Home Blog Page 62

Apel Pembukaan Tahun Ajaran Semester Kedua Awali Kegiatan Pendidikan

0

KARANGBANYU– Selasa (10/10), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 menggelar upacara pembukaan tahun ajaran semester kedua. Tepat pukul 07:00 WIB, upacara dimulai. Seluruh dewan guru (350) dan santriwati (2233) menghadiri seremoni yang diselenggarakan di depan auditorium.

Suasana pembukaan tahun ajaran semester dua di PMDG Putri Kampus 3.

Penuh khidmat, seluruh hadirin menyimak ucapan selamat datang dan nasihat dari Wakil Pengasuh PMDG Putri 3, Al-Ustadz H. M. Badrun Syahir, M.A. Disambung dengan mendengarkan arahan yang disampaikan oleh Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Yudi Afifuddin, M.E. Diakhiri dengan mengamini doa yang dipimpin oleh beliau. Lalu, sebagai simbol bahwa kegiatan pendidikan telah resmi dimulai, Wakil Direktur KMI memukul lonceng sebanyak empat kali.

Nasehat wakil pengasuh pada pembukaan tahun ajaran semester dua.

Dalam nasihatnya, Al-Ustadz Badrun mengajak segenap hadirin untuk memulai langkah dengan niat yang baru, tajdidu-n-niyyah demi kualitas belajar yang lebih baik. Beliau melanjutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memperbarui iman dan ketaqwaan terlebih dalam hal niat sebagai dasar utama semua pekerjaan.

Santriwati mengikuti upacara pembukaan dengan khidmat.

Sebelum memimpin doa, Al-Ustadz Yudi menyampaikan bahwa kemajuan Gontor salah satu sebabnya adalah karena kedisiplinan. Beliau mengutip nasihat Kiai Hasan, tidak ada kemajuan tanpa kedisiplinan, tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan, dan tidak ada keteladanan tanpa pengorbanan. Di kesempatan yang sama, Al-Ustadz Yudi juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan selama semester kedua ini tidak berjalan lama, yaitu hanya dalam kurun waktu kurang lebih 15 minggu. Oleh karenanya, tiap pertemuan dalam kelas merupakan pertemuan berharga.

(Berita: Siska, Foto: Aisyah, Tasyha)

Related Articles:

Liburan Berlalu, PMDG Adakan Pembukaan Tahun Ajaran Semester Dua

MABIKORI Non-aktifkan Kegiatan Kepramukaan Menjelang Ujian Awal Tahun

PEMBUKAAN TAHUN AJARAN BARU DIAWALI DENGAN SEMANGAT BARU

Peringati 100 Tahun Gontor: 10.000 Alumni Gontor Gelar Tajammuk dan Jalan Sehat di Monas Jakarta

0

Jakarta — Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, salah satu lembaga pendidikan pesantren terkemuka di Indonesia, merayakan tonggak sejarah pentingnya perjalanan kiprahnya di dunia pendidikan dengan memasuki usia ke-100 tahun.

Dalam rangka memeriahkan momentum itu, sekitar 10.000 Alumni Gontor, Santri dan Wali Santri akan menggelar acara “Tajammuk” (kumpul bersama), dan Jalan Sehat di Tugu Monas, Jakarta, Minggu, 22 Oktober 2023.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memberikan penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat-Nya, Pondok Gontor telah berusia satu abad lebih berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia,” ujar KH. Sofwan Manaf, Steering Committee acara sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Jakarta dalam Konferensi Pers yang digelar di Kemang, Jakarta (20/10/2023).

Drs. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. selaku Steering Committee kegiatan tajammu’ dan jalan sehat.

KH. Sofwan menjelaskan, kegiatan “Tajammuk”, dan Jalan Sehat di Monas, Jakarta ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor yang sebelumnya sudah digelar di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 27 September 2023.

“Dengan spirit persatuan dan kebhinekaan NKRI, kali ini kami ingin membawa rasa syukur kami ini ke masyarakat kota Jakarta. Memadukan antara mengenang sejarah panjang Gontor dengan Do’a bersama di Monas dan menyongsong masa depan yang lebih baik dengan jalan sehat di Car Free Day,” jelas KH. Sofwan.

Rangkaian kegiatan Tajammuk dan Jalan Sehat ini akan dimulai pukul 05.30 hingga pukul 10.00 WIB, yang diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan Hymne “Oh Pondokku”. Pimpinan Pondok Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, dijadwalkan akan melepas langsung start jalan sehat dari pintu Barat Daya Monas (Patung Kuda) hingga bunderan HI dan kembali lagi ke Monas.

“Ini bukan sekedar milad, ini acara yang luar biasa, 100 tahun itu berarti Gontor sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Sudah banyak yang dilakukan Gontor untuk negeri ini. Saya ingin ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang ikut mensukseskan acara ini,” kata Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, KH. Husnan Bey Fananie.

“Ini momentum yang sangat indah bagi kami terutama keluarga besar Pondok Modern Gontor. Ayo kita bersenang-senang menjaga kebersihan dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung,” kata Ketua IKPM Gontor DKI Jakarta, KH. Masrur Syamhari.

Wakil Ketua MPR RI, Dr. KH. Hidayat Nur Wahid bersama dengan wartawan dalam Press Conference.

Sementara itu Jubir Panitia peringatan 100 Tahun Gontor, Luqman Hakim Arifin menjelaskan acara ini setidaknya akan diikuti oleh ribuan alumni, walisantri dan simpatisan Pondok Modern Gontor.

“Tercatat, insyaAllah kegiatan ini akan diikuti oleh kurang lebih 10 ribu alumni, santri dan wali santri Gontor, dari berbagai daerah. Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” ujar Luqman Hakim Arifin, Jubir Kepanitiaan di lokasi konferensi pers.

Selain Tajammuk dan jalan sehat, Peringatan 100 tahun Gontor ini juga akan dimeriahkan dengan atraksi santri dari pelbagai pesantren alumni Gontor di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Mulai dari Marching Band, Reog Ponorogo, Debus Banten, Singa Depok, Pantomim, Hadroh, Silat, Paskibra, Pramuka, Ondel-ondel Jakarta, Tari Saman, Tari Nusantara dan lain-lain.

“Meski persiapannya agak mepet, tapi kami semua sangat siap dan antusias. Ini momentum yang pas untuk bersyukur mengenang jasa para kiai dan santri, khususnya pendiri Gontor yang telah berjasa mendidik kita semua. Kami semua bangga sebagai santri,” tambah Luqman.

Hadir dalam konferensi pers kegiatan Tajammuk dan Jalan Sehat 100 Tahun Gontor di Monas, antara lain, Dr. KH. Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Dr. KH. Lukman Hakim Saifuddin (Mantan Menteri Agama), Prof. Dr. Husnan Bey Fananie (Manta Dubes RI untuk Azerbaijan), KH. Sofwan Manaf (Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta), KH. Masrus Syamhari (Ketua IKPM Gontor DKI Jakarta), Luqman Hakim Arifin (Wakil Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta), dan lain-lain.

Contact Person:

Hafiz Eddy Marshal +62 811 9559 555
Zakiyanto Arief +62 817 732 635

Staf Hubungan Masyarakat PMDG.

Related Articles:

Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 100 Tahun, Gontor Laksanakan Sujud Syukur

Kesyukuran Menuju Usia 100 Tahun, Santri dan Alumni PMDG Adakan Khatmu-l-Qur’an Serentak

Kick off 100 Tahun Gontor, Resmikan Penulisan Mushaf Gontor

Menilik Mushaf Al-Quran Gontor: Ada Tiga Hal yang Istimewa

0

GONTOR – Bertepatan dengan sujud syukur 100 tahun, Gontor resmi melaunching awal penulisan Mushaf Gontor. Setelah launching tersebut, banyak yang bertanya-tanya, apa yang khas dari mushaf karya Gontor ini.

Setelah diamati lebih dalam, setidaknya ada dua hal yang unik dari mushaf ini. Yang pertama, sebagaimana diapresiasi Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ), Ustadz Abdul Aziz Sidqi, M.Ag. mushaf Al-Quran ini akan menjadi pertama yang ditulis oleh pesantren.

“Yang menerbitkan mungkin sudah banyak, tapi yang menulis sendiri dengan Standar Indonesia dan akan mencetaknya ini baru Gontor pada umur ke 100 tahun ini,” ungkap Ustadz Abdul Aziz Sidqi saat ditemui Humas Gontor sesaat setelah launching penulisan mushaf Gontor.

Peresmian Penulisan Mushaf Gontor oleh Syekh Belaid Hamidi Al-Khattath.

Keistimewaan yang kedua, menurut lulusan PTIQ ini, mushaf ini akan ditulis oleh hanya satu orang khattat. “Itu suatu kelebihan, karena ia akan istiqomah menulis di sini dan seni khatnya tidak tercampur-campur,” ungkapnya.

Sebagaimana dirilis pada berita sebelumnya, mushaf Gontor ini akan ditulis oleh Ustadz Muhammad Nur, Lc., M.H., yang telah mendapatkan ijazah pada khat naskhi dari kaligrafer Maroko, Syeikh Belaid Hamidi.

Ustadz Muhammad Nur menerangkan bahwasannya ada dua segi yang harus dipersiapkan. Yaitu persiapan dzahir dan batin atau fisik dan non-fisik. Dalam segi non-fisik, Ustadz Muhammad Nur menekankan pentingnya niat penulisan sebagai ibadah lillahi ta’ala.

Beliau juga menyampaikan bahwa penulisan ini telah menjadi amanah Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. “Harapannya, dapat menjadi legasi atau warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanannya, Ustadz Muhammad Nur dibantu oleh tim yang akan mensupport persiapan dzahir seperti alat tulis, peralatan digitalisasi master, tim pentashihan internal, tim dokumentasi dan persiapan teknis lainnya sehingga beliau dapat lebih fokus dalam mempersiapkan mental dan spiritual.

Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc. selaku penulis Mushaf Gontor.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Aziz Sidqi juga mengapresiasi pilihan Gontor untuk menulis sesuai dengan Standar yang ada di Indonesia. “Oleh karena itu insyaallah akan kami kawal sampai selesai, dalam arti sampai proses pentashihannya selesai,” kata beliau.

Bentuk nyata dukungan ini salah satunya terwujud dalam fasilitasi LPMQ bagi tim mushaf Gontor untuk pelatihan digitalisasi bersama dengan Ustadz Saifuddin El-Cavi dari Forum Pelayan Al-Quran (FPQ) yang dilaksanakan tepat setelah launching penulisan mushaf Gontor.

Keistimewaan ketiga adalah hasil dari digitalisasi master mushaf akan dikembangkan menjadi font jenis naskhi, untuk memperkaya jenis font Arab yang sudah ada.

“Dengan demikian, manfaat dari proses penulisan mushaf ini dapat dirasakan lebih luas lagi oleh seluruh umat di Indonesia, bahkan dunia,” kata Ustadz Hakam Ar Rosyada, M.Pd.I., Wakil Ketua II Panitia Penerbitan Mushaf Al-Quran Gontor yang concern dalam digitalisasi master mushaf Gontor.

Merasa Diamanati Umat

Penulisan mushaf Gontor ini dilakukan Pondok Modern Darussalam Gontor karena merasa teramanati dan dititipi oleh umat Islam untuk menegakkan Al-Quran. Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Sebagaimana diketahui, salah satu syarat yang tercantum dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor adalah “Bahwa Pondok Modern harus menjadi sumber pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Quran/Arab, ilmu pengetahuan umum dan berjiwa pondok.”

Ustadz Kholid Muslih, ketua panitia penulisan mushaf Gontor menjelaskan bahwa untuk menjadi pusat pengajaran Bahasa Al-Qur’an, tentunya Gontor harus memulai dengan perhatian terhadap Al-Qur’an itu sendiri dalam sisi tulisan maupun dalam sisi bacaan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dari segi tulisan, di Gontor sudah ada ada materi tentang imla dan Al- Khattul ‘Arabiy.

Dan untuk yang terakhir ini kemudian dibentuk satu lembaha khusus yang disebut dengan Markazul Khattul ‘Arabiy. “Puncak dari pada Al-Khat Al-‘Arabiy sebenarnya itu adalah penulisan Al-Qur’an,” kata Ustadz Kholid Muslih.

Penulisan mushaf Al-Quran ini direncanakan akan selesai pada akhir 2025 dan dapat mulai dicetak pada 2026. Semoga Allah memudahkan, memberkahi dan meridhai usaha ini, dan menjadikannya sebagai amal jariyah.

(Berita: Ridzky, Foto: Bag. Dokumentasi Sujud Syukur, Editor: Taufiq Affandi).

Related Articles:

Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 100 Tahun, Gontor Laksanakan Sujud Syukur

H-2 Acara Sujud Syukur, PMDG Mantapkan Persiapan dengan Simulasi.

PRESS RELEASE: Sujud Syukur & Khataman Al-Quran Serentak serta Penulisan Mushaf Tandai 100 Tahun Gontor

Wujud Pengaplikasian Kemandirian Ekonomi, Gontor Resmikan La Tansa Resto

0

Gontor- Kemandirian Ekomomi merupakan salah satu aspek penting di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Pasalnya, kemandirian ekonomi akan menunjang kesinambungan kualitas pengajaran dan pendidikan di Gontor.

Terlebih di usia Gontor yang menginjak 100 tahun, kemandirian ekonomi mendapatkan perhatian yang lebih paripurna. Untuk itulah unit-unit usaha yang ada di PMDG tengah giat dan gencar mengadakan inovasi di bidangnya masing- masing.

Terkini, PMDG baru saja meresmikan La Tansa Resto yang bergerak di bidang penyediaan makanan. Sesuai dengan namanya, rumah makan tersebut berada langsung di bawah naungan Yayasan Perluasan dan Pengembangan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) dan Koperasi Pondok Pesantren.

Pimpinan pondok secara simbolis meresmikan La Tansa Resto.

Peresmian diadakan pada hari Rabu (18/10), tepat pada pukul 10.00 WIB di outlet La Tansa Resto yang terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto No.51 Kel. Bangunsari, Ponorogo. Proyek Pembangunan outlet La Tansa Resto sudah dimulai sejak awal tahun 2023, dan selesai serta diresmikan pada bulan Oktober di tahun yang sama. Tidak hanya restaurant, outlet juga dilengkapi dengan coffee shop dan jasa catering.

Acara peresmian La Tansa Resto dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Direktur KMI, serta bapak-bapak guru KMI yang terlibat dan berperan dalam peresmian acara tersebut. Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl. A. Ed., selaku pimpinan pondok juga turut menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Perfotoan bersama Pimpinan Pondok di depan outlet La Tansa Resto pasca peresmian.

Beliau menegaskan betapa pentingnya bagi pondok untuk memiliki jiwa kemandirian khususnya dalam perihal perekonomian. Sehingga tidak meminta-minta dan tidak bergantung kepada pihak lain dalam menjalankan kehidupan di dalamnya. Beliau bahkan menambahkan bahwa pondok bukan maju karena dibantu, akan tetapi dibantu karena memang sudah maju.

Berdirinya La Tansa Resto diharap dapat menjadi sarana pendidikan bagi santri dan guru serta memperluas pemasaran produk-produk milik Gontor kepada masyarakat luas. Selain itu, unit-unit usaha akan menjadi media dakwah untuk menjalin hubungan serta kerjasama yang baik antara pondok dengan masyarakat.

(Berita: Mahadi, Foto: Chauza, Editor: Taufiq Affandi).

Related Articles:

Perayaan Tahun Baru Hijriyah Dengan Bazzar La Tansa Gontor Departemen Store

Pimpinan PMDG Resmikan Toko Bangunan La Tansa, Ngawi

La Tansa Department Store Kembali Adakan Bazar Muharram

Liburan Berlalu, PMDG Adakan Pembukaan Tahun Ajaran Semester Dua

0

DARUSSALAM- Pembukaan tahun ajaran baru semester kedua 1444-1445 H / 2023-2024 M Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) diselenggarakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada Selasa, 10 Oktober 2023. Pembukaan ini dihadiri oleh seluruh santri, guru KMI dan Bapak Pimpinan PMDG.

Setelah liburan awal tahun, kini tiba saatnya para santri memasuki semester baru dalam pendidikan akademis mereka. Acara dimulai pada pukul 06.55 WIB dan diawali dengan Taujihat dari K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Santri yang berbaris rapi mengikuti pembukaan tahun ajaran semester dua.

“Di pondok ini sejak awal diadakan pengaturan, ada aturan dan ada yang menegakkan aturan. Tidak ada kemajuan tanpa kedisiplinan dan tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan” tegas K.H. Hasan dalam pidatonya.

Pembukaan tahun ajaran baru resmi dibuka dengan membaca surat Al-fatihah yang dipimpin oleh K.H. Masyhudi Sobari, M.A, selaku direktur Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah. K.H. Masyhudi berharap para santri mampu bersungguh-sungguh dan semangat dalam belajar serta bisa merenungi istilah “ke Gontor apa yang kau cari”.

Sambutan DIrektur KMI pada upacara pembukaan tahun ajaran semester dua.

“Dalam kesempatan ini bersiaplah dengan segala sesuatu, bersiaplah untuk belajar, Udkhulu fii Gontor Kaffah. Perbarui niatnya, bersungguh-sungguhlah, dan semangatlah dalam belajar apapun kelas kalian”. Ujar K.H. Masyhudi Sobari, M.A, memotivasi santri dalam pidatonya.

Bapak guru KMI yang mengikuti upacara pembukaan di dalam aula BPPM.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan do’a oleh K.H. Akrim Mariyat dan dilanjutkan dengan pembacaan absen wajib bagi seluruh santri kelas 1-6 KMI di tempat yang telah ditentukan.

Staf Hubungan Masyarakat PMDG.

Related Articles:

PEMBUKAAN TAHUN AJARAN BARU DIAWALI DENGAN SEMANGAT BARU

Perbaharui Niat dan Langkah dalam Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1444-1445 H

Pembukaan Tahun Ajaran Baru; Libur Usai, Dinamika Pendidikan Dimulai

Hadiri Peresmian Masjid Gontor Putri 1, Gubernur Jatim Sebut Gontor Berkontribusi Besar Bagi Umat & Bangsa

0

Mantingan – Sebagai lembaga pendidikan Islam, Gontor medefinisikan masjid sebagai titik pusat aktivitas yang menjiwainya. Berdasarkan falsafah tersebut, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 menggelar acara Peresmian Masjid Baitul Fauziah pada hari Kamis (28/9), bersamaan dengan acara Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor.

Acara peresmian ini menjadi salah satu momen bersejarah yang mewarnai perjalanan Gontor menuju usianya yang ke-100 tahun. Bahkan, Gubernur Jawa Timur turut menghadiri acara peresmian tersebut. Beliau bahkan menyempatkan diri untuk memberi sambutan di hadapan para hadirin.

“Di umurnya yang mulai memasuki abad kedua, Gontor telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat dan bangsa, terutama dalam pendidikan,” terang ibu Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya. Tak luput, Ibu Khofifah juga memberikan ucapan selamat atas umur 100 tahun Gontor. “Selamat atas satu abad Gontor yang sekarang akan memasuki langkah menuju dua abad,” ungkapnya.

Pimpinan PMDG Turut menghadiri Acara Sujud Syukur 100 Tahun PMDG.

Masjid Baitul Fauziah sendiri merupakan wakaf dari keluarga Abbas Thalib. Demi mewujudkan keinginan dan juga niat Almarhum Dr. Abbas Thalib dan Almarhumah Fauziah Abbas Thalib, dibangunlah Masjid di PMDG Putri Kampus 1 dan 2. Nama Fauziah sendiri diambil dari nama Almarhumah Fauziah Abbas Thalib yang merupakan ibunda dari dr. Hj. Diana Abbas Thalib (istri Al-Ustadz Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A.). Sebelumnya, keluarga Abbas Thalib juga telah mewakafkan Masjid Baitul Abbas Thalib di PMDG Putri Kampus 2.

Peresmian Masjid dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, serta Wakif Masjid yang diwakili oleh Al-Ustadz Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. selaku salah satu anggota Badan Wakaf beserta istrinya, Ibu dr. Hj. Diana Abbas Thalib. Selain itu, sejumlah pejabat pemerintah, dan tokoh-tokoh masyarakat, juga turut menghadiri acara tersebut.

Perfotoan Bersama Tamu Undangan dengan Pimpinan PMDG di depan Masjid Baitul Fauziah.

Acara dimulai pada pukul 12.00 WIB, secara simbolis dengan penekanan tombol peresmian dan hentakan takbir K.H. Hasan Abdullah Sahal yang mengiringi terbukanya gorden nama Masjid Baitul Fauziah. Selanjutnya, K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. sebagai pihak yang mewakili wakif menandatangani prasasti, bersama dengan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagi pihak penerima wakaf. Di saat yang bersamaan hadir pula Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. sebagai saksi penyerahan wakaf masjid tersebut.

Rentetan peresmian diakhiri dengan pemotongan pita serta perfotoan Pimpinan Pondok beserta para tamu undangan di depan Masjid dan Mihrab Baitul Fauziah. Kemudian, para tamu undangan diperkenankan untuk berkeliling Masjid Baitul Fauziah sambil melihat galeri foto proses pembangunan masjid. Acara kemudian dilanjutkan dengan shalat Dzuhur berjama’ah dan Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor di Masjid Baitul Fauziah bersama para tamu dan santriyah.

Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. dalam sambutannya, beliau menyetujui bahwa apa yang menjadi cita-cita Gontor bukanlah mimpi belaka, “Moto ‘Menghadirkan Nilai-Nilai Islam’ bukanlah euforia belaka, namun itu adalah sebuah misi Gontor sedari awal didirikannya. UNIDA yang telah unggul sebelum tahun 2025, itu sudah membuktikan bahwa Gontor tidak sedang euforia untuk menghadirkan nilai-nilai Islam, bagi Gontor ini bukan mimpi”.

“Memasuki seratus tahun kedua dengan modal besar yang dimiliki, sesungguhnya Gontor tidak hanya bertemu dengan peluang besar, tetapi juga dengan tantangan-tantangan yang tidak kalah besar. Namun, semangat Gontor telah mendunia, semangat Gontor tidak pernah lelah, tidak putus asa, tidak mengenal balik badan lalu tidak melanjutkan perjuangan. Kata Kiai Sahal ‘Bondo Bahu Lek Perlu Sak Nyawane Pisan’ tiada kata kembali di sini,” pungkas Ustadz Hidayat.

Suasana Sujud Syukur 100 Tahun PMDG Di Kampus Putri.

Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 2.750 m2 ini dapat menampung sekitar 5000 jama’ah. Dengan kombinasi arsitektur dari Masjid Nabawi dan Masjid Maroko, ditambah menara dengan ketinggian 36 meter serta satu kubah dengan ketinggian 17 meter, mengisyaratkan jumlah rakaat shalat fardu dalam sehari semalam. Lebih lanjut, pembangunannya memakan waktu kurang lebih 1 tahun 10 bulan 8 hari, terhitung dari bulan September 2021, dan selesai pada 27 November mendatang. Adapun biaya yang dihabiskan dalam Pembangunan masjid tersebut adalah sebesar Rp19.240.000.000.

Alhamdulillah, peresmian berjalan dengan khidmat, serta lancar. Para tamu undangan pun terkagum dengan keindahan dari arsitektur Masjid Baitul Fauziah. Dengan diresmikannya Masjid Baitul Fauziah, diharapkan dapat menuai manfaat untuk jalannya aktivitas pendidikan, ibadah, dan kegiatan lainnya bagi para santriyah.

“Kami harap dengan adanya Masjid Baitul Fauziah di Gontor Putri 1, para santriyah dan ustadzah dapat melakukan ibadah sebanyak-banyaknya dan menjaga masjid dengan sebaik mungkin,” pesan Ustadz Hidayat di penghujung sambutannya.

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1

Related Articles:

Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 100 Tahun, Gontor Laksanakan Sujud Syukur

Kick off 100 Tahun Gontor, Resmikan Penulisan Mushaf Gontor

Pimpinan PMDG Berharap IKPM Gontor Tidak Hanya Bersifat Nostalgia Tapi Ditingkatkan ke Fungsional

Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 100 Tahun, Gontor Laksanakan Sujud Syukur

0

GONTOR- Rabu, 27 September 2023 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Sujud Syukur atas Peringatan 100 Tahun Gontor menurut kalender Hijriah. Sujud syukur sendiri merupakan wujud kesyukuran dari keluarga besar pondok, kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa menjaga pondok tercinta sampai titik ini di usianya yang menuju 100 tahun.

Seluruh tamu undangan yang sebelumnya mengikuti pembukaan peringatan di BPPM, langsung menuju Masjid Jami’ PMDG, begitu pula para santri dan bapak guru. Sujud syukur dilaksanakan setelah shalat Zuhur berjama’ah, yang diimami langsung oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Tamu-tamu undangan yang turut mengikuti acara Sujud Syukur.

Tidak hanya di kampus pusat saja, seluruh kampus cabang PMDG putra juga mengadakan sujud syukur serentak di waktu yang sama. Adapun untuk kampus putri, sujud syukur baru akan diadakan esok hari.

Selain itu, ada pula 483 pondok alumni di seluruh penjuru Indonesia yang ikut mengadakan sujud syukur atas peringatan 100 tahun Gontor.

Shalat Zuhur Berjama’ah, dilanjutkan dengan Sujud Syukur.

Menurut Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. selaku ketua umum peringatan 100 tahun Gontor, semenjak peringatan 50 tahun Gontor, acara peringatan dan tasyakkuran selalu diawali dengan sujud syukur. Maka dari itu, tak heran jika dalam rentetan peringatan 100 tahun Gontor juga terdapat agenda sujud syukur.

Tamu putri yang juga turut mengadakan sujud syukur di dalam BPPM.

Semoga dengan acara sujud syukur yang baru saja dilaksanakan, menjadi awal yang baik menuju rentetan peringatan 100 tahun Gontor yang lain ke depannya. Sebab Allah telah berjanji dalam firmannya akan menambahkan nikmat yang lebih besar lagi kepada hambanya yang bersyukur dan menunjukkan wujud kesyukurannya.

Staf Hubungan Masyarakat PMDG.

Related Articles:

PRESS RELEASE: Sujud Syukur & Khataman Al-Quran Serentak serta Penulisan Mushaf Tandai 100 Tahun Gontor

Kick off 100 Tahun Gontor, Resmikan Penulisan Mushaf Gontor

Kesyukuran Menuju Usia 100 Tahun, Santri dan Alumni PMDG Adakan Khatmu-l-Qur’an Serentak

Kick off 100 Tahun Gontor, Resmikan Penulisan Mushaf Gontor

0

GONTOR- Dalam rangka menuju usia yang ke-100 tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan Pembukaan Peringatan 100 Tahun Gontor. Dalam acara tersebut, PMDG juga meresmikan penulisan Mushaf Gontor yang merupakan ‘legacy’ untuk seluruh keluarga besar pondok. Perlu diketahui, bahwa mushaf tersebut merupakan permintaan langsung dari Pimpinan PMDG.

Acara tersebut diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) pada hari Rabu (27/9), dengan dihadiri sejumlah tamu undangan. Di antara tamu undangan pada acara tersebut adalah Badan Wakaf PMDG, Wakil Ketua MPR-RI, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A., Rais ‘Aam PB Nahdlatul Ulama’ sekaligus ketua umum MUI, K.H. Muhammad Anwar Iskandar, Ketua PP Muhammadiyah bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan dan Pembinaan Haji-Umrah, K.H. Sa’ad Ibrahim, Khattath Maroko Syeikh Belaid Hamidi, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dan beberapa tamu lainnya.

“Salah satu tanda ‘legacy’nya 100 tahun Gontor yaitu penulisan mushaf Gontor. Jadi akan ada tim dari Gontor yang akan memulai menulis Al-Qur’an dan nanti selanjutnya akan menjadi mushaf Gontor” Ujar Al-Ustadz Khoirul Umam, dalam konferensi pers hari Ahad (24/9) kemarin.

Suasana Pembukaan Peringatan 100 Tahun Gontor di BPPM.

Walaupun begitu, penulisan mushaf ini bukan lah yang pertama kalinya dilakukan. Mushaf pertama ditulis pada tanggal 16 April 1989, bertepatan dengan 10 Ramadhan 1409. Mushaf ini dinamakan “Al-Mushaf As-Syarif Al-Gontory”. Mushaf gontor pertama ditulis oleh Al-Ustadz Syamsudin Arif. Akan tetapi, mushaf ini tidak dicetak dan disebarluaskan ke khalayak umum dengan pertimbangan akan minimnya pengetahuan mengenai percetakan mushaf Al-Qur’an kala itu.

Penulisan mushaf Gontor dilakukan oleh Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc., M.H. secara langsung. Hal ini untuk menjaga orisinalitas dan menjamin kualitas dari mushaf. Sementara itu, tim IT yang berperan utama dalam proses digitalisasi mushaf Gontor beranggotakan 10 orang, meskipun sewaktu-waktu dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan.

Khattath Maroko Syeikh Belaid Hamidi secara langsung meresmikan seremonial penulisan mushaf Gontor, ditandai dengan penulisan lafaz Basmalah di hadapan seluruh tamu undangan. Sebelumnya, tamu-tamu lainnya juga diberi kesempatan untuk memberikan sambutan pada acara tersebut.

Syeikh Belaid Hamidi Al-Khattath meresmikan penulisan mushaf Gontor.

Diantaranya ada Rais ‘Aam PBNU, K.H. Muhammad Anwar Iskandar yang menyampaikan sambutannya: “Gontor telah memberikan manfaat yang tidak kecil khususnya untuk Nahdhatul Ulama, begitu pula tokoh-tokoh besar di Indonesia banyak pula yang lahir dari Rahim PMDG. Tidak ada kata yang lebih penting daripada kita terus berharap agar gontor tetap eksis dan terus maju mulai hari ini sampai dengan hari kiamat. Kita yakin betul, Gontor akan mampu membawa Islam kepada kejayaan di tahun-tahun mendatang.”

Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. K.H. Saad Ibrahim, M.A. turut memberikan sepatah dua patah kata untuk Gontor. “Allah tebarkan benih-benih second golden age Islam di bumi Indonesia ini, melalui Muhammadiyah, kemudian Nahdlatul Ulama’ dan tentunya tak kalah penting Pondok Gontor. Tak berlebihan jika kita sebut Indonesia ini sebagai miniatur Tsaqafah Islamiyyah,” tegas beliau dalam sambutannya.

Sambutan dari Rais ‘Aam PBNU, K.H. Muhammad Anwar Iskandar.

Ada pula sambutan dari Perwakilan Alumni Gontor, H. Zainuddin, tentang bagaimana Gontor telah melahirkan pemimpin, ulama, cendekiawan, dan tokoh yang telah berkontribusi besar untuk kemajuan bangsa maupun negara.

“Setelah menimba pendidikan di Gontor, para alumni menjadi orang yang musta’mal, berguna di masyarakat. Kemudian meningkat menjadi orang mu’tabar yang dianggap dan mu’taman yang dipercaya di tengah Masyarakat,” beliau menambahkan.

Tidak ketinggalan, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. pun turut menyampaikan sambutan.

“Suatu kebanggan bagi kami, ada keberkahan yang luar biasa besar di wilayah Jawa Timur. Ini sangat luar biasa, bagaimana para alumni Gontor telah mewarnai Pembangunan bangsa kita. Provinsi Jawa Timur menjadikan Gontor sebagai salah satu teladan atau example dalam mempraktikkan prinsip dan kata modern yang ada di dalam Pondok Modern Darussalam Gontor.” ucap beliau dalam sambutan.

Sambutan terakhir datang dari Wakil Ketua MPR-RI, Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid, M.A. Beliau menyebut Gontor dan MPR Indonesia mempunyai korelasi yang luar biasa dan sudah sejak lama dibangun. Pasalnya, Ketua MPR pertama adalah Alumni Gontor, yaitu K.H. Idham Chalid. Ditambah lagi, dalam beberapa event di Istana Negara sering sekali melibatkan alumni Gontor, menandakan bahwa alumni Gontor punya peran yang sangat dipentingkan.

Ungkapan kesyukuran dari K.H. Hasan Abdullah Sahal pada Pembukaan Peringatan 100 Tahun Gontor.

Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan ungkapan kesyukuran sekaligus pesan kepada para tamu undangan. “Umat Islam seluruh dunia bertanggungjawab untuk menjaga dan memajukan Pondok Modern Darussalam Gontor ini, karena Gontor bukan punya Trimurti, bukan punya Jawa Timur, bukan punya Indonesia, tapi punya umat Islam seluruh dunia.” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Di penghujung acara, Pimpinan Pondok bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur menabuh beduk secara bersamaan sebagai simbol dimulainya langkah awal menuju peringatan 100 tahun Gontor, yang Insyaallah akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.

Pimpinan PMDG dan Wakil Gubernur Jawa Timur menabuh beduk sebagai tanda dimulainya langkah awal peringatan 100 tahun Gontor.

Semoga Allah permudah segala urusan pondok tercinta, dan panjangkan umur seluruh keluarga besar PMDG, agar senantiasa dalam rahmat-nya menuju usia pondok yang ke-100 tahun mendatang, bahkan tahun-tahun berikutnya. Allahumma Amin.

Staf Hubungan Masyarakat PMDG.

Related Articles:

H-2 Acara Sujud Syukur, PMDG Mantapkan Persiapan dengan Simulasi.

Kesyukuran Menuju Usia 100 Tahun, Santri dan Alumni PMDG Adakan Khatmu-l-Qur’an Serentak

PRESS RELEASE: Sujud Syukur & Khataman Al-Quran Serentak serta Penulisan Mushaf Tandai 100 Tahun Gontor

Kesyukuran Menuju Usia 100 Tahun, Santri dan Alumni PMDG Adakan Khatmu-l-Qur’an Serentak

0

DARUSSALAM- Sehari sebelum Sujud Syukur 100 Tahun Gontor, diadakan Khatmu-l-Qur’an serentak di seluruh kampus Gontor. Mulai dari Kampus Pusat, hingga kampus-kampus cabang baik putra maupun putri menggelar acara tersebut secara bersamaan pada hari Selasa, 26 September 2023.

Seluruh santri maupun santriwati mengkhatamkan Al-Qur’an di lokasi masing-masing, dengan kelompok yang sudah ditentukan. Para santri dan santriwati didampingi langsung oleh para guru yang disebar untuk membimbing serta mengawasi berjalannya acara.

Para santri mengikuti Khatmu-l-Qur’an di kelas-kelas yang telah dibagikan.

“Tujuan utama diadakannya agenda Khatmu-l-Qur’an adalah sebagai bukti kesyukuran kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa melindungi pondok tercinta hingga di usianya yang menjelang 100 tahun,” tutur Al-Ustadz Zul Fadli pada sesi siaran langsung Khatmu-l-Qur’an di channel Youtube resmi Gontor TV.

Liputan Al-Ustadz Zul Fadli selaku Koordinator Acara Khatmu-l-Qur’an

Acara Khatmu-l-Qur’an sendiri terbagi menjadi 2 sesi acara, yakni setelah Zuhur atau pukul 13.45 sampai dengan Adzan Ashar. Dan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu menjelang maghrib sampai dengan Adzan ‘Isya.

Berdasarkan informasi dari Al-Ustadz Zul Fadli selaku Koordinator Khatmu-l-Qur’an, seluruh cabang IKPM di penjuru dunia juga serentak mengadakan Khatmu-l-Qur’an di daerahnya masing-masing. Begitu pula dengan Pondok-pondok alumni Gontor yang turut berkecimpung dalam acara tersebut.

Puncak agenda Khatmu-l-Qur’an ini berlangsung di Masjid Jami’ PMDG, dengan dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok. Para Qori’ melantunkan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Ad-Dhuha sampai dengan An-Nas sebagai pertanda selesainya agenda Khatmu-l-Qur’an tersebut.

Staf Hubungan Masyarakat PMDG.

Related Articles:

Pimpinan PMDG Berharap IKPM Gontor Tidak Hanya Bersifat Nostalgia Tapi Ditingkatkan ke Fungsional

Jelang Sujud Syukur 100 Tahun, PMDG Adakan Nobar “Jejak Langkah 2 Ulama”

PRESS RELEASE: Sujud Syukur & Khataman Al-Quran Serentak serta Penulisan Mushaf Tandai 100 Tahun Gontor

Pimpinan PMDG Berharap IKPM Gontor Tidak Hanya Bersifat Nostalgia Tapi Ditingkatkan ke Fungsional

0

GONTOR – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, meminta agar alumni Gontor yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) agar lebih meningkatkan fungsinya di tengah-tengah masyarakat.

“Sebaiknya IKPM ini bukan perkumpulan yang sifatnya nostalgia karena nostalgia tidak ada akhirnya, tapi ditingkatkan lagi lebih fungsional dengan memerankan alumni di bidangnya masing-masing,” kata Kiai Amal.

Kiai Amal menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan sambutan di acara Silaturahim Peserta Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor Koordinator PP IKPM Gontor dengan Pimpinan PMDG di Aula Rabitah, Selasa, 26 September 2023.

Kiai Amal menceritakan pengalaman beliau ketika diamanati jadi ketua umum PP IKPM pada tahun 1988.

“Pertama kali yang saya omongkan adalah ungkapan Syeikh Hasan Basyuri, menteri wakaf (laysal ma’hadu bibinaihi lakin biabnaihi. Tahun sekian itu belum ada gedung di Gontor yang ada omah gedek dan yang dilihat dari Gontor saat itu peran alumninya,” katanya.

Sebelum sambutan dari Kiai Amal, Ketua Panitia Peringatan 100 tahun PMDG, Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed.,M.Phil, juga menyampaikan sambutan di depan ratusan undangan alumni Gontor menjelaskan tentang rentetan acara peringatan 100 tahun PMDG.

“Gambaran peringatan 100 tahun berlangsung dalam tempo yang cukup lama karena ada perbedaan antara Hijriah dan Masehi. Maka, pembukaan peringatan 100 tahun ikut kalender Hijriah dan penutupan ikut Masehi,” kata Ustadz Hamid.

Al-Ustadz Saepul Anwar selaku Pimpinan Rapat Kerja IKPM.

Ustadz Hamid juga menjelaskan, sesuai dengan hasil sidang Badan Wakaf PMDG selama peringatan 100 tahun yang akan berlangsung hingga 2026 harus ada sebuah legacy yang dipersembahkan dari semua kegiatan tersebut.

“Kegiatan 100 tahun Gontor harus ditingkatkan menjadi sebuah komunitas yang bermanfaat buat umat. Kegiatan ini akan dirayakan oleh seluruh pondok cabang, pondok alumni dan pesantren alumninya alumni,” kata Ustadz Hamid.

Meski demikian, Ustadz Hamid mengingatkan setiap kegiatan 100 tahun Gontor yang digelar oleh alumni lewat IKPM cabang harus sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan, yang ada hubungannya dengan manfaat dengan masyarakat.

“Nilai yang penting dalam pondok ini adalah sistem wakaf, pondok ini diwakafkan oleh pendirinya, kita menjadi manusia-manusia wakaf dan kita harus membiasakan wakaf. Prinsipnya,
Gontor maju bukan karena dibantu tapi dibantu karena maju,” katanya.

Ustadz Hamid yang juga Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) menyampaikan semua kegiatan peringatan 100 tahun akan didokumentasikan.

“Di UNIDA ada banyak kegiatan yang bersifat legacy seperti percetakan 100 buku karya ilmiah baik alumni maupun bukan alumni. Kita juga akan mendatangkan Maher Zain, kemarin sudah ketemu di Manchester,” katanya.

Rapat Kerja IKPM yang diikuti oleh Alumni Gontor dari seluruh penjuru Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PP IKPM, Ustadz Noor Syahid, menjelaskan acara silaturahim peserta Sujud Syukur Peringatan 100 Tahun Gontor
Koordinator PP IKPM Gontor diikuti oleh 273 orang.

Para undangan berasal dari alumni dari unsur IKPM Cabang se-Indonesia, Forum Pesantren Alumni (FPA), Forums Bisnis (Forbis), Forum Muballighin Alumni (FMA) dan calon-calon forum lain.

Bertepatan dengan momentum Sujud Syukur 100 tahun Gontor yang akan digelar 27 September 2023 besok, PP IKPM akan membentuk forum-forum alumni sesuai dengan profesinya masing-masing.

Di antara forum yang akan dibentuk antara lain, Forum Jurnalis Alumni Gontor, Forum Advokat, Forum Seniman, Forum Dokter dan Forum Olahragawan Alumni Gontor.

Staf Hubungan Masyarakat PMDG

Related Articles:

H-2 Acara Sujud Syukur, PMDG Mantapkan Persiapan dengan Simulasi.

PRESS RELEASE: Sujud Syukur & Khataman Al-Quran Serentak serta Penulisan Mushaf Tandai 100 Tahun Gontor

Jelang Sujud Syukur 100 Tahun, PMDG Adakan Nobar “Jejak Langkah 2 Ulama”