Home Blog Page 26

Pentas Seni Calon Pelajar 2025: Mencetak Generasi Emas Melalui Pendidikan Seni

0

MANTINGAN – Malam itu, langit Gontor Putri Kampus 2 memantulkan cahaya yang berbeda. Di antara gemerlap lampu dan semangat yang berpadu, para Calon Pelajar menapaki panggung untuk pertama kalinya. Pentas Seni Calon Pelajar bukan sekadar pertunjukan; ia merupakan wadah bagi jiwa-jiwa muda yang siap ditempa, menyalurkan nilai-nilai Islam melalui warna, suara, dan gerakan yang luhur.

Seni sebagai Medium Pendidikan
Acara ini berlangsung pada Kamis, 25 Rabi’ul Akhir 1447 H, bertepatan dengan 16 Oktober 2025. Hadir dalam kesempatan tersebut Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A., Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, dan Al-Ustadz Dr. Ahmad Soeharto, M.Pd.I., Wakil Direktur KMI, serta segenap asatidz dan ustadzat. Pagelaran bertajuk “Golden: Siap Mencetak Generasi Emas untuk Peradaban Umat Dunia” ini diselenggarakan sebagai sarana melatih keberanian, kerja sama, dan kreativitas yang diimbangi dengan nilai-nilai islami.

Beragam penampilan disuguhkan, mulai dari drama perjuangan, lantunan nasyid yang membangkitkan semangat, choral speaking tentang kebersamaan bersama guru dan teman, hingga tarian islami yang memadukan keindahan dan kesopanan. Melalui kegiatan ini, Gontor menghidupkan ruh tarbiyah dalam setiap aktivitasnya, menjadikan seni sebagai bagian dari pendidikan yang menyeluruh.

Pesan Pendidikan Direktur KMI
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kulliyyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah PMDG, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Pentas Seni Calon Pelajar 2025. Beliau menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata hasil pendidikan Gontor selama hampir empat bulan masa pembinaan calon pelajar, sejak kedatangan hingga malam pentas seni.

Beliau menegaskan, “Kepercayaan dan iman para wali santri yang menitipkan putri-putrinya sepenuh hati kepada Gontor merupakan pilihan Allah, karena perjalanan tersebut adalah fii sabiilillah. Jarang terdapat, sukar dicari, mahal harganya.”

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa para calon pelajar adalah anak-anak pilihan Allah yang diberi kesempatan untuk belajar dan dibina di Gontor. “Inilah yang menjadikan kami semakin yakin bahwa apa yang akan kami berikan dan dididikkan di Gontor akan memberikan makna yang sangat berarti, yang akan menjamin keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat setelah kita berjuang di Gontor nanti.” Acara kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Dr. Ahmad Soeharto, M.Pd.I., sebagai tanda dimulainya secara resmi Pentas Seni Calon Pelajar 2025.

Menempa Jiwa Calon Pelajar
Persiapan para calon pelajar tidak hanya melahirkan mahakarya di atas panggung megah, tetapi juga menempa hati dan jiwa mereka agar siap melangkah sebagai santriyah. Bimbingan para asatidz dan ustadzat mengiringi setiap langkah persiapan, menjadikan penampilan bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan—untuk mendidik, memperindah akhlak, dan menginspirasi.

Sorak gembira dan senyum bahagia menghiasi wajah para penonton, bersatu dengan rasa bangga atas hasil kerja keras dan kebersamaan calon pelajar dalam membentuk harmoni.

Generasi Emas untuk Peradaban Umat
Melalui tema “Golden”, Gontor Putri Kampus 2 menegaskan bahwa sebuah peradaban tidak hanya diisi oleh orang-orang yang cerdas, tetapi juga terampil, disiplin, beradab, dan berjiwa pemimpin. Generasi Emas bukan lahir dari kemewahan, tetapi dari ujian, perjuangan, dan tempaan yang membakar semangat menjadi keberkahan. Mereka adalah generasi yang siap berkhidmat kepada umat dan membawa nilai-nilai Islam ke pentas peradaban dunia.

Tasyakkur, Tadzakkur, Tafakkur
Menjelang penutupan pagelaran, para calon pelajar melantunkan doa dan rasa syukur. Mereka belajar bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan, dakwah, dan penyebar keindahan Islam. Pentas seni ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah naungan Gontor, setiap kegiatan diarahkan untuk membentuk insan berkarakter, beradab, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Peradaban Dunia.

(Berita: Veronica. Foto: Shofwa, Aya, Nisrina. Penyunting: Nisrina)

Related Articles:

Tahun Ini, Calon Pelajar PMDG Kampus Putri Dinyatakan Lulus Seluruhnya

Maklumat Pembukaan Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar 1446-1447/2025-2026

Darul Qiyam Fusion Games 2025 Resmi Dibuka, Padukan Kekuatan Akal, Raga, dan Rasa

0

Magelang – Langit Magelang tampak sedikit mendung pada Jumat (17/10) pagi. Namun, cuaca itu tidak menyurutkan semangat 932 santri dan 240 guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam. Tepat pukul 06.25 WIB, lapangan utama pondok bergemuruh oleh sorak kebersamaan saat Darul Qiyam Fusion Games (DQFG) 2025 resmi dibuka.

Ajang akbar bertema “Fusion of Energy, Rhythm in Unity” ini diawali dengan prosesi pengibaran bendera DQFG oleh petugas upacara. Suasana menjadi khidmat ketika Wakil Direktur KMI, Al Ustadz Muhib Huda Muhammady, M.A., menyampaikan sambutan pembuka. Ia menegaskan bahwa DQFG merupakan wadah pembinaan total yang menyeimbangkan kekuatan akal dan jasmani.

“Al-‘aqlu-s-salim fi-l-jismi-s-salim. Akal dan badan harus selalu berimbang, saling mengisi. Maka, manfaatkan kekuatan ini untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai santri, guru, dan hamba Allah SWT,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjadi mukmin yang kuat. “Al-mu’minu-l-qawiyyu khairun min-al-mu’mini-d-dha’if. Jangan lemah dalam jiwa, lemah dalam pikiran, atau lemah dalam badan,” tegasnya sebelum memimpin doa bersama.

Puncak seremoni ditandai dengan pembukaan simbolis. Wakil Pengasuh PMDG Kampus 5, Al Ustadz Imam Haryadi, M.S.I., didampingi Al Ustadz Muhib Huda, menyalakan api obor olimpiade. Kobaran api disambut riuh tepuk tangan seluruh peserta, menandai dimulainya kompetisi yang akan berlangsung selama sepekan.

Usai prosesi formal, lapangan berubah menjadi panggung atraksi. Marching Band Bahana Nada Darul Qiyam (MBBND) tampil memukau membuka rangkaian hiburan dengan membawakan dua lagu, yaitu “Oh Pondokku” dan “Dreamer.”

Sesuai namanya, Fusion Games merupakan perpaduan lima divisi utama: olahraga, ketangkasan, keilmuan, kesenian, dan kepramukaan. Seluruh kompetisi ini akan berlangsung hingga Jumat (24/10) mendatang.

“Ada olah jiwa, ada olah rasa, ada olah pikir, ada olah raga—semuanya jadi satu. Semua potensi yang ada di Darul Qiyam akan ditampilkan,” tambah Ustadz Muhib, merujuk pada totalitas pembinaan dalam DQFG.

Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan implementasi nyata pendidikan holistik. Harmoni energi dan irama kebersamaan berpadu dalam satu kesatuan keluarga besar Darul Qiyam.

(Berita: Asyam, Fotografer: Multimedia PMDG Kampus 5, Penyunting: Alif)

Related Articles:

Khazanah Pendidikan dalam Gontor Olympiad

Tingkatkan Sportivitas Santri Dengan Gontor Olympiad

Gontor Olympiad 2025 Tanamkan Nilai Kehidupan Lewat Semangat Sportivitas

Seminar DCC Tekankan Etika Pemanfaatan Teknologi bagi Santri

0

GONTOR – Darussalam Computer Center (DCC) Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar Seminar Teknologi 2025 di Aula Robithoh pada Kamis (16/10) malam. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian DCC Exhibition, ajang tahunan yang menampilkan karya santri dalam bidang teknologi dan inovasi digital.

Sebanyak 225 santri kelas 1–6 KMI turut hadir dalam seminar yang menghadirkan Bapak Prasetyo Purnomo, S.Kom., M.Kom., dosen Universitas Amikom Yogyakarta, sebagai pembicara utama. Mengangkat tema “Cara Penggunaan AI yang Baik & Benar dalam Bidang Pendidikan”, ia menekankan pentingnya pemahaman etis dalam memanfaatkan kecerdasan buatan di dunia pendidikan.

“Saya tetap percaya bahwa ada satu hal yang hanya dimiliki manusia, yaitu nurani. Manusia yang memberi data kepada AI. Salah dan benarnya sebuah AI tergantung pada manusia yang punya hati, nurani, dan emosi. Itu yang tidak akan tergantikan,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Selama hampir dua jam, para santri menyimak materi mengenai teknik penulisan prompt, etika penggunaan AI, serta pandangan kritis terhadap isu bahwa AI akan menggantikan peran manusia. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.

Acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama. Sebelum menutup seminar, Prasetyo menyampaikan harapannya agar santri Gontor terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. “Jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan ilmu. Dunia digital menuntut adaptasi dan semangat belajar yang tinggi,” pesannya.

Melalui seminar ini, DCC berupaya memperkuat literasi teknologi di kalangan santri. Di tengah perubahan zaman, santri Gontor bukan hanya piawai menelaah kitab kuning, tetapi juga mampu menulis baris-baris kode dan berkontribusi dalam kemajuan dunia digital.

(Berita : Fadhil, Foto : Bag, Fotografi OPPM, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Exhibition DCC 2025: Melahirkan Santri Inovatif di Bidang Teknologi

DCC Kampus Gontor Adakan Seminar Film Animasi

Tingkatkan Minat Berteknologi di PMDG, DCC Gelar Seminar ‘GGOS’

Gontor Olympiad 2025 Tanamkan Nilai Kehidupan Lewat Semangat Sportivitas

0

GONTOR – Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus berjalan hingga keluar ruang kelas. Nilai-nilai kehidupan tumbuh subur di setiap sudut pondok, termasuk di lapangan dan arena perlombaan. Semangat inilah yang menggema pada pembukaan Gontor Olympiad 2025, sebuah perhelatan akbar tahunan yang menjadi simbol pendidikan kebersamaan, sportivitas, dan semangat juang.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa santri harus totalitas jika diberi amanah. “Gontor kalau membuat olimpiade yang sukses itu biasa,” ujar beliau. Nilai pendidikan tersebut terealisasikan lewat pembukaan Gontor Olympiad ini, di mana santri dan guru berkolaborasi menyuguhkan penampilan yang menarik dan atraktif.

Acara ini dibuka secara resmi oleh salah satu guru PMDG, Dr. H. Husni Kamil Djaelani, M.Ag., pada Jumat (17/10), di Lapangan Sepak Bola PMDG. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Gontor Olympiad bukan sekadar kompetisi olahraga. 

“Kita tidak bicara tentang olimpiade, tapi Gontor senantiasa mengajarkan kehidupan kepada kita,” ujar beliau. Ustadz Husni menambahkan, pondok memberikan ruang bagi santri untuk bergerak dan berkreasi, bukan semata untuk menang, melainkan untuk menampilkan permainan terbaik dengan keikhlasan dan tanggung jawab. 

“Pondok ini tidak pernah tidur dalam rangka menciptakan visi yang cerah dan misi yang berani. Pondok menjadikan kalian kader-kader pemimpin umat, menjadi mundzirul qaum,” lanjut beliau di hadapan ribuan santri yang memenuhi lapangan. Baliau juga mengingatkan pentingnya menjaga jiwa kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT.

Pembukaan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan dari para santri, mulai dari Marching Band Gema Nada Darussalam, Grand Opening, tabloid pramuka, tabloid olahraga, hingga persembahan lagu tema resmi Gontor Olympiad tahun ini. Suasana kian semarak saat karya santri berupa robot raksasa pembawa obor dinyalakan oleh Ustadz Husni dan menjadi simbol dimulainya rangkaian lomba.

Gontor Olympiad 2025 akan berlangsung selama enam hari hingga Jumat (24/10) mendatang. Sejumlah divisi akan dipertandingkan, antara lain olahraga, kepramukaan, fun games, keilmuan, dan kesenian. Melalui kegiatan ini, santri diajarkan arti kerja sama, kerja keras, dan ketulusan bahwa kemenangan sejati bukan di podium, melainkan dalam usaha menampilkan permainan terbaik.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)

Related Articles :

Khazanah Pendidikan dalam Gontor Olympiad

Tingkatkan Sportivitas Santri Dengan Gontor Olympiad

MENUAI PRESTASI DAN MENGUATKAN UKHUWAH DALAM PENUTUPAN GONTOR OLYMPIADE

Petualangan Ilmiah Santri Gontor di Eco Green Park, Taman Ekosistem Terbesar di Indonesia

0

MALANG Bagian Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk Science Adventure 2025 pada 7–8 Oktober 2025. Program ini menjadi wahana pengembangan wawasan dan pengalaman ilmiah bagi para santri, sekaligus sarana memperluas cakrawala keilmuan secara aplikatif di lapangan.

Rombongan santri berangkat dari PMDG Kampus Pusat pada Selasa (7/10) menuju PMDG Kampus 3 Darul Ma’rifat, Kediri. Kunjungan pertama dilakukan ke Pabrik Susu Murni, tempat para santri belajar langsung tentang proses pengelolaan susu sapi, mulai dari pembiakan sapi perah, perawatan, hingga pengolahan susu murni siap distribusi.

Malam harinya, kegiatan berlanjut di Laboratorium Sains PMDG Kampus 3. Di sana, para santri berdiskusi dan bertukar pengalaman bersama rekan sejawat serta para asatidz pembimbing. Rombongan juga mendapat sambutan hangat dari Wakil Pimpinan PMDG Kampus 3, Al-Ustadz Heru Wahyudi, S.Ag., M.Pd., yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis riset dan eksplorasi lapangan.

Pada Rabu pagi (8/10), rombongan melanjutkan perjalanan menuju Eco Green Park, Malang; taman ekosistem terbesar di Indonesia. Di tempat ini, para santri disambut suasana alam yang asri dan berbagai wahana edukatif modern.

Mereka mengunjungi Taman Edukasi Biogas yang memperlihatkan pemanfaatan limbah organik sebagai energi ramah lingkungan, Taman Edukasi Biokompos, serta Taman Edukasi Jamur Tiram yang memperkenalkan proses daur ulang alami dan teknologi sederhana untuk keberlanjutan lingkungan.

Tak kalah menarik, para santri juga mengunjungi wahana Insectarium, tempat ribuan spesies serangga dikoleksi dan diteliti. Mereka berkesempatan mengamati keragaman serangga dari berbagai belahan dunia serta memahami peran pentingnya dalam keseimbangan ekosistem.

Selain aspek edukatif, kunjungan ini juga menghadirkan pengalaman rekreatif. Para santri menikmati keindahan taman burung yang dihuni berbagai spesies eksotis. Beberapa di antara mereka berinteraksi langsung dengan burung-burung langka yang dilestarikan pihak pengelola.

Melalui kegiatan Science Adventure 2025, para santri memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan sains terapan, serta turut menumbuhkan sikap ilmiah, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

(Berita : Bag. Laboratorium Sains PMDG, Foto : Bag. Laboratorium Sains PMDG, Reviewer : Biro Hubungan Masyarakat PMDG)

Related Artciles :

Expo DLC (Darussalam Laboratorium Club) Ramaikan Suasana Pagi Gontor Putri Kampus 2

Ajang Persaingan Akademik Eksak : Exact Week 2018

Tingkatkan Kualitas Exact, Gontor Adakan Pelatihan Matematika

International Islamic Edu Fair: Dari Pesantren Membangun Peradaban Dunia

0

Surakarta – Pondok pesantren kembali menunjukkan peran positifnya dalam membangun nilai-nilai pendidikan yang berharga bagi Indonesia. Pada Senin (13/10), para masyayikh dan santri dari berbagai pesantren se-Solo Raya berkumpul dalam acara Closing Ceremony International Islamic Edu Fair (IIEF) 2025 yang diselenggarakan di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Acara penutupan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Hasan Abdullah Sahal, serta beberapa tokoh pesantren lainnya, di antaranya Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Isy Karima Karanganyar, K.H. Syihabuddin Abdul Muiz, dan da’i asal Jeddah, Sheikh Ghiyas Abdul Baki.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Senin (11–13/10), memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di kawasan Solo Raya. Berbagai unit usaha dari pesantren turut meramaikan acara dengan membuka stan produk unggulan mereka.

Acara ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Masyarakat dari berbagai daerah di Solo Raya datang untuk berpartisipasi dan menyemarakkan kegiatan tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Sheikh Ghiyas Abdul Baki menyampaikan rasa bahagianya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menuturkan, “Acara ini sangat menginspirasi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.”

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal menjadi pembicara utama dalam International Islamic Edu Fair.

Sementara itu, Kiai Hasan Abdullah Sahal selaku pembicara utama menegaskan bahwa perkembangan pesantren memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Dalam pidatonya beliau menyampaikan, “Pondok pesantren berdiri dan didirikan karena adanya kemauan, keterpanggilan, hati, dan hidayah dari Allah.”

Kiai Hasan juga berinteraksi langsung dengan para pengunjung untuk berdiskusi tentang pandangan mereka terhadap eksistensi pesantren di era modern ini.

Menutup acara, beliau bersama para masyayikh mengunjungi stan-stan unit usaha pesantren se-Solo Raya.

Melalui kegiatan IIEF 2025 ini, diharapkan peran pesantren semakin kuat dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia, sekaligus turut berkontribusi dalam membangun peradaban dunia.

(Penulis: Adha, Fotografer: IKPM Solo, Penyunting: Winka)

Related Articles:

Festival Ulama Muda Meriahkan Darul Qiyam Fair 2025 di Magelang

Kiai Hasan Hadiri Acara Bekasi ‘Islamic Fair’ dan Rapat Dewan Nazir PP. Darunnajah

Kiai Hasan Isi Kajian di Masjid Moed’Har Arifin, Gresik

Fathul Kutub: Bukti Eksistensi Tradisi Keilmuan Islam di Gontor

0

GONTOR — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar kegiatan tahunan Fathul Kutub bagi siswa Kelas 5 KMI. Acara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di Gedung Olahraga PMDG, dan dihadiri oleh seluruh siswa Kelas 5 KMI dari berbagai kampus serta para guru KMI.

Fathul Kutub merupakan salah satu program PMDG dalam rangka menanamkan kemampuan membaca dan memahami kitab-kitab turats (kitab kuning) kepada para santri. Melalui program ini, santri diajak untuk menggali langsung sumber-sumber keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama sejak berabad-abad lalu. Kitab-kitab yang dipelajari meliputi bidang tauhid, fikih, hadis, dan tafsir, dengan menggunakan kitab-kitab yang sudah masyhur di dunia pesantren Indonesia, seperti Fathul Qarib, Tafsir Al-Jalalain, Maraqi Al-‘Ubudiyyah, dan lainnya.

Program ini tidak hanya bertujuan agar santri mampu membaca kitab berbahasa Arab, tetapi juga memahami kandungan ilmunya, menyadari perbedaan pandangan para ulama, serta menumbuhkan sikap toleran dan bijak dalam menyikapi khazanah keislaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., didampingi oleh Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. Dalam sambutannya, Kiai Akrim menegaskan bahwa kegiatan Fathul Kutub merupakan wujud nyata dari amanat Piagam Wakaf PMDG, yang menegaskan Gontor sebagai sumber ilmu pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Qur’an (Arab), dan ilmu pengetahuan umum yang berjiwa pondok.

“Kita harus mempelajari agama dari Al-Qur’an dan kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama. Oleh karena itu, kita harus mempelajari bahasa Arab, yang merupakan bahasa Al-Qur’an,” tutur beliau di hadapan seluruh peserta.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan Fathul Kutub bukan hanya sebagai latihan membaca kitab, melainkan juga sebagai penguatan penguasaan bahasa Arab aktif, baik dalam berbicara, membaca, maupun menulis. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan Gontor yang menekankan penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa ilmu dan komunikasi. Dengan demikian, Fathul Kutub menjadi sarana untuk menumbuhkan tradisi ilmiah yang hidup, kritis, dan beradab, sebagaimana cita-cita besar Gontor sebagai lembaga pendidikan Islam yang berjiwa pesantren.

Kegiatan Fathul Kutub tahun ini diikuti oleh 702 santri Kelas 5 KMI dari seluruh kampus Gontor dan akan berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Oktober 2025. Melalui program ini, diharapkan para santri mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya fasih membaca teks-teks klasik, tetapi juga memahami semangat keilmuan Islam yang luhur, serta menjadikannya bekal untuk berkhidmat di tengah umat dengan ilmu, adab, dan bahasa yang baik.

(Berita : Winka, Foto : Arsy, Penyunting : Alif)

Related Articles :

PMDG Selenggarakan Fathul Kutub, Tegaskan Tradisi Intelektual Pesantren

Fathul Kutub Bekali Santri untuk Hadapi Permasalahan Kontemporer

Fathul Kutub-Membaca, Memahami, dan Menjelaskan pembahasan dari Kutubu-t-Turats

Vocal Group Inter Dormitories Perkuat Ukhuwwah Santri dan Pengurus

0

GONTOR-Vocal Group Inter Dormitories di Pondok Modern Darussalam Gontor sukses digelar pada Jumat (10/10). Kompetisi ini merupakan medium konkret bagi para santri untuk mengimplementasikan Panca Jiwa yang menjadi fondasi pendidikan pondok.

Semangat ukhuwwah islamiyyah tercermin nyata dalam kolaborasi antar anggota dan pengurus asrama. Mereka pun turut ditantang untuk mengekspresikan ide lewat lagu dan koreografi yang mereka tampilkan. Segala persiapan mulai dari latihan hingga properti yang digunakan menjadi tanggung jawab setiap asrama, sehingga kedewasaan mereka pun turut terlatih.

Acara yang dipandu oleh Al Ustadz Anwar Boyaman ini berlangsung maraton dari pukul 07.30 hingga 16.00 di Gedung Olahraga (GOR) PMDG. Kegiatan ini ditegaskan sebagai wadah strategis untuk mempererat tali persaudaraan antar santri dan pengurus asrama sekaligus mengembangkan minat dan bakat di bidang musik dan seni vokal. Para santri didorong untuk menunjukkan kreativitas terbaiknya dalam performa yang ketat.

Setelah serangkaian penampilan yang memukau, juri menobatkan asrama Aligarh Lantai 2 sebagai Juara Umum. Kemenangan mereka ditopang oleh dominasi di kategori penghargaan khusus, yaitu sebagai Musik Terbaik dan Koreografi Terbaik. Sementara itu, Syiria Lantai 2 tidak kalah mencuri perhatian dengan menyabet gelar Kostum dan Properti Terbaik.

Dalam kategori asrama kibar, persaingan skor menunjukkan selisih tipis yang ketat. Asrama Yaman berhasil meraih nilai 1540, diikuti ketat oleh Sholihin (1515) di posisi kedua, dan Aligarh Lantai 1 (1440) yang menempati posisi ketiga. Pada kategori asrama shigor, Aligarh Lantai 2 memimpin jauh dengan skor 1680, mengungguli Syiria Lantai 2 (1550) dan Indonesia 2 Lantai 2 (1505).

(Berita: Ghazi, Fotografer: Azhar, Penyunting: Alif)

Related Articles:

Penghujung Acara Liburan, Vocal Group Antar Rayon Meriahkan Darussalam

Vocal Group Antar Rayon Ajang Menggali Potensi Santri

Vocal Group Antarrayon, Mendidik Kesungguhan Santri

Exhibition DCC 2025: Melahirkan Santri Inovatif di Bidang Teknologi

0

Ponorogo — Exhibition DCC 2025 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putra Kampus Pusat resmi digelar. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang yang konsisten melahirkan santri-santri inovatif, khususnya dalam bidang teknologi informatika.

Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz Muhammad Hadana Sabila, S.Ag., selaku Direktur DCC, para guru, serta seluruh santri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Muhammad Hadana Sabila, S.Ag. menekankan pentingnya pemahaman terhadap teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), di era yang semakin maju ini. Beliau menyampaikan:

“Walaupun kita santri kita juga harus mempunyai pemahaman tentang AI (Artifical Intelligence) yang sangat penting untuk skil kita ketika diluar nanti.”

Acara Exhibition DCC 2025 dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Dalam kegiatan ini, terdapat delapan stand utama yang menampilkan berbagai aspek teknologi dan kreativitas, yaitu: Showing and Games, Videography, Photography, Robotic and Shop, Gigabyte, D-Tech, serta Design Graphic. Setiap stand menghadirkan inovasi, kreativitas, dan karya unggulan dari para asisten DCC, yang dirancang dengan konsep dan tema berbeda sesuai bidang masing-masing. Hal ini memberikan wawasan yang luas kepada para pengunjung mengenai perkembangan teknologi dan dunia digital masa kini.

Santri yang mengunjungi stand-stand tersebut juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para asisten DCC yang siap memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan seputar teknologi komputer. Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab, game edukatif, serta pemaparan proses kreatif dalam pembuatan karya, seperti desain grafis dan animasi 3D.

Exhibition DCC 2025 menjadi sarana pembelajaran interaktif yang bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, serta apresiasi terhadap dunia digital dan teknologi informasi. Secara keseluruhan, acara ini menjadi wadah bagi para santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) untuk mengekspresikan ide-ide segar, berbagi pengetahuan, dan menginspirasi sesama dalam menggali potensi besar di bidang teknologi dan desain.

(Berita: Zulhan, Fotografer: Dejuan, Penyunting: Alif)

Related Articles:

DCC Kampus Gontor Adakan Seminar Film Animasi

Ciptakan Muslimah Melek Teknologi, DCC Adakan Kursus Komputer

KML 2025: Di Bawah Langit Gontor Putri Kampus 3, Jiwa Pembina Ditempa

0

“Dengan kegiatan kepramukaan yang Islami, kita lahirkan pembina yang tangguh dan berakhlak karimah.”

Rabu malam (8/10), halaman Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 diterangi cahaya lampu dan barisan peserta yang berdiri rapi. Di bawah langit yang tenang, Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) resmi ditutup, menandai berakhirnya perjalanan tujuh hari penuh disiplin, pelajaran, dan perenungan diri.

Kegiatan yang berlangsung sejak 2 Oktober ini merupakan wadah pembinaan karakter dan mental. Al-Ustadz Farisma Jiatrahman, M.Pd., Ketua Kerumahtanggaan KML, menegaskan,
“Kegiatan ini adalah media pendidikan bagi kita semua. Ia bukan rutinitas, melainkan wadah pembinaan karakter dan mental agar lahir pembina tangguh yang berakhlak karimah.”

Selama sepekan, sebanyak 314 peserta yang terdiri dari siswi kelas akhir KMI dan mahasiswi guru menjalani agenda padat: materi, praktik lapangan, hingga malam refleksi. Mereka belajar bukan hanya tentang tali-temali atau baris-berbaris, tetapi juga kepemimpinan, ketulusan, dan pengabdian.

Suasana Baru, Semangat Baru

Tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Jika sebelumnya kegiatan berpusat di dalam area kampus, kini sebagian agenda dipindahkan ke sekitar lapangan Bapenta. Udara terbuka memberi semangat baru bagi para peserta.

“Alhamdulillah, perubahan ini mendapat respons positif dari semua pihak,” ujar Ustadz Farisma.

Para pelatih mengakui antusiasme peserta yang luar biasa. Dari upacara pembukaan hingga penjelajahan lapangan, setiap momen dijalani dengan kesungguhan. Malam-malam panjang menjadi saksi tumbuhnya kedisiplinan dan persaudaraan.

Unggun Gembira dalam penutupan Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) di PMDG Putri Kampus 3

Kesan yang Tak Terlupakan

Dalam sesi kesan dan kenangan, Erina Aristawidya Karsono mewakili peserta menyampaikan dengan suara bergetar:

“Kami tak mampu menggambarkan betapa bermaknanya waktu yang kita habiskan ini. Rasanya terlalu cepat berlalu. Terima kasih atas ilmu, nasihat, dan teguran yang begitu berharga.”

Ia menutup dengan kalimat penuh haru:
“Pertemuan dengan kakak-kakak pelatih akan selalu kami kenang sebagai bagian berharga dari perjalanan hidup kami.”

Tepuk tangan panjang pun menggema, menandakan rasa syukur dan kebersamaan yang terjalin di hati seluruh peserta.

Pesan Wakil Pengasuh: Menjadi Pramuka yang Menenangkan

Dalam sambutan penutupan, Al-Ustadz Dr. Nurul Salis Alamin, M.Pd.I., selaku Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 3, memberikan nasihat mendalam.

“Seorang pembina Pramuka sejati bukan hanya profesional dalam tugasnya, tetapi juga memiliki mentalitas dan kepribadian Islami yang kokoh.”

Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Tunjukkan hasil pendidikan ini dalam perilaku sehari-hari — jadilah pribadi yang menenangkan, menyenangkan, dan bermanfaat bagi orang lain.”

Tantangan dari Kwarcab Ngawi: Mengabdi Tanpa Batas

Penutupan resmi ditandai dengan sambutan Ketua Harian Kwartir Cabang Ngawi, Drs. Mahfudzi, M.Pd. Beliau menyampaikan kebanggaan atas lahirnya 314 pembina baru.

“Kelulusan ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian sesungguhnya.”

Beliau juga mengingatkan bahwa ijazah KML diakui secara nasional bahkan internasional.
“Jika suatu saat kalian mengabdi di luar negeri, ijazah ini tetap berlaku,” ucapnya disambut sorak gembira peserta.

Para Bintang KML 2025

Dari ratusan peserta, sembilan nama terpilih sebagai yang terbaik di masing-masing golongan.
Untuk Golongan Siaga, penghargaan diraih oleh Kak Nabila (172), Kak Dhia Nada (170), dan Kak Halwa Khoerun Nisa’ (168).
Di Golongan Penggalang, predikat terbaik diberikan kepada Kak Meutya Amalia (172), Kak Rahmania Eliza (166), dan Kak Nur Ika Salsabila (164).
Sementara itu, Golongan Penegak menempatkan Kak Hera Juli (180), Kak Mutiatul Afrida (172), dan Kak Nur Istiqomah (170) sebagai peraih nilai tertinggi.

Sorak gembira pun pecah ketika nama-nama itu disebut. Namun di balik tepuk tangan itu, tumbuh kesadaran bahwa setiap peserta telah memenangkan perjuangan terbesar—mengalahkan diri sendiri.

Refleksi Penutup: Dari KML Menuju Kehidupan

KML bukan hanya kursus, tetapi perjalanan spiritual dan intelektual. Ia menanamkan nilai-nilai Gontor: keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini melahirkan generasi pembina yang tak hanya sanggup memimpin regu, tetapi juga memimpin diri, menjaga integritas, dan menebar manfaat.

Ketika lampu mulai redup dan langit kembali hening, para peserta menyanyikan lagu penutup dengan mata berkaca-kaca. Di antara mereka mungkin ada yang berbisik pelan:

“Kami datang sebagai peserta,
pulang sebagai pembina —
dan lebih dari itu, sebagai manusia yang ditempa.”

KML 2025 membentuk pembina, melahirkan pemimpin, dan menanamkan nilai abadi di bawah langit Gontor Putri.

(Berita: Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH., Foto: Nurul, Drone: Siska, Alifa)


Related Articles:

Asah Jiwa Kepramukaan Lewat Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML)

Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan

Pelantikan Panitia KML Perdana Gontor Putri Kampus 2