesungguhnya banyak sekali kisah hidup Trimurti yang belum diketahui para santriwati. Bawaan yang interaktif dalam segala perbincangan membuat santriwati sangat bersemangat dalam menyimak dan berpartisipasi dalam acara tersebut.
Selain itu, acara tersebut dilanjutkan dengan workshop kepenulisan yang langsung dimentori oleh para narasumber dari Seminar Bedah Buku tersebut. Pelatihan singkat itu dihadiri oleh beberapa perwakilan santriwati dan juga bagian-bagian yang aktif dalam kegiatan jurnalistik. NISAHABIBA
“Pelajarilah Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada orang-orang, pelajarilah ilmu Faroidh dan ajarkanlah ilmu itu kepada orang-orang, karena aku adalah manusia yang akan direnggut (wafat). Sesungguhnya ilmu itu akan dicabut dan akan timbul fitnah hingga kelak ada dua orang berselisih mengenai pembagian warisan, namun tidak ada orang yang memutuskan perkara mereka.” (H.R. Ahmad, Nasa’i, dan Daru Quthni).
Gontor Putri Kampus 2—Betapa islam telah mengajarkan kepada umatnya setiap langkah kehidupan. Faroidh atau ilmu waris salah satunya. Dalam islam sendiri mempelajari ilmu faroidh merupakan fardhu kifayah. Maka pada hari Senin (1/10), Gontor Putri Kampus 2 mengadakan workshop faroidh bagi kelas 6 dan pengajar Faroidh bersama pakarnya yang juga merupakan alumni Gontor, Al-Ustadz Abdul Malik Imam Nasir.
Beliau adalah sosok yang berjasa dalam menyusun buku Faroidh yang hingga kini telah dapat dinikmati oleh seluruh santri dan santriwati Gontor. Beliau bukanlah orang yang ahli dalam ilmu Faroidh pada awalnya. “Saat kelas 3 Intensif nilai Faroidh saya jelek, cuma dapat 4,5.” Tutur Alumni asal Ciamis ini. Maka saat menjadi pengajar, beliau tak mau muridnya mengalami apa yang dialaminya, sehingga beliau memutar otak agar menjadikan belajar Faroidh tak lagi jadi beban.Berbekal referensi buku-buku Faroidh yang terdapat di perpustakaan, beliau mencari cara yang mudah untuk mempelajarinya. Beliau pun membuat diktat materi Faroidh dalam bentuk bagan-bagan layaknya mind maping sehingga mudah dicerna dan diterima oleh otak.
Media Pembelajaran Faroidh dengan Menghitung
Kebetulan berada dalam sektor KMI bidang materi, beliau mengajukan diktat faroidh yang telah beliau susun kepada Direktur KMI yang ketika itu adalah Al-Ustadz Imam Badri dan Al-Ustadz Syamsul Hadi Abdan. Kemudian beliau diminta untuk mengumpulkan semua pengajar Faroidh untuk mengajarkan ilmunya tersebut. Beliau sangat berpegang teguh pada pesan Al-Ustadz K.H. Imam Zarkasyi, “Belajar membaca tidak untuk membaca, sama dengan buta.” Inilah yang menjadikan salah satu motivasi beliau untuk terus membaca kitab-kitab Arab, sehingga diktat Faroid beliau dapat terwujud.
Beliau juga sempat mengajar materi ini di Gontor Putri Kampus 1 pada tahun 1999. Dan pada ta’hil faroidh kali ini, beliau masih tetap menggunakan manuskrip yang beliau pernah ajarkan di kampus 1 dahulu, masih tertulis diatas kertas dengan pena yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada setiap peserta workshop. Sengaja tak ditulis kembali dengan komputer, bersejarah tuturnya. Meskipun sudah terbilang berumur, beliau dengan senang hati mengendarai bus dari Cilacap ke Mantingan karena cintanya terhadap Gontor, tanah yang pernah mendidiknya dahulu.
Berlokasi di Masjid Gontor Putri Kampus 2, workshop ini berlangsung selama 6 jam pelajaran. Diharapkan dengan diadakannya acara ini, kelas 6 dan pengajar Faroidh dapat memahami ilmu waris lebih dalam, sehingga dapat mengajarkan dan menerapkan ilmu tersebut di masyarakat kelak.()
Karangbanyu – Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian selalu terngiang di Darussalam Kampung nan damai. Tepat pada hari Kamis, 18 Oktober 2018/09 Shafar 1440 H Ujian awal tahun siswi Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) sudah resmi dilaksanakan..Ujian awal tahun dilaksanakan dan berlangsung selama 10 hari, dan akan diakhiri pada hari Senin, 29 November 2018/20 Shafar 1440 H yang kemudian akan dilanjutkan dengan ujian tulis 11 hari yang akan datang. Ujian Lisan tahun ini dihadiri Bapak Direktur Kulliyatul Mu’llimin Al-Islamiyah, Drs.H Sutrisno Ahmad, Dipl.A yang bertujuan untuk mengevaluasi dan melihat keadaan ujian lisan Gontor Putri Kampus 3 pada tahun 2018.
Kelas 1-5 KMI dilibatkan menjadi peserta ujian lisan dengan jumlah 2550 santriwati.menggunakan 68 ruangan, diantaranya; Gedung Al- Azhar, Gedung Madinah dan Auditorium Gontor Putri Kampus 3 terisi penuh sebagai lokasi ujian, baik dari ujian Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Para Ustadzah yang menguji berjumlah 147 penguji dan dibantu oleh siswi akhir KMI yang berjumlah 236 siswi, 118 Siswi menguji lima hari awal sedangkan 118 siswi berikutnya menguji lima hari akhir. Disamping itu terdapat Piket pos-pos pondok dan kepanitiaan sebanyak 120 guru dan 361 siswi akhir KMI per gelombangnya.
Berikut adalah pelajaran dan materi ujian lisan siswi akhir KMI, diantaranya:
Inggris :English (reading, conversation, translation, vocabulary) Grammar.
Al-Qur’an :Al-Qur’an (tilawah, hafalan juz ’amma), Tajwid, Fiqih (ibadah ‘amaliah dan qauliyah, ad’iyah dan adzkar)
Kelas 5
Arab :Muthala’ah, Insya’ Syafahi (muhadatsah, tarjamah, mufradat),Mahfudhat, Nahwu, Sharf, Balaghah
Inggris : English (reading, conversation, translation, vocabulary) Grammar.
Al-Qur’an : Al-Qur’an (tilawah, hafalan juz ’amma), Tajwid, Fiqih (ibadah’amaliah dan qauliyah, ad’iyah dan adzkar)
Setiap dari materi tersebut memiliki nilai tersendiri yang akan dimasukkan ke dalam rapor santri. Maka menjawab soalan dari seorang penguji akan melahirkan sosok wibawa santriwati dan akan menyebabkan kurangnya wibawa seseorang karena belum bisa menjawab soal ujian dengan semestinya. Disamping itu ujian lisan bertujuan untuk melatih mental, tingkat intlektual dan rasa percaya santriwati. Hamida90
Takbir yang menggema diseluruh penjuru alam membuat kita kembali merasakan suasana kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Adha. Pagi ini (22/8) seluruh penduduk Gontor Putri Kampus 1 dan 2, serta masyarakat sekitar mulai menuju titik yang sama yaitu Lapangan Hijau Gontor Putri Kampus 1 untuk menunaikan sholat ‘ied bersama.
Usai sholat ‘ied dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc bertajuk “Nabi Ibrahim AS Sebagai Teladan Bagi Umat Manusia”. Beliau menyampaikan setidaknya ada ada tiga keteladanan yang patut kita jadikan contoh, yang pertama yaitu keteladanan dari seorang Nabi Ibrahim AS berupa keimanan yang kokoh, keimanan yang total terhadap perintah-perintah Allah SWT. Yang kedua adalah keteladanan dari seorang wanita yang sholihah yaitu Siti Hajar yang bisa menentramkan, mendukung setiap ketaatan dan jihad, serta meneguhkan keimanan suaminya kepada Allah SWT. Yang ketiga adalah keteladanan dari seorang anak yang sholih dan taat, yaitu Nabi Ismail AS yang tenang dan sabar ketika ayahanda yang dirindukannya mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelihnya.
Maka dari itu untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim inilah makah ibadah qurban disyariatkan, hukumnya adalah sunah muakkadah bagi yang mempunyai kelapangan rezeki. Seekor kambing untuk satu orang dan seekor sapi mencukupi untuk tujuh orang. Selain itu, kini Allah menuntut kesiapan kita dalam berkorban lebih maksimal lagi demi menggapai ridha-Nya. Pengorabanan harta, jiwa, waktu dan fikiran kita demi terbangunnya peradaban Islam dan tegaknya dinullah di muka bumi. Hanya dengan pengorbanan , pertolongan Allah akan datang dan kemenangan akan diraih.
Adapun jumlah hewan kurban di Gontor Putri Kampus 2 adalah 14 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Panitia terdiri dari para ustadz dan ustadzah serta santriwati kelas 6 Gontor Putri Kampus 2. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar dan pekerja pondok.
Semoga dengan Idul Adha kali ini kita dapat meningkatkan idealisme, cita-cita dan orientasi hidup kita untuk mempersiapkan diri berkorban lebih banyak untuk meraih kemulian hidup di dunia dan di akhirat.-khoir
Pencegahan lebih baik dari pada Pengobatan, Peribahasa yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh, Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap manusia. Tanpa adanya kesehatan yang baik, aktifitas seseorang dapat terganggu. untuk meninjau kebersihan, Gontor sangat memperhatikan kualitas kesehatan. Salah satunya dengan mengadakan seminar kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan.
Acara ini diadakan pada hari Ahad,7 Oktober 2018 di Aula Beirut Gontor Putri Kampus 2, yang bertemakan “Health Course”. Acara ini diisi oleh dr.Risalatul Amanah, S. Ked dan Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H. dengan peserta seluruh ustadzah. Dokter Risa menjelaskan secara jelas dan singkat mengenai penyakit-penyakit yang biasa menyerang organ kewanitaan beserta sebab-sebabnya. Tak lupa pula, dokter Risa menambahkan mengenai kiat-kiat dalam menjaga organ kewanitaan agar selalu dalam keadaan yang baik dan terhindar dari penyakit organ kewanitaan.
Penyerahan Cinderamata Kepada Tutor
Lalu, pembicara dilanjutkan oleh Al-Ustadzah Rafiah Rusyda, S. H., merupakan founder sekaligus owner dari CV. Yuspin yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembalut kain wanita. Alumni Gontor Putri ini menjelaskan tentang diberdirikannya perusahaan ini, serta menjelaskan akan pentingnya penggunaan pembalut kain dibandingkan pembalut sekali pakai yang tersebar di pasaran. Sebagaimana yang diketahui oleh masyarakat, bahwa pembalut sekali pakai mengandung bahan yang berbahaya serta dapat mengganggu kesehatan wanita.
Seluruh Ustadzah sangat Antusias dengan penjelasan dari pembicara tersebut, sebelum ditutup, yuspin membagikan produk yuspin untuk 3 orang penanya pertama. Dengan adanya acara seminar kesehatan ini diharapkan bisa lebih menjaga dan meningkatkan kesehatan dalam tubuh.
Dalam rangka meningkatkan kualitas intelektual santiwatinya Gontor mengadakan acara tahunannya oleh Kulliyyatu-l-muallimat Al-Islamiyyah yaitu diadakannya acara Fathul Kutubi Turost, acara ini dibuka langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al Ustadz KH. Syamsul hadi Abdan, pada hari Rabu, 19 September 2018 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1440 H, yang bertempat di Aula Gontor Putri Kampus 1.
Acara resmi tersebut berlangsung selama 5 hari, Sabtu s.d. Rabu, pada tahun ini Gontor Putri Kampus 2 mengadakan pengarahan sendiri di panggung Makkah, dengan pembicara-pembicara hebat yang dapat memberikan sekilas pengarahan mengenai pelajaran dalam fathul kutubitturos diantaranya: pelajaran Hadist bersama Al-Ustadz Mujib Abdurrahman, Lc. M.A., pelajaran Fiqh bersama Al-Ustadz Imam Kamaluddin, Lc. Ma. Hum, Pelajaran Tafsir bersama Al Ustadz Muhammad Badrun, M.A Dan pelajaran Tauhid bersama Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al Ustadz Umar Sa’id Wijaya, S.Ag.
Dalam acara KMI ini, siswi akhir KMI membagi waktunya dalam dua sesi yaitu sesi “Bahst” atau pencarian masalah yang didapat dari panitia, dan sesi “Munaqosyah” atau diskusi bersama kelompok-kelompok yang terdiri dari 16 orang bersama pembimbingnya yang berjumlah 3 orang dengan menggunakan bahasa Arab. Siswi akhir KMI terlihat sangat antusias dan aktif dalam menjalankan acara tersebut, bahkan 3-4 pertanyaan terlontar dari mulut mereka karena dorongan hati rasa ingin tahu.
Diakhir acara Selasa, malam (25/9) tersebut diadakan “Munaqosyah aam” atau diskusi umum dengan mosi, “Menggugurkan bayi (aborsi) atas perintah suami karena krisis ekonomi” terlihat dari judul tampak bahwa kubu kontralah yang akan tak terbantahkan, tetapi dengan antusiasme yang ada dari penonton yang terdiri dari seluruh anggota kelas enam dam pembimbing, maka banyak pertanyaan yang hadir baik untuk kubu kontra maupun kubu pro.
Tujuan diadakannya acara tersebut adalah agar santriwati belajar membaca kitab kuning, memperdalam Bahasa Arab, belajar berbicara didepan umum, dan mengenang perjuangan para ulama dan peninggalannya yang tak ditemukan lagi di zaman sekarang. Dalam puncak akhir acara tersebut adalah pembacaan kesan pesan, dan ditutup langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok PMDG Putri Kampus 2, Al Ustadz Muhammad Fathan Aziz, L.c. Erwin
“Kebersihan Pangkal Dari Kesehatan”, jargon yang mengidentitaskan kebersihan dan kesehatan. Dimulai dari hal terkecil yaitu, pembuangan sampah pada tempatnya dan pemisahan sampah sesuai jenisnya. Untuk menegakkan disiplin santriwati mengenai program yang ada, maka diadakan penyuluhan sampah pada hari Jum’at (8/9) di pelataran rayon Damaskus, dengan pembicara Al-Ustadz Imam Kalimi, S.Ag.
Santriwati pun antusias dengan adanya slide yang menampilkan gambar-gambar jenis sampah dan penjelasan yang lugas dari pembicara. Tujuan diadakan acara ini yaitu, memotivasi para santriwati untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya dan menginformasikan klasifikasi sampah sesuai jenisnya, yaitu sampah organik dan sampah non organik.
Sebagai penunjang terlaksananya progam ini, disediakan tempat sampah sesuai klasifikasinya di setiap rayon (kamar). Setiap santriwati mempunyai tanggungjawab dan mendapatkan giliran untuk mengklasifikasikan sesuai jenisnya. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memberikan dampak positif, diantaranya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan meningkatkan selera kebersihan setiap santriwati, khususnya santriwati baru, Mvie
Darussalam-Pramuka terkenal pantang lelah, pantang menyerah. Uji ketahanan dan ketangguhan sudah biasa kita dengar dalam setiap kegiatan kepramukaan. Namun, bagaimana dengan pramuka dan relasinya dengan keilmuan?
Penyerahan Tropi Kepeda Pemenang Duta Gudep
Salah satu dari makna yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka yang berbunyi “Rajin, Terampil dan Gembira” memiliki keterkaitan yang tersirat dengan keilmuan. Kata ‘terampil’ disini adalah anjuran bagi tiap anggota pramuka untuk dapat menguasai banyak hal. Untuk menjadi orang yang terampil, kita sudah pasti harus mempelajari dan mendalami ilmu tersebut, dan mengamalkannya dengan baik sehingga kita bisa disebut ‘terampil’. Dalam artian lain, untuk menjadi terampil, kita terlebih dahulu harus menjadi orang yang berilmu. Dan tentunya, untuk mendapatkan ilmu kita harus banyak mempelajari materi dan mengambil pelajaran dari pengalaman kehidupan.
Kali ini, Gontor Putri Kampus 2 mengadakan kompetisi kepramukaan yang mengandalkan intelektualitas. Ajang bertajuk Duta Gudep ini dihelat untuk menguji kemampuan anggota pramuka Darussalam dalam bidang ilmu pramuka baik segi penguasaan materi maupun keterampilan soft skill pramuka. Kamis (20/9), acara rutin tahunan kali ini menjadi yang pertama kali dipartisipasi oleh 6 Gugus Depan, yang pada tahun sebelumnya hanya dengan 4 Gugus Depan. Keenam Gugus Depan itupun telah mengalami transformasi nama, yaitu Gugus Depan 09.138, 09.140, 09.142, 09.144, dan 09.146.
Dalam kompetisi yang terdiri dari 3 babak ini, point penilaian juri bertitik fokus pada seberapa luas wawasan dan pendalaman materi peserta final, meskipun keterampilan tangan juga tidak bisa diabaikan. 2 babak pertama memang memuat puluhan soal materi, namun babak ke-3 adalah babak dimana keterampilan tangan peserta diuji dengan tantangan untuk membuat kreasi handmade.
Di akhir acara, jebolan pemenang yang terbaik di antara para finalis datang dari Gugus Depan 09.144 untuk Penegak, yaitu Qomariyah (4B) dan Gugus Depan 09.148 untuk Penggalang, yaitu Sania Rivka (3C). Lewat ajang kompetitif ini, diharapkan anggota pramuka akan memiliki motivasi lebih agar mampu bersaing di kesempatan berikutnya. Addien
Sambutan Wakil Pengasuh Dalam Gebyar Seni Darussalam
Gontor Putri Kampus 2—Banner besar, woro-woro, serta berbagai pamflet telah terpasang di seantero Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Menandakan sesuatu yang ditunggu-tunggu warga Darussalam akan datang dalam waktu yang singkat. Maka pada hari Jum’at (21/9), sorak penonton datang dari area panggung utama Gontor Putri Kampus 2. Gebyar Seni Darussalam atau yang kerap disebut sebagai GSD inilah yang ditunggu-tunggu oleh warga Darussalam, kelas 4 dan 3 Intensif khususnya.
Merupakan ajang bagi kelas 4 dan 3 Intensif, Gebyar Seni Darussalam sengaja diselenggarakan setiap tahunnya untuk meningkatkan kreatifitas santriwati, juga sebagai tolak ukur angkatan serta ‘pemanasan’ bagi angkatan yang akan menerjang Drama Arena di tahun mendatang ini.
Acara utama dalam ajang ini merupakan drama berbahasa Inggris dan Arab. Di tahun ini, kelas 4 yang bertemakan Meksiko mengangkat Judul ”La Tracion De Hyang Moonlight” dan kelas 3 Intensif yang bertema India mengangkat ”When The Feather Return to The Sky” sebagai judul drama mereka.
Dimulai dari pukul 08.00 WIB, acara yang diketuai oleh ketua Bagian Kesenian, Annisa Nur Amatullah (6B) ini berlangsung sangat meriah. Terlihat dari kesemangatan masing-masing angkatan serta antusiasme penonton.
Dari keseluruhan acara, diangkat beberapa penilaian dan evaluasi dari juri, termasuk pemeran terbaik dari setiap angkatan. Pemeran antagonis terbaik jatuh kepada Regita Aulia (3XE) dan Avada Hilwah (4B), pemeran protagonis terbaik jatuh kepada Serene Fawwaz (4B), dan pemeran figuran terbaik diraih oleh Siti Fatimah (3XF). Tidak ada yang menang ataupun kalah, karena ajang ini tidak diadakan sebagai ajang persaingan melainkan ajang pemupuk persatuan.
Jakarta–Rabu siang (24/10), Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengadakan Rapat Pleno ke-32 di Kantor MUI Lantai 4, Jalan Proklamasi No. 51, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Wantim MUI dan 50 orang anggota lainnya. K.H. Hasan Abdullah Sahal yang termasuk dalam bagian Wantim MUI juga berkesempatan hadir pada rapat pleno kali ini.
Pada Rapat Pleno ke-32, Wantim MUI membahas tentang kejadian bencana alam yang pada akhir-akhir ini melanda sebagian wilayah negara Indonesia, mulai dari hal-hal yang kemungkinan menjadi faktor penyebab terjadinya bencana, sampai bagaimanakah solusi yang tepat untuk menghindarinya, seperti yang telah terjadi di NTB dan Palu. Acara dimulai pukul 13.30 WIB, diawali dengan sambutan wakil ketua Wantim MUI dan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat dari tiap orang anggota yang hadir.
Suasana Rapat Pleno ke-32 Wantim MUI.
“Pertama, dalam konteks hari-hari ini dusta itu sudah berlapis-lapis, baik yang sifatnya top down atau juga button up yang mengikuti top down itu, dari dusta data-data yang dikeluarkan untuk masyarakat, yang sifatnya itu untuk membohongi. Mereka masyarakat pun membalas juga dengan tipe-tipe yang sama yang dusta yang turun dari top down, masyarakat tidak bodoh, bisa membaca data dan fakta yang sebenarnya.
Kedua, benci itu pasti muncul dari sebuah perselisihan, karena kepentingan dan ego dari kelompoknya masing-masing, ditambah dari dukungan media sosial yang luar biasa, sehingga lengkaplah dusta dan kebencian itu.
Tidak ada yang lain, solusi kita hari-hari ini adalah dengan muhasabah, mengembalikan tentang kejujuran dan amanah, jangan sampai dusta dan benci itu menjadi suatu yang di atas, di depan dan memimpin semua kehidupan kita hari ini. Ujar Al-Ustadz Mukhtar selaku Ketua Umum PP. Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) saat rapat pleno.
Acara berjalan dengan lancar dan hikmat hingga usai, kemudian ditutup dengan doa bersama. rukh