GONTOR – Lapangan voli wakaf dari Siswa Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation diresmikan oleh Pimpinan Pondok, KH. Hasan Abdullah Sahal. Ini menjadi bukti bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) senantiasa menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan kepada para santrinya. Sebagai pusat pembentukan karakter dan inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lain, Gontor senantiasa mendorong santrinya untuk terus berkontribusi kepada pondok dan umat.
Peresmian tersebut menunjukkan bagaimana PMDG mendidik santrinya agar dapat memberi manfaat dan berkarya demi memajukan masyarakat. Lapangan voli ini sendiri dibangun atas dasar kepedulian siswa akhir sekaligus untuk menjadi amal jariyah bagi mereka. Kegiatan ini juga merupakan sarana pembentukan karakter dan jiwa sosial para santri selain kegiatan belajar akademik.
Acara berlangsung lancar dan khidmat. Setelah memotong pita yang diikuti gema takbir para santri kelas 6, Kyai Hasan turut bermain voli bersama sejumlah siswa akhir di lapangan tersebut yang kemudian menciptakan suasana penuh keakraban dan kehangatan. Selepas peresmian, para santri bersama-sama menikmati susu kedelai yang disediakan sebagai penutup acara.
Momen bersejarah ini tidak hanya menandai hadirnya fasilitas baru, tetapi juga mengukuhkan kembali semangat gotong-royong dan kontribusi santri bagi pondok dan masyarakat.
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan sebagai bagian penting dalam pendidikan. Sebagai perwujudan salah satu motonya yaitu berbadan sehat, PMDG menempatkan kesehatan jasmani sebagai fondasi utama dalam pembinaan santri. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan kredensial BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) untuk Klinik Pratama Syifa dan pemeriksaan mata gratis untuk santri dan guru pada Jumat (18/7). Upaya ini menegaskan bahwa PMDG memandang kesehatan sebagai syarat penting bagi tumbuhnya pemimpin umat.
Kredensial BPJS diadakan di Klinik Pratama Syifaa yang berlokasi di Siman, Ponorogo. Kegiatan tersebut diisi dengan inspeksi kualitas dan kelayakan fasilitas kesehatan yang dimiliki klinik oleh tim asesmen BPJS dan perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Ponorogo. Prosedur tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan PMDG dalam bekerja sama dengan pihak BPJS dalam melayani pasien peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat).
Kredensial ini merupakan tahap penting bagi Klinik Pratama Syifaa dalam meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanannya. Selain inspeksi, tim asesmen juga mengadakan rapat untuk untuk membahas hasil inspeksi, mendiskusikan potensi pengembangan, serta sinkronisasi prosedur layanan agar sesuai dengan ketentuan BPJS.
Klinik Pratama Syifaa merupakan bentuk usaha PMDG dalam mengabdi kepada masyarakat di bidang Kesehatan selain Rumah Sakit Yasyfin. Dengan proses kredensial ini, klinik kini lebih maju dalam memperluas akses pelayanan, sekaligus menunjukkan bahwa PMDG tidak hanya membina batin para santri, tetapi juga peduli terhadap kesehatan jasmani mereka.
Di hari yang sama, Balai Kesehatan Santri PMDG juga mengadakan pemeriksaan mata gratis bagi santri, guru, dan masyarakat sekitar di aula Gedung Rabithah pada pukul 13.30 WIB. Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan Optik OS Kacamata, sebuah fasilitas kesehatan mata yang ada di Ponorogo. Selain pemeriksaan, layanan pembuatan kacamata juga disediakan selama kegiatan berlangsung.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain memudahkan akses terhadap pelayanan kesehatan mata, momen tersebut juga menjadi ruang edukatif tentang pentingnya menjaga indera penglihatan, khususnya bagi para santri yang aktivitas belajarnya menuntut ketajaman mata yang optimal.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari pengabdian PMDG kepada masyarakat. Kedua agenda tersebut menunjukkan bahwa Gontor terus bergerak melampaui batas-batas tradisi formal pesantren. Sinergi dengan pihak eksternal, baik lembaga pemerintah seperti BPJS dan Dinas Kesehatan, maupun swasta seperti Optik OS Kacamata membuktikan keterbukaan PMDG dalam inovasi pelayanan dan pendidikan umat.
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memandang bahwa pendidikan bukan hanya soal belajar di kelas, tetapi ia adalah proses utuh dalam pembentukan karakter manusia yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas. Salah satu wujud dari pendidikan komprehensif tersebut adalah pelatihan di alam terbuka, seperti kegiatan Perkemahan Kamis-Jumat (Perkajum) yang digelar sebagai sarana melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian santri.
Melalui kegiatan ini, PMDG menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan semangat hidup gotong-royong. Santri diajak keluar zona nyaman, berhadapan langsung dengan tantangan fisik dan sosial, serta belajar beradaptasi dengan lingkungan.
Acara Perkajum diselenggarakan selama dua hari satu malam, mulai dari pelepasan peserta pada kamis (17/7) siang, hingga perpulangan kembali ke pondok pada Jumat (18/7) sore. Para peserta dilepas oleh Al-Ustadz Ervan Sukoco, S.Th.I., M.Pd. di depan Gedung Aligarh. Dalam pidatonya, beliau berpesan agar seluruh peserta Perkajum menjaga sikap dan perilaku selama acara berlangsung. Beliau juga mengingatkan bahwa seluruh peserta membawa nama baik Pondok Modern Darussalam Gontor.
Untuk sampai di lokasi perkemahan, seluruh peserta berjalan kaki sejauh 6 kilometer selama satu setengah jam, mulai dari pukul 14.00-15.30 WIB di bumi perkemahan (buper) yang terletak di lapangan Desa Wilangan, tepatnya di samping SMP Negeri 2 Sambit, Ponorogo. Sesampainya di buper, adika dibantu pembina mendirikan tenda yang sudah dibawa oleh panitia sehari sebelumnya, sehingga peserta tidak perlu membawa tenda dalam perjalanan mereka. Perkajum tahun ini diikuti oleh 370 adika penggalang serta penegak, dan 180 pembina yang terbagi dalam 48 regu. Mereka berasal dari regu Macan, Garuda, Pencoba 1 Dan Pelaksana 2. Jumlah keseluruhan santri yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah 550 orang.
Selama perkajum, panitia menyediakan banyak aktivitas menarik dan mendidik untuk peserta, mulai dari senam, hiking, pawai obor, hingga pentas seni yang menjadi puncak kegiatan. Pawai obor serta Pentas seni diadakan pada kamis malam, sementara senam dan hiking pada keesokan harinya. Selepas hiking, para peserta melaksanakan shalat Jumat di masjid sekitar Buper. Kegiatan pun dilanjutkan dengan makan siang dan ditutup dengan perpulangan peserta ke pondok.
Perkajum bukan sekadar perkemahan semata, kegiatan ini adalah ruang latihan jiwa, medan juang, dan titik temu nilai-nilai luhur yang ditanamkan Trimurti pendiri PMDG; kedisiplinan, keikhlasan, dan kerja sama. Lewat acara ini, PMDG menyiapkan kader-kader masa depan yang tahan banting dan tak gentar menghadapi perubahan zaman.
GONTOR – Sains bukanlah sekadar kumpulan rumus dan teori. Di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), ilmu eksakta seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia adalah sarana untuk mengenal ciptaan Allah SWT dan menguatkan iman. Dengan pendidikan integratif antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, Gontor meneguhkan perannya sebagai lembaga pencetak ulama intelek yang tidak sekadar paham agama, tapi menguasai berbagai cabang ilmu dan mampu bersaing dengan masyarakat global.
Semangat tersebut tergambar dalam Laboratory Science Expo (LSE) 2025 yang digelar pada Jumat (18/7) oleh Exact Club, salah satu ekstrakurikuler santri di bidang studi eksakta yang berada di bawah naungan staf Laboratorium Sains KMI. Bertempat di halaman Gedung Aligarh, acara dimulai dari pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Al-Ustadz Suyanto, S.Ag., M.M.
LSE adalah ajang tahunan yang bertujuan menggali dan mengembangkan potensi para santri dalam bidang sains dan teknologi. Tahun ini, dengan mengusung maskot rubah, LSE menampilkan beragam karya ilmiah dari santri kelas 1-5 KMI berupa eksperimen lapangan dan pameran dari berbagai bidang seperti Fisika, Biologi, dan Kimia.
Tahun ini, LSE mengusung maskot seekor rubah sebagai simbol kecerdasan, kelincahan berpikir, dan ketajaman analisis. Rubah menjadi representasi semangat ilmiah santri; gesit dalam riset, tajam dalam logika, dan tenang dalam eksperimen dan observasi.
Kegiatan ini lebih dari sekadar pameran dan menjadi ajang edukasi yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan juga merupakan jalan menuju ketakwaan. Dengan tema “Menjadi Ulama Intelek, Bukan Intelek yang Hanya Tahu Agama,” PMDG mengingatkan pentingnya mencetak kader-kader pemimpin umat yang berilmu luas dan berpijak pada nilai-nilai Islam.
GONTOR – Tradisi intelektual berbasis kitab klasik terus dipertahankan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nalar kritis santri. Melalui kegiatan Fathul Kutub Siswa Kelas Akhir Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) 2025 The Brilliant Generation, PMDG menunjukkan konsistensinya dalam menanamkan nilai keilmuan Islam klasik yang berpadu dengan semangat modernitas. Kegiatan ini digelar selama enam hari, mulai Sabtu (12/7) – Kamis (17/7).
Digelar selama enam hari, Fathul Kutub membuka cakrawal santri dalam menalaah kitab-kitab turats tanpa bantuan terjemahan, menguji ketajaman berpikir mereka, dan mempraktikkan metode konklusi hukum dengan berbagai pendekatan mazhab. “Yang paling pokok adalah bisa memahami kitab-kitab itu,” tegas Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., menekankan pentingnya ketekunan dalam memahami perbedaan gaya bahasa setiap cabang ilmu seperti fikih, tauhid, dan hadits. Menurutnya, santri PMDG dituntut untuk menguasai ragam mazhab sebagaimana tertuang dalam kitab Bidayatu-l-Mujtahid, agar mampu membandingkan mana pendapat yang lebih kuat dan yang paling kuat dengan dalil yang kokoh.
Sebagai wahana diskusi, bahtsu-l-masail (observasi literatur), hingga presentasi, Fathul Kutub bukan sekadar latihan akademik, tapi panggung pembentukan nalar kritis yang didasari ruh keilmuan Islam. “Tidak cukup hanya tidak setuju, tapi harus berdasarkan ilmu, dengan dalil yang sahih, dan metode istidlal yang benar,” tambah Kyai Amal. Maka santri pun dituntut cermat; bukan hanya hafal ayat, tapi mengerti konteks penggunaannya.
Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa membaca kitab turats bukan hanya perkara intelektual, tetapi spiritual. “Pandai-pandai membaca, membacanya pakai nurani,” pesan KH. Hasan Abdullah Sahal, mengajak santri membedakan mana bacaan yang cukup diketahui dan mana yang perlu diamalkan. Baginya, pendidikan di Gontor bukan sekadar mencari ilmu pengetahuan, tetapi membentuk jiwa pendidik sejati.
Dalam sesi penutupan, KH. Masyhudi Subari, M.A. menggarisbawahi makna Fathul Kutub sebagai momentum awal perjalanan intelektual dan spiritual santri PMDG. “Mulai dari acara ini kita pintar membaca, pintar memahami, dan cerdas menulis. Kita memulai sejarah kita di Gontor,” ujar beliau.
Fathul Kutub bukan sekadar rutinitas akhir semester. Ia adalah refleksi dari semangat PMDG untuk melahirkan generasi berilmu yang kritis, mandiri, dan kokoh akidahnya. Dalam suasana keilmuan yang hangat dan menantang, para santri ditempa untuk mencintai ilmu, menghargai proses, dan memikul amanah sebagai penerus tradisi keilmuan Islam yang mencerahkan.
SIAK – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali meneguhkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang kaya akan nilai, tradisi, dan kreativitas. Dalam rangka menyambut satu abad berdirinya PMDG dan satu dekade eksistensi PMDG Kampus 12, digelar sebuah pertunjukan seni akbar bertajuk Darussalam All Star Show (DASS) pada Sabtu, 12 Juli 2025 atau bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H, bertempat di Lapangan Utama PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, kegiatan tahunan yang menjadi momen sakral dalam memperkenalkan seluruh aspek kehidupan pondok kepada para santri baru. Darussalam All Star Show menjadi wahana ekspresi seni dan budaya yang dikemas dengan profesionalisme tinggi oleh para santri Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor, tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan dan adab Islami yang menjadi fondasi utama PMDG.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I; Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 7, Al Ustadz H. Muhammad Ma’ruf Chumaidi; Wakil Direktur KMI PMDG Kampus 12, Al Ustadz Rifqi Inani, M.Pd.; serta guru senior PMDG, Al Ustadz H. Suroso Hadi. Selain itu, turut diundang berbagai pimpinan pondok pesantren se-Riau, tokoh masyarakat, aparat pemerintahan setempat, hingga perwakilan dari Baznas Siak dan PC IKPM Gontor Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Al Ustadz Himmah Azhar Latif menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat usia ke-100 tahun PMDG dan 10 tahun PMDG Kampus 12. “Inilah acara yang kita niati untuk bersyukur kepada Allah SWT, dan menjadi medan pendidikan bagi santri, guru-guru dan kita semua untuk mendapatkan pendidikan yang luar biasa,” ungkap beliau penuh haru dan semangat.
Pagelaran ini menampilkan 46 rangkaian acara yang disusun secara kreatif dan inspiratif, meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, puisi nusantara, pertunjukan hadroh, choir, drama bahasa, parade tarian nusantara dan internasional, shadow theatre, pantomim, hingga penampilan band dan nasyid bertema religi. Tak ketinggalan, iklan-iklan edukatif karya santri turut mewarnai panggung, menyampaikan pesan moral seputar akhlak, disiplin, ibadah, dan manajemen kehidupan pondok.
Pentas seni ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan juga sarana internalisasi nilai-nilai pondok dalam balutan seni yang elegan. Setiap segmen menampilkan kekompakan, ketertiban, kreativitas, dan kedisiplinan para santri, yang seluruhnya ditampilkan dengan semangat juang dan totalitas pengabdian.
Sebagai penutup, lantunan syahdu dari band santri mengiringi drama penutup yang sarat makna, dilanjutkan dengan grand closing yang khidmat. Darussalam All Star Show tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin, tetapi juga menjadi saksi bahwa Gontor adalah pondok yang senantiasa bergerak maju, mendidik dengan jiwa, dan membangun peradaban melalui generasi muda yang tangguh, beradab, dan berdaya cipta tinggi.
MAGELANG – Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter utuh yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebersamaan. Prinsip berdiri di atas dan untuk semua golongan, integrasi antara olah dzikir, olah fikir, olah rasa, olahraga, serta budaya Kerjasama menjadi pondasi utama dalam membina guru dan santri.
Dengan semangat tersebut, PMDG kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan kader pemimpin umat melalui kegiatan Muharram Cup 1447 H yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Darussalam (UNIDA) di PMDG Kampus 5 Darul Qiyam, Magelang pada Kamis (11/7) – Jumat (12/7). Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini merupakan wujud nyata aktualisasi nilai-nilai pondok dalam kehidupan para guru; sportifitas, ukhuwwah, keikhlasan, kesederhanaan, dan tanggung jawab.
Diselenggarakan dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Tahun Baru Islam 1447 H, Muharram Cup menjadi wadah untuk mempererat silaturahim dan membina sinergi antar guru dari seluruh kampus PMDG di pulau Jawa, yaitu: PMDG Kampus Pusat, PMDG Kampus 2, PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat, PMDG Kampus 4 Darul Muttaqin, dan PMDG Kampus 5 Darul Qiyam selaku tuan rumah. Tema “Membentuk Pribadi Cerdas, Membangun Generasi Islam Berkualitas” menggambarkan komitmen PMDG dalam mencetak pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga unggul secara rohani dan sosial.
Berbagai cabang perlombaan digelar mencerminkan pilar-pilar pendidikan PMDG seperti tilawah Al-Qur’an, adzan, debat tiga bahasa, cerdas cermat, cipta film pendek, fotografi, futsal, sepak bola, hingga rafting. Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kebersamaan antarkampus.
Dalam hasil akhir perolehan poin PMDG Kampus Pusat pulang sebagai juara umum dengan perolehan 1700 poin. Disusul oleh PMDG Kampus 5 yang turut menyabet gelar juara favorit, kemudian PMDG Kampus 2, PMDG Kampus 4, dan PMDG Kampus 3.
Muharram Cup 1447 H kembali menegaskan bahwa pendidikan di PMDG bukan hanya dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar di kelas. Ia adalah kehidupan santri itu sendiri yang penuh nilai Islam, kerja sama, dan pengabdian. Di sinilah para guru dididik, digembleng, dan dibina untuk menjadi contoh, bukan hanya bagi santri, tetapi juga masyarakat luas.
GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menunjukkan konsistensinya dalam memadukan nilai-nilai pendidikan Islam dengan kreativitas modern melalui Darussalam Art Day (DAD) yang diselenggarakan pada Jumat (11/7) di lapangan Gedung Aligarh. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa PMDG bukan hanya lembaga pendidikan yang menekankan aspek akademik, tetapi juga turut membina potensi santri di bidang seni budaya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan didampingi oleh Al-Ustadz Hakam Ar Rosyada, M.Pd.I. selaku penasehat kegiatan. Kehadiran beliau menegaskan bahwa seni merupakan bagian integral dari pendidikan PMDG. Dalam nasehatnya, Ustadz Hakam menekankan bahwa seni di Gontor bukan semata-mata hiburan, tetapi merupakan sarana pendidikan jiwa, pembinaan rasa, serta media dakwah.
DAD menampilkan berbagai pameran kesenian dari santri, di antaranya karya-karya seni gambar, kerajinan tangan, serta kaligrafi dan ornamen Islam klasik. Setiap karya mencermikan nilai keindahan yang berakar dari pemahaman spiritual dan intelektual santri,
Sebelum pembukaan pameran, acara diawali dengan penampilan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta penampilan istimewa dari sanggar teater PMDG Armada yang turut menyemarakkan suasana. Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan partisipasi bagian Koperasi Warung Pelajar yang menyediakan bazar dengan bermacam-macam hidangan.
Melalui kegiatan ini, PMDG menegaskan kembali bahwa pendidiakn bukan hanya soal ilmu, tapi juga pembinaan estetika, rasa, dan akhlak. DAD ini sejalan dengan moto pondok; berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.
GONTOR – Dalam rangka menyambut Festival Film Santri sebagai bagian dari Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), staf Gontor TV menyelenggarakan kegiatan seminar sinematografi dan penulisan naskah bersama pasangan profesional di dunia perfilman, Bambang Sugianto dan Lintang Sugianto. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Ahad (29/6) hingga Senin (30/6), dan diikuti oleh para guru dan santri yang aktif dalam bidang seni film dan multimedia.
Seminar dilaksanakan secara intensif dan padat, memadukan teori dan praktek langsung. Dalam seni sinematografi, Bambang Sugianto menekankan pentingnya bahasa visual dalam film. “Film itu adalah bahasa gambar. Kalau di film banyak dialognya justrusalah. Bagaimana caranya tanpa dialog penonton bisa paham (apa yang ingin disampaikan),” ungkapnya, menyoroti bahwa kekuatan sinematik terletak pada kemampuan visual bercerita tanpa perlu banyak kata.
Sementara itu, Lintang Sugianto membawakan materi seputar penulisan naskah dan skenario film. “Skenario adalah ibunya film. Kualitas skenario kalian menentukan bagus-tidaknya film kalian,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa proses kreatif penulisan dimulai dari ide yang kuat, premis yang tajam, hingga treatment yang menjadi jembatan menuju scenario utuh. “Film itu fiksi yang kita geret ke dunia nyata. Buatlah premis yang tidak tanggung,” tambahnya.
Dalam sesi praktek, para peserta diajak mengembangkan ide cerita, Menyusun premis, hingga membuat treatment dan skenario. Struktur cerita tiga babak – pengenalan, konflik, dan resolusi – dijadikan kerangka utama penulisan, dengan penekanan pada rising time, puncak konflik, dan cara menjaga emosi penonton agar tetap terlibat dalam alur film.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan intensif bagi para santri dan guru di bidang perfilman, sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Film Santri yang akan digelar dalam rangka 100 tahun usia pondok. “Melalui kegiatan ini, kualitas peserta dalam bidang seni film diharapkan dapat berkembang, dan mampu menghasilkan karya-karya sinematik yang kuat secara konsep dan teknik,” tutur salah satu staf Gontor TV.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan pengalaman luar biasa yang dibagikan oleh pemateri, seminar ini menjadi titik awal lahirnya generasi kreatif santri yang mampu berbicara lewat bahasa gambar dan ide yang tajam.
MANTINGAN – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 mengadakan Pembukaan Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia. Acara tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Rentetan acara Intelligence Olympiad terdiri dari Pembukaan pada Selasa (8/6), berlanjut dengan masa perlombaan hingga Rabu (9/6), lalu Seminar Intelektual Muslimah pada Kamis (10/6), dan Penutupan pada Jum’at (11/6). Adapun kegiatan bertempat di PMDG Putri Kampus 1, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.
“Acara pada pagi hari ini merupakan rentetan acara 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang sudah dimulai pembukaannya pada tahun 2023. Kita akan selalu mengadakan acara-acara, baik di kampus putra dan kampus putri,” tutur Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., pada sambutan beliau di awal acara.
Kompetisi ini diikuti oleh 32 pesantren dengan total peserta 217 santriwati dari berbagai pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Kompetisi terdiri dari beberapa macam perlombaan seperti: Debat Berbahasa Indonesia, Cerdas Cermat, LKTI, Poster, dan Pidato. Tak hanya itu, para peserta akan mengikuti Seminar Intelektual Muslimah yang akan diisi oleh beberapa tokoh Muslimah intelektual.
Hadir dalam acara ini Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., Bapak Wakil Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Bapak Ketua Panitia 100 Tahun PMDG; Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., dan Dr. Khoirul Umam, M.Ec., seluruh jajaran guru, santriwati, serta finalis dan pembimbing perlombaan Intelligence Olympiad.
“Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan lapangan penghidupan. Jadi bukan sekadar bagaimana mengisi dompet, tapi bagaimana membangun sebuah tujuan hidup,” ujar Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., di hadapan hadirin dan tamu undangan.
Rangkaian kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor telah berlangsung sejak 2024 lalu dengan diawali sujud syukur atas bertambahnya usia pondok yang ke-100 dalam penanggalan hijriyah dan akan mencapai puncaknya pada 2026 nanti. Berbagai event menarik seperti Festival Bahasa Arab dan Inggris Pondok Putri Se-Indonesia, Gontor Olympiad, Cipta Lagu, Haflah Tilawati-l-Qur’an dan Haflah Hifdzhu-l-Qur’an Tingkat Nasional, akan diadakan untuk meramaikan momen bersejarah tersebut.
“Maka hari ini antum dikumpulkan, apalagi putri-putri ini insya Allah nanti akan membina anak-anaknya, sehingga anak-anaknya menjadi anak-anak yang alim, intelek, santri yang intelek,” kata K.H. Hasan Abdullah Sahal di akhir acara.
Intelligence Olympiad Pesantren Putri Se-Indonesia tidak hanya merupakan ajang kompetisi kecerdasan semata, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk menggali makna mendalam dari setiap ilmu yang dipelajari. Besar harapan, ajang ini mampu memberikan pengalaman yang bermakna serta mendorong optimalisasi potensi intelektual santriwati secara menyeluruh.