Home Blog Page 27

Festival Bahasa Arab dan Inggris, Lahirkan Generasi Berwawasan Global

Mantingan – Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri se-Indonesia resmi dibuka pada Selasa (7/10) di Auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan 100 Tahun PMDG, yang menegaskan komitmen Gontor dalam mencetak generasi berwawasan global dengan berakar pada nilai-nilai Islam.

Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi; Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal; Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG, Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec.; Ketua Lembaga; para wakil pengasuh; wakil direktur KMI; guru-guru; serta seluruh peserta lomba dari berbagai pesantren putri se-Indonesia.

Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi menyampaikan sambutan dalam pembukaan Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri se-Indonesia.

Dalam sambutannya, H.E. Mohamed Trabelsi menekankan pentingnya penguasaan dua bahasa dunia yang menjadi ciri khas Gontor. Ia menyampaikan,

“Al-lughah al-‘Arabiyyah lughatu al-Qur’an, wa al-lughah al-Injiliziyyah li fahmi tamakkuni al-‘ulum al-‘ashriyyah.”
(Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, dan Bahasa Inggris merupakan sarana untuk memahami kemajuan ilmu pengetahuan modern).

Sementara itu, K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya mengingatkan kembali tanggung jawab bersama dalam menjaga ruh pendidikan bahasa di Gontor. Beliau menuturkan,

“Kullunā mas’ūlūna ‘ani al-lughah al-‘Arabiyyah wa al-Injiliziyyah, wa ‘ani at-tarbiyah al-Islāmiyyah wa al-jīl al-Islāmī, li’anna al-āna fī taḥaddiyyātin syadīdah gharban wa syarqan, nudabbiru tarbiyatan Islāmiyyatan linunaẓẓima al-ḥayāta al-ijtima‘iyyah.”
(Kita semua bertanggung jawab atas pengembangan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, juga atas pendidikan Islam dan pembinaan generasi Islam. Sebab kini kita menghadapi tantangan besar, baik dari Barat maupun Timur. Oleh karena itu, kita menata pendidikan Islam untuk mengatur kehidupan sosial).

Peresmian Laboratorium Bahasa oleh H.E. Mohamed Trabelsi bersama K.H. Hasan Abdullah Sahal

Usai prosesi pembukaan, acara berlanjut dengan peresmian Laboratorium Bahasa oleh H.E. Mohamed Trabelsi bersama K.H. Hasan Abdullah Sahal. Momen tersebut semakin semarak dengan adanya simulasi pembelajaran bahasa yang menampilkan metode interaktif khas Gontor, sebagai bagian dari kurikulum pembinaan bahasa yang telah diterapkan selama ini. Terletak di Gedung Saudi lantai 2, Laboratorium Bahasa ini menjadi salah satu sarana strategis yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris para santri, mencakup aspek listening, reading, dan writing secara terpadu dan aplikatif.

Suasana Pembukaan Festival Bahasa Arab dan Inggris Pesantren Putri se-Indonesia

Festival Bahasa Arab dan Inggris ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 10 Oktober 2025. Sebanyak 44 pondok pesantren berkompetisi dalam berbagai perlombaan yang menguji kemampuan linguistik dan kreativitas, meliputi Arabic and English Debate, Arabic and English Listening, Arabic and English Song Translation, Arabic and English Newscaster, Arabic and English Essay, Arabic and English Storytelling, Arabic and English Public Speaking, serta Short Movie.

Festival ini menjadi bukti nyata komitmen Gontor dalam mengembangkan potensi bahasa sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pendidikan. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini mencerminkan semangat Gontor untuk terus melahirkan generasi yang fasih berbahasa, luas wawasan, dan siap berperan dalam membangun peradaban dunia.

(Berita: Isna Kamilah, Fotografer: Zakirah Nur, Azzahra Lutvia, Easly Yustika, dan Nazmah Maryam, Penyunting: Alif)

Related Articles :

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi

Adu Retorika Sengit di Final Debat Gontor Language Championship 2025

Syair Peserta Pukau Penonton di Gontor Language Championship 2025

PMDG Pertahankan Tradisi Juara di Gontor Language Championship 2025

0

GONTOR – Halaman Laboratorium Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berubah menjadi lautan manusia pada Ahad (5/10) malam. Ribuan santri dan tamu undangan bersama-sama menyaksikan puncak penutupan Gontor Language Championship (GLC) 2025, kompetisi bahasa Arab dan Inggris nasional antarpesantren yang tahun ini menjadi rangkaian peringatan 100 tahun usia PMDG.

Sejak 2 Oktober, puluhan pondok dari berbagai daerah di Indonesia bersaing dalam lomba-lomba lisan dan tulis. Cabang yang dipertandingkan beragam, mulai dari debate competition (debat bahasa Inggris), munadzarah al-‘Arabiyah (debat bahasa Arab), seni suara, pidato, hingga master of ceremony dan insyadu syi’ri (membuat syair). Empat hari penuh mereka beradu kecakapan dan kreativitas di atas panggung.

Suasana puncak terasa tegang saat pengumuman pemenang dibacakan. Tepuk tangan riuh menjadi jeda antara satu nama juara dan nama berikutnya. Sorot mata peserta dan penonton tertuju pada panggung utama menanti pembacaan juara umum dan juara favorit.

Tahun ini, piala juara umum kembali diraih kontingen tuan rumah, PMDG Kampus Pusat. Mereka meraih akumulasi nilai tertinggi dan mengungguli puluhan pesaing lainnya. Kemenangan ini menegaskan konsistensi PMDG dalam mempertahankan tradisi penguasaan bahasa di lingkungan internalnya.

Namun, perhatian juga tertuju pada Pondok Pesantren Nurul Hakim yang dinobatkan sebagai juara favorit. Sorak sorai dan tangis haru mewarnai pengumuman itu, menjadi penanda perjuangan panjang mereka di arena kompetisi.

Pemandangan persahabatan menghangatkan penutupan acara. Wajah-wajah yang semula tegang mencair oleh senyum dan pelukan antarpeserta. Penutupan malam itu ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pemenang di panggung utama.

GLC menjadi penegasan kembali semangat bahasa sebagai tonggak pendidikan Gontor. Di tengah gempuran modernitas, ajang ini menandai langkah penting menuju abad kedua perjuangan PMDG, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu kiblat pendidikan pesantren di Indonesia.

Grand ChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Favourite ChampionPP. Nurul Hakim, Lombok
Exemplary ContingentPP. Nurul Hakim, Lombok
Exemplary ParticipantHafizh Tsani Kalqamar
(PMDG Kampus Pusat, Ponorogo)
CompositionChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Runner UpPP. Daarul ‘Ulum Lido, Bogor
CommentatorChampionPP. Nurul Hakim, Lombok
Runner UpPMDG Kampus 7, Lampung
Master of CeremonyChampionPMDG Kampus 7, Lampung
Runner UpPP. Al Amien Prenduan, Madura
Speech CompetitionChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Runner-UpPP. Wali Songo, Ponorogo
Spelling BeeChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Runner-UpPMDG Kampus 4, Banyuwangi
Language QuizChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Runner-UpPP. Al Amien Prenduan, Madura
Debate CompetitionChampionPMDG Kampus 4, Banyuwangi
Runner-UpPMDG Kampus 5, Magelang
The Best Speaker 1Azzamy Ahmad Fabregas
(PMDG Kampus Pusat, Ponorogo)
The Best Speaker 2Asadel Mu’afa
(PP. Al Amien Prenduan, Madura)
The Best Speaker 3Vadya Satria El Dzikri
(PMDG Kampus 4, Banyuwangi)
Insya’ChampionPP. Darussalam Sindangsari, Garut
Runner-UpPP. Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhatul Hasanah, Medan
Mu’alliqChampionPP. Darussalam Sindangsari, Garut
Runner-UpPMDG Kampus 3, Kediri
Munadzhimu-l-BarnaamajChampionPMDG Kampus 3, Kediri
Runner-UpPP. Daarul ‘Ulum Lido, Bogor
Musaabaqatu-l-KhithaabahChampionPP. Nurul Hakim, Lombok
Runner-UpPP. Darussalam Sindangsari, Garut
English and Arabic SingingChampionPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
Runner-UpPMDG Kampus 3, Kediri
Insyaadu-s-Syi’riChampionPP. Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah, Tasikmalaya
Runner-UpPP. Nurul Hakim, Lombok
Munaadzharah ‘ArabiyyahChampionPP. Al Amien Prenduan, Madura
Runner-UpPMDG Kampus Pusat, Ponorogo
The Best Speaker 1Muhammad Fathir
(PMDG Kampus Pusat, Ponorogo)
The Best Speaker 2Yusa
(PP. Al Amien Prenduan, Madura
The Best Speaker 3Muhammad Afif
(PP. Nurul Hakim, Lombok)

(Berita : Faza, Keano, Hilmi, Foto : Abhiraj, Naufal, Wahyu, Zulfa, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi

Adu Retorika Sengit di Final Debat Gontor Language Championship 2025

Syair Peserta Pukau Penonton di Gontor Language Championship 2025

Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi

0

GONTOR – Dua akademisi dari Universitas Karabuk, Turki, menyampaikan kekaguman terhadap kemampuan berbahasa para santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dalam kunjungan mereka ke Gontor sebagai tamu kehormatan pada ajang Gontor Language Championship (GLC) 2025, keduanya menilai bahwa para santri mampu menguasai bahasa Arab dan Inggris layaknya bahasa ibu mereka sendiri.

“Empat mahasiswa saya di Turki berasal dari Gontor, dan mereka dapat membaca serta menulis bahasa Arab dengan sangat fasih, seperti bahasa sendiri,” ujar Assoc. Prof. Dr. Muhammed Nur Kaplan, pakar tasawuf dari Universitas Karabuk, Turkiye.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Abdulcebbar Kavak, Dekan Fakultas Teologi di universitas yang sama, juga mengaku takjub. “Saya sudah banyak mengunjungi sekolah dan universitas, tetapi iklim pendidikan bahasa di Gontor benar-benar luar biasa. Santri bisa mempelajari dua bahasa asing seolah-olah itu bahasa daerah mereka sendiri,” tuturnya.

Kekaguman tersebut mereka sampaikan pada malam puncak pelaksanaan GLC 2025, ajang kompetisi bahasa tingkat nasional yang secara resmi ditutup pada Ahad malam (5/10) di Kampus Pusat PMDG, Ponorogo.

GLC merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun berdirinya PMDG. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 24 pondok pesantren dari seluruh Indonesia. Selama empat hari pelaksanaan, para peserta berlaga di 14 cabang lomba, mulai dari debat, pidato, kuis bahasa, pembawa acara (MC), hingga penulisan esai dan puisi dalam bahasa Arab dan Inggris.

Dalam acara penutupan, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., selaku Ketua Umum Peringatan 100 Tahun PMDG, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya konsistensi dalam belajar bahasa.
“Bahasa tidak dipelajari dalam sehari dua hari. Bahasa harus dipraktikkan. Jangan puas hanya dengan pelajaran di kelas. Jadikan lomba ini sebagai awal untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa kalian,” ujarnya di hadapan para peserta dan tamu undangan.

GLC 2025 menjadi ajang pembentukan karakter, pengasahan retorika, serta pembiasaan santri untuk berpikir dan berbicara dalam bahasa internasional. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Gontor sebagai pelopor pendidikan bahasa di lingkungan pesantren.

Di akhir acara, panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pembimbing, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semangat, kerja keras, dan ukhuwah yang terbangun selama pelaksanaan diharapkan terus menyala, menjadi bekal santri untuk tampil sebagai duta bahasa dan pembawa nilai-nilai Islam di masa depan.

(Berita : Alif, Izvian, Foto : Abhiraj, Wahyu, Zulfa, Naufal, Reviewer : Winka)

Related Articles :

Adu Retorika Sengit di Final Debat Gontor Language Championship 2025

Syair Peserta Pukau Penonton di Gontor Language Championship 2025

PMDG Kampus Pusat Raih Juara Language Quiz Gontor Language Championship 2025

Festival Ulama Muda Meriahkan Darul Qiyam Fair 2025 di Magelang

0

MAGELANG — Sebagai bagian dari rangkaian Darul Qiyam Fair 2025, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Qiyam menggelar Festival Ulama Muda di Balai Pertemuan Darul Qiyam, Ahad (5/10). Acara yang diikuti ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan se-Kecamatan Sawangan ini menjadi ajang pembinaan, silaturahmi, dan pengembangan potensi santri muda di bidang keislaman.

Festival ini turut dihadiri Camat Sawangan Yusuf Ari Wibowo, perwakilan Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kabupaten Magelang Muhammad Bahin, serta jajaran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa se-Kecamatan Sawangan. Suasana berlangsung semarak dengan kehadiran para peserta, wali santri, dan para guru pendamping.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Mustar selaku perwakilan PMDG Kampus 5 menjelaskan makna penamaan acara ini. “Pagi ini kita menyaksikan Festival Ulama Muda. Mengapa disebut ulama muda? Karena merekalah, dua puluh tahun mendatang, yang akan menggantikan kita yang sudah kepala empat atau kepala lima,” ujar beliau.

Festival Ulama Muda menghadirkan beragam lomba islami dan seni seperti adzan dan iqamah, murottal, pidato, nasyid, mewarnai, menggambar, dan imla’ ‘arabiy. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Camat Sawangan Yusuf Ari Wibowo mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya sarat nilai edukatif dan kebersamaan. “Kepada anak-anakku, selamat mengikuti kompetisi. Jadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga. Insya Allah, selain berkompetisi, pertemuan semacam ini juga menjadi sarana silaturahmi bagi para ustadz-ustadzah, guru, dan santri,” kata beliau.

Senada dengan itu, Muhammad Bahin dari Badko LPQ Kabupaten Magelang menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat.

“Ini adalah sinergi, ini adalah komunikasi, dan ini adalah kerja sama yang baik. Untuk itu, kepada panitia peringatan 100 tahun Gontor, kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar beliau.

Acara secara resmi dibuka dengan pemukulan bedug oleh Camat Sawangan sebagai simbol dimulainya kompetisi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan kriteria penilaian juara umum dan juara favorit, serta pelaksanaan berbagai lomba di titik yang telah ditentukan.

Festival berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor dalam membina generasi Qur’ani, mempererat hubungan antar-TPQ, serta menumbuhkan semangat keilmuan dan pengabdian sejak dini.

Sebagai bagian dari peringatan 100 Tahun Gontor, Festival Ulama Muda juga dimaknai sebagai momentum mengingat perjuangan para pendiri sekaligus mensyukuri karunia Allah atas eksistensi Gontor yang terus memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

Berita : Tim Media dan Publikasi Darul Qiyam Fair 2025
Foto : Tim Dokumentasi Darul Qiyam Fair 2025
Reviewer : Biro Hubungan Masyarakat PMDG

Related Articles :

Bupati Magelang Buka Darul Qiyam Fair 2025: Pesantren Adalah Benteng Moral Bangsa

Penutupan Porseni Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam

Pembangunan Gedung Pertemuan Darul Qiyam

Bupati Magelang Buka Darul Qiyam Fair 2025: Pesantren Adalah Benteng Moral Bangsa

0

MAGELANG — Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, secara resmi membuka Darul Qiyam Fair 2025 di Balai Pertemuan Darul Qiyam (BPDQ) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5, Sabtu (4/10) malam. Ajang ini menjadi syiar Islam sekaligus refleksi perjuangan 100 tahun Gontor. Acara berlangsung tiga hari, 4–6 Oktober 2025, dengan tema “Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.”

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan peran pesantren sebagai benteng moral bangsa dan pusat pembangunan sumber daya manusia berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Magelang akan terus berkomitmen memperkuat sinergi bersama seluruh pondok pesantren. Karena pesantren adalah benteng moral sekaligus pusat pembangunan sumber daya manusia,” ujar beliau.

Pembukaan yang meriah itu dihadiri Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Dr. Khoirul Umam S.H.I., M.Ec., para pimpinan pesantren se-Magelang, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah. Ribuan santri, guru, dan kontingen peserta turut menyemarakkan kegiatan ini.

Beragam acara digelar dalam rangkaian Darul Qiyam Fair, antara lain kompetisi da’i Islam se-Kabupaten Magelang; Festival Ulama Muda se-Kecamatan Sawangan; Darul Qiyam Bazar; serta medical check up dan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial santri.

Bupati juga mengapresiasi kiprah PMDG yang telah berperan besar dalam pendidikan Islam di Indonesia. “Ini capaian seabad perjalanan yang mengukir sejarah panjang pendidikan Islam dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia,” katanya. Ia menegaskan Darul Qiyam adalah wujud nyata salah satu filosofi Gontor; “berdiri di atas dan untuk semua golongan.”

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Dr. Khoirul Umam, menegaskan Gontor berdiri atas spirit wakaf cinta Trimurti yang rela melepaskan harta paling dicintai demi pendidikan umat.

“Memberi yang paling dicinta, inilah yang diwujudkan oleh anak-anak kita, santri-santri kita malam ini. Jika Bapak Bupati melihat panggung yang megah ini, itu dibuat oleh tangan-tangan santri yang ingin memberi,” ujar Ustadz Umam.

Beliau juga menekankan bahwa pendidikan di Gontor bertujuan membentuk jiwa pejuang yang siap memberi dan mengabdi, bukan sekadar mencetak tenaga kerja. “Pesantren sejak awal mendidik santri menjadi pejuang yang siap berjuang, bukan generasi yang cengeng,” kata beliau menegaskan.

Pembukaan Darul Qiyam Fair 2025 ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Magelang, Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, dan Wakil Pengasuh Gontor Kampus 5 sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kompetisi Da’i Islam antarpesantren se-Kabupaten Magelang yang berlangsung hingga pukul 23.45 WIB.

Darul Qiyam Fair 2025 diharapkan menjadi momentum tadzakkur dan tasyakkur, yaitu mengingat perjuangan sekaligus mensyukuri nikmat Allah atas perjalanan panjang Gontor selama seratus tahun. Kegiatan ini menjadi sarana pendidikan, pengembangan potensi diri, syiar Islam, serta pembinaan mental dan spiritual bagi santri dan masyarakat sekitar.

Berita : Tim Media dan Publikasi Darul Qiyam Fair 2025
Foto : Tim Dokumentasi Darul Qiyam Fair 2025
Reviewer : Biro Hubungan Masyarakat PMDG

Related Articles :

Darul Qiyam Raih Kemenangan Telak atas Darunnajah di Cabang Voli

Penutupan Porseni Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam

Pembangunan Gedung Pertemuan Darul Qiyam

Adu Retorika Sengit di Final Debat Gontor Language Championship 2025

0

GONTOR – Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Ahad (5/10) pagi berubah menjadi arena adu retorika saat final lomba debat bahasa Arab dan Inggris Gontor Language Championship (GLC) 2025 digelar di panggung utama. Dua kontingen terbaik, PMDG Kampus 5 dan PMDG Kampus 4, saling berhadapan dalam final debat bahasa Inggris, sementara Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menantang PMDG Kampus Pusat dalam final debat bahasa Arab.

Kedua ajang ini menjadi puncak rangkaian kompetisi setelah para finalis menyingkirkan lawan-lawan tangguh. Mosi yang diperdebatkan sama: “Majelis ini menyetujui solusi dua negara bukan cara yang adil dan nyata untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.”

Para peserta debat bahasa Inggris mendapat waktu satu jam untuk mempersiapkan argumen dengan buku referensi resmi, sedangkan peserta debat bahasa Arab hanya diberi waktu 30 menit.

Pertarungan berlangsung sengit. Dalam debat bahasa Arab, Al-Amien dengan tegas menyatakan Israel tidak memiliki hak atas tanah Palestina, sementara PMDG Kampus Pusat menilai solusi PBB sebagai langkah realistis demi menghentikan perang.

“Kompetisi kali ini sangat menantang, peserta berpengalaman di ajang nasional membuat saya sedikit khawatir,” kata Fathillah Al-Ghazali, salah satu finalis bahasa Inggris.

Penonton, seperti Zain, menyebut atmosfer debat mirip forum internasional. “Saya seperti menonton debat di Timur Tengah, argumennya hidup dan seru,” ujarnya. Ustadz Rafli, salah satu juri, memuji pembawaan peserta. “Pembahasan yang berat ini dibalut dengan penyampaian yang apik sehingga tontonan jadi menarik,” katanya.

Meski tensi tinggi, kedua kubu menunjukkan sportivitas dengan berjabat tangan dan berfoto bersama di akhir acara. Bagi peserta seperti Arifin dari PP. Al-Amien, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga. “Kompetisi ini akan saya kenang untuk terus tumbuh dan siap tampil di kancah internasional,” tuturnya.

(Berita : Faza, Hilmi, Keano, Foto : Zulfa, Zhafir, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Syair Peserta Pukau Penonton di Gontor Language Championship 2025

PMDG Kampus Pusat Raih Juara Language Quiz Gontor Language Championship 2025

PMDG Kampus 5 Melaju ke Final Debat GLC 2025

Syair Peserta Pukau Penonton di Gontor Language Championship 2025

0

GONTOR – Syair menjadi media ekspresi keindahan bahasa yang menggerakkan jiwa. Dalam lomba syair, peserta tidak hanya dituntut menghafal teks, tetapi juga menjiwai setiap kata yang mereka bawakan. Babak final lomba ini digelar Sabtu (4/10) malam di depan Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor, menyuguhkan penampilan spektakuler yang memuaskan penonton.

Para peserta diberi kebebasan memilih tema yang mereka bawakan. Beberapa pondok menampilkan drama singkat sebagai pembuka syair, seperti yang dilakukan PP Darul Ulum untuk membantu penonton memahami konteks. Ada pula peserta yang memilih tampil solo, seperti Salman dari PP Nurul Hakim.

Salman membawakan syair bertema “Min-al-Ma’had Tubda’u An-Nahdoh” dengan iringan lagu “Hymne Oh Pondokku.” “Lagu ini membangkitkan semangat para pemuda untuk merdeka dan mengenang perjuangan para pendiri pondok, Trimurti, melawan penjajahan terhadap Indonesia,” ujarnya.

Ketika ditanya alasannya tampil di Gontor, Salman menjawab tegas, “Mungkin antum bertanya kenapa saya memilih Gontor? Karena Gontor adalah kiblat dari semua pondok.” Jawaban itu menunjukkan kedalaman penjiwaannya terhadap syair yang dibawakan.

Salman juga mengungkapkan ambisi pribadinya. Ia bercita-cita menjadi anak yang sukses dan mengangkat derajat keluarganya. Semangat itulah yang membuatnya tekun belajar bahasa Arab karena ingin melanjutkan pendidikan di Madinah.

Lomba syair bukan hanya soal suara, melainkan juga pesan yang dibawa sang penyair. Penampilan Salman memberi pelajaran bahwa tidak ada yang mustahil dalam meraih mimpi. Meski jatuh dan gagal, selama memahami nilai perjuangan, seseorang akan terus maju menuju kesuksesan.

(Berita : Keano, Foto : Abhiraj, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

PMDG Kampus Pusat Raih Juara Language Quiz Gontor Language Championship 2025

PMDG Kampus 5 Melaju ke Final Debat GLC 2025

PMDG Kampus Pusat Juarai Cabang Lomba Spelling Bee GLC 2025

PMDG Kampus Pusat Raih Juara Language Quiz Gontor Language Championship 2025

0

GONTOR Suasana sore di depan Gedung Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) meriah. Sabtu (4/10), panggung utama kembali semarak dengan final Language Quiz, salah satu cabang perlombaan dalam Gontor Language Championship (GLC) 2025.

Lima kontingen tampil di babak penentu: PMDG Kampus Pusat, Kampus 2, Kampus 3, Kampus 7, dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Mereka saling asah otak dalam suasana kompetitif yang kian menegangkan sejak awal permainan.

Ketegangan mulai terasa ketika masing-masing tim memilih paket soal yang akan mereka jawab. Permainan memasuki fase krusial saat delapan soal pecahan disajikan secara bergiliran. Setiap jawaban benar diganjar 100 poin. Permainan kemudian memasuki fase genting dengan total delapan soal pecahan yang disajikan secara bergiliran.

Selesainya giliran terakhir dan skor sementara terakumulasi menandai berakhirnya ronde pertama. Fokus penonton dan peserta pun berpindah ke ronde kedua, yang dipastikan menjadi penentu gelar juara.

Pada ronde kedua, atmosfer permainan menjadi lebih panas. PMDG Kampus Pusat tetap memimpin, meskipun persaingan antar kontingen semakin ketat. Semua peserta terlihat makin konsentrasi dalam menjawab soal-soal dari panitia.

Hingga akhir babak, PMDG Kampus 1 sukses mengumpulkan total nilai 1.550 poin menempatkan mereka di posisi puncak klasemen. Keunggulan ini sekaligus memastikan kemenangan mereka dalam final Language Quiz.

Para juri kerap menyemangati semua pemain agar tidak berputus asa walau tak dapat mencapai peringkat tertinggi cerdas cermat berbahasa ini.

(Berita : Faza, Hilmi, Foto : Irsyadul, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

PMDG Kampus 5 Melaju ke Final Debat GLC 2025

PMDG Kampus Pusat Juarai Cabang Lomba Spelling Bee GLC 2025

Final Arabic and English Singing, Ajang Adu Vokal dan Ekspresi Seni Multibahasa

PMDG Kampus 5 Melaju ke Final Debat GLC 2025

0

GONTOR – Pertandingan semifinal Debate Competition dan Munadzarah Al-Arabiyah kembali digelar di beberapa lokasi pada Sabtu (4/10) sore. Suasana kompetisi terasa lebih menegangkan dengan argumen-argumen tajam yang telah disiapkan peserta sejak awal.

Peserta hanya diberi waktu 30 menit untuk mempersiapkan mosi setelah pembagian tema di Aula Pertemuan Gedung Rabithah. Waktu yang terbatas ini menjadi tantangan tersendiri bagi para finalis dalam memahami materi sekaligus merancang strategi debat.

Kontingen Pondok Pesantren Al-Amien dan PMDG Kampus 5 tampil sengit dalam semifinal kali ini. “Pertandingan ini berbeda dengan yang lain. Lawannya berat dan debat harus menggunakan bahasa Inggris, jadi saya harus memperhatikan bukan hanya isi debat, tetapi juga tata bahasa dan kosakata yang belum saya kuasai,” ujar Vadya Satria, salah satu peserta Debate Competition.

Saling sanggah dari kedua tim kian memanaskan suasana. “Seluruh peserta sangat antusias menyanggah argumen yang dianggap keluar dari mosi, bahkan sampai melewati waktu interupsi yang diberikan,” kata Fernaldo Wafdan, timekeeper debat saat itu.

Debat berlangsung lebih dari satu jam tanpa mengurangi semangat kedua tim untuk mengemukakan ide-ide baru. Dewan juri yang terdiri dari pakar bahasa Inggris dan guru senior Gontor tampak serius mencatat jalannya perdebatan.

Setelah seluruh pembicara menyampaikan argumennya, masing-masing tim diberi kesempatan dua menit untuk menyampaikan kesimpulan. PMDG Kampus 5 akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak final.

Final akan digelar esok hari di main stage Gontor Language Championship (GLC), mempertemukan PMDG Kampus 5 dengan PMDG Kampus 4. Pertarungan ini menjadi laga yang paling ditunggu oleh seluruh kontingen.

(Berita : Faza, Foto : Irsyadul, Irfan, Zulfa, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

PMDG Kampus Pusat Juarai Cabang Lomba Spelling Bee GLC 2025

Final Arabic and English Singing, Ajang Adu Vokal dan Ekspresi Seni Multibahasa

Santri Adu Argumen di Babak Kedua Debat GLC 2025

PMDG Kampus Pusat Juarai Cabang Lomba Spelling Bee GLC 2025

0

GONTOR – Final cabang lomba “Spelling Bee” dalam ajang Gontor Language Championship (GLC) 2025 berlangsung sengit pada Sabtu (4/10) siang di Aula Language Advisory Council, Gedung Saudi. Lima finalis beradu kefasihan mengeja kata-kata bahasa Inggris. Kontingen Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat akhirnya berhasil meraih gelar juara.

Kompetisi ini diikuti beberapa pondok pesantren, di antaranya PMDG Kampus Pusat, PMDG Kampus 4, PMDG Kampus 3, dan PP Ar-Raudhatul Hasanah. Pada ronde pertama, setiap peserta diperkenankan memilih satu paket soal. Peserta yang kesulitan memahami kata diberi kesempatan meminta pengulangan atau penjelasan definisi dari juri.

Suasana ruang lomba yang tenang dengan pendingin udara membuat peserta fokus menyimak arahan juri. Hasil ronde pertama mencatat skor imbang 400 poin antara PMDG Kampus Pusat dan PMDG Kampus 3. Meski tertinggal, PMDG Kampus 4 tetap optimistis meraih poin pada sesi “Buzzer Question”. Kontingen asal Banyuwangi itu mampu mengejar meski harus kehilangan 50 poin hingga akhirnya menyamakan skor 350 dengan PMDG Kampus 3.

Pada penentuan peringkat, PMDG Kampus Pusat bertahan di posisi teratas. Sementara itu, PMDG Kampus 3 dan 4 bersaing memperebutkan peringkat kedua. Begitu soal dilemparkan juri, Radhly, peserta dari PMDG Kampus 4 langsung mengangkat tangan. Namun jawabannya salah dan mengakibatkan pengurangan 50 poin. Meski begitu, PMDG Kampus 4 tetap berhasil mengamankan posisi kedua.

“Latihannya tatap muka dengan orang yang memang ahli bahasa Inggris. Aplikasi spelling di internet juga sempat dicoba untuk menambah pengalaman belajar,” ujar Radhly. Ia menambahkan doa menjadi senjata utama untuk terus berjuang di perlombaan berikutnya. Usai acara, seluruh peserta saling bersalaman untuk menjaga ukhuwah islamiyah.

(Berita : Hilmi, Foto : Naufal, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)

Related Articles :

Final Arabic and English Singing, Ajang Adu Vokal dan Ekspresi Seni Multibahasa

Santri Adu Argumen di Babak Kedua Debat GLC 2025

Santri Berlomba Tulis Karangan di Final Composition Gontor Language Championship