Home Blog Page 9

Ribuan Jama’ah Ikuti Shalat Idul Fitri 1447 H di Gontor

0

GONTOR — Ribuan jamaah memadati Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sejak pukul 05.30 WIB untuk menunaikan Shalat Idul Fitri, Jumat (20/4). Jamaah terdiri atas keluarga besar PMDG, wali santri, serta masyarakat sekitar.

Setelah menjalani ibadah puasa selama 30 hari di bulan suci Ramadhan, PMDG merayakan Idul Fitri 1447 H dengan penuh khidmat. Sejak pagi, suasana kebersamaan tampak dari barisan jamaah yang tertib memenuhi area masjid.

Menjelang pelaksanaan shalat, para Siswa Akhir Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) 2027 Impervious Generation menggelar takbir keliling. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Dengan diiringi mobil pikap yang dilengkapi pengeras suara, para santri berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan sejak dini hari, melantunkan takbir di sepanjang perjalanan.

Khutbah Idul Fitri disampaikan oleh salah satu guru PMDG, Al-Ustadz Dr. H. Husni Kamil Djaelani, M.Ag. Dalam khutbahnya, beliau mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah diri serta menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan.

“Berapa banyak di antara kita yang akan tetap melaksanakan shalat malam dan amal saleh setelah Ramadhan?” ujar beliau.

Ustadz Husni juga menekankan pentingnya istiqamah dalam beribadah, termasuk dalam menjalankan berbagai bentuk tirakat sebagai bagian dari pembinaan diri.

Shalat Idul Fitri dipimpin oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, sebagai imam. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Usai shalat, para Siswa Akhir KMI 2027, guru, serta jamaah yang hadir mengadakan jabat tangann bersama. Tradisi ini menjadi momen untuk mempererat ukhuwah di antara keluarga besar PMDG.

Kontributor: Haniyya, Editor: Johansyah, Ghazi

Related Articles:

Rayakan Idul Fitri di Kampung Damai

Gerhana Matahari Iringi Datangnya Idul Fitri

Maklumat Penetapan 1 Syawwal 1447 H

Maklumat Penetapan 1 Syawwal 1447 H

0

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dengan ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menetapkan bahwa 1 Syawwal 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Jazaakumullahu khairan
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor Gelar Program Edukatif bagi Santri di Penang

0

PENANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan serangkaian program edukatif bagi para santri/siswa di beberapa lembaga pendidikan Islam di Penang, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026 ini meliputi Arabic Camp, English Camp, Qur’anic Camp, Art Camp, hingga seminar kesehatan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa, penguatan pembinaan rohani, serta pengembangan kreativitas peserta didik.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan, antara lain Ma’had ad-Da’wah al-Islamiyyah (MADI), Pondok Akademi Al-Qur’an Assyamil (AQSA), Ma’had Asyakhsiah Tahfidz Sains (MATSA), serta Madrasah Al-Qur’an wal ‘Arabiyah (MAWAR). Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan santri, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab dan Inggris yang semakin dibutuhkan di era global.

Dalam program Arabic dan English Camp, para santri dilatih menggunakan bahasa secara aktif melalui berbagai metode pembelajaran komunikatif. Materi yang diberikan meliputi percakapan sehari-hari, penguasaan kosakata, latihan membaca dan menulis, serta praktik mendengar melalui media audio. Pendekatan ini dirancang agar santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan bahasa Arab dan Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

Selain pembinaan bahasa, kegiatan Qur’anic Camp juga menjadi bagian penting dari program ini. Para santri mendapatkan bimbingan tahsin tilawah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan tartil. Sementara itu, kajian fikih dasar diberikan secara sederhana dan aplikatif untuk memperkuat pemahaman ibadah sehari-hari, seperti tata cara wudhu, shalat, dan adab santri.

Mahasiswa KKN juga menghadirkan kegiatan kreatif melalui Art Camp dan pelatihan kerajinan tangan. Dalam kegiatan ini, santri diajak mengekspresikan kreativitas melalui berbagai aktivitas seni, seperti melukis, membuat kerajinan dari stik es krim, hingga pembuatan aksesori sederhana. Kegiatan tersebut memberikan suasana pembelajaran yang lebih segar sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, serta imajinasi peserta.

Program ini disambut antusias oleh para santri dan pihak lembaga. Salah satu santri MAWAR, Aisyah, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut. “Bacaan Al-Qur’an saya sekarang lebih lancar, dan saya lebih berani berbicara dalam bahasa Arab setelah mengikuti camp ini,” ujarnya.

Pihak lembaga pendidikan di Penang juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UNIDA Gontor dalam mendukung proses pembelajaran santri. Metode pengajaran yang interaktif dan variatif dinilai mampu meningkatkan minat belajar serta memperkaya pengalaman pendidikan para peserta.

Melalui kegiatan KKN Internasional ini, mahasiswa UNIDA Gontor mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, serta memperoleh pengalaman langsung dalam mengajar dan berinteraksi dengan lingkungan pendidikan internasional. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama pendidikan antara lembaga-lembaga di Malaysia dan UNIDA Gontor, serta membuka peluang kolaborasi edukatif di masa mendatang.

Kontributor: Ifham, Editor: Winka, Johansyah, Ghazi.

Related Articles:

PPL & KKNT Internasional UNIDA Gontor Laksanakan Praktik Mengajar dan Pembinaan Santri di Thailand

Seminar Peningkatan Minat Pendidikan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Oleh KKNT Unida Gontor

Kenangan Tak Terlupakan; Perpisahan Haru Mahasiswi KKNT UNIDA Gontor dengan MTs Al-Hidayah, Wujud Kebersamaan dan Dedikasi

Warta Dunia (WARDUN) 1447/2026

0

Alhamdulillah, Warta Dunia (Wardun) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali hadir sebagai laporan tahunan yang merekam denyut perjalanan pondok selama satu tahun terakhir. Penerbitan edisi ini merupakan hasil kerja kolektif tim redaksi dalam merangkum dinamika Badan Wakaf, Pimpinan Pondok, para guru, hingga seluruh santri, yang bergerak dalam satu arah sesuai kerangka Panca Jangka PMDG. Laporan ini merupakan bentuk konsistensi perjuangan pondok dari waktu ke waktu.

Edisi tahun ini menyajikan perkembangan pada lima jangka utama: pendidikan dan pengajaran, kaderisasi, pergedungan, khizanatullah, serta kesejahteraan keluarga. Peningkatan mutu akademik di seluruh kampus terus diupayakan, bersamaan dengan penguatan kader melalui sistem penugasan dan pendelegasian yang terstruktur. Di bidang pergedungan, pembangunan, dan perluasan sarana pendidikan tetap berjalan sebagai jawaban atas kebutuhan yang kian berkembang. Sementara itu, Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) melaporkan pertumbuhan aset wakaf dan unit usaha sebagai fondasi kemandirian. Upaya peningkatan kesejahteraan keluarga pondok, mulai dari penyediaan rumah guru, studi lanjut, hingga ibadah haji, menjadi bagian dari komitmen menjaga kualitas kader secara menyeluruh.

Selain laporan lima jangka, edisi ini juga memuat beragam peristiwa penting sepanjang tahun, termasuk penguatan kualitas civitas akademika, dinamika Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM), perkembangan keluarga besar Gontor di luar negeri, serta kunjungan sejumlah tokoh dan tamu penting. Pesan dan nasihat Trimurti Pendiri Pondok kembali dihadirkan sebagai peneguh nilai dan arah perjuangan yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Redaksi menyampaikan apresiasi kepada para santri, guru, dan mahasiswa UNIDA Gontor yang berpartisipasi dalam Lomba Desain Sampul Warta Dunia. Semoga ikhtiar dan kreativitas yang tumbuh menjadi bagian dari tradisi berkarya yang terus berkembang. Kami menyadari laporan ini masih memiliki keterbatasan. Kritik dan saran yang membangun kami harapkan demi penyempurnaan pada edisi mendatang. Selamat membaca.

Related Articles:

Warta Dunia (WARDUN) 1444/2023

Warta Dunia (WARDUN) 1445/2024

Warta Dunia (WARDUN) 1446/2025

Kuliah Shubuh 19 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Prof. Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag.

0

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz Prof. Dr. Sujiat Zubaidi, M.Ag., di Masjid Jami’ PMDG pada Ahad, 19 Ramadhan 1447 H/8 Maret 2026 M.

  • Bersyukur, kita dapat bersyukur dengan cara memanfaatkan atau menggunakan apa yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Kalau orang yang diberikan ilmu, maka cara mensyukurinya yakni dengan cara menerapkan dan mengajarkannya di masyarakat.
  • Ada suatu cerita, B.J Habibie pada suatu pertemuan ditanya oleh seseorang, “apa bedanya matematika dan berhitung?”. Kemudian, beliau menjawab, “Matematika untuk menguasai teknologi, dan berhitung untuk kegiatan latihan”.
  • Banyak orang yang pintar Matematika, namun jika diberi persoalan mengenai hitungan kehidupan dia tidak bisa. Petanyaan selanjutnya, “apa yang membuat kemampuan atau prestasi putra bapak melebihi bapak sendiri, apa rahasia bapak mendidik putra bapak?” B.J Habibie mengatakan, “saya hanya memberikan 3 prinsip yang bisa di gunakan anak saya untuk meningkatkan dirinya sendiri; membaca, membaca, dan membaca,” beliau meneladani ayat pertama Al-Qur’an yakni iqra’.
  • Iqra’, juga berarti “menghimpun”, jika seseorang membaca, maka ia akan bisa menghimpun banyak hal. Oleh karena itu, ada yang mengatakan membaca yang pertama berbeda dengan membaca yang kedua, begitupun membaca yang ketiga, karena ketika membaca yang kedua dia sudah bisa menganalisis, dan membaca yang ketiga dia sudah bisa memahami orang lain dan mempraktekkannya.
  • Mempraktekkan itu termasuk menulis. In syaa Allah membaca akan sangat bermanfaat, itulah sebabnya ditetapkan ayat pertama Al-Qur’an yakni “iqra’”.
  • Dan yang lebih unik lagi, iqra’ bi ismi rabbika-l-ladzi khalaq, dalam ayat tersebut tidak disebutkan maf’ul bihi, karena mahdzuuf (tersembunyi), karena Allah menegaskan, kita tidak mampu untuk melihat alam kosmos yang tertulis maupun yang tidak tertulis.
  • Setiap generasi akan ada tambahan tafsir, walaupun begitu tak semua maksud dari ayat Al-Qur’an dapat ditafsirkan di dalam suatu buku.
  • Orang yang membaca akan mampu mengeksplorasi apa yang ada di bumi dan apapun yang ada di sekitarnya, namun tak cukup hanya itu. Oleh karena itu, iqra’ dilanjutkan dengan bi ismi rabbika-l-ladzi khalaq. Pada zaman sekarang, chip yang kecil mampu menyimpan file yang besar didalamnya, dan semua penemuan itu tak akan luput dari “membaca”.
  • Kalau iqra’ tidak dikaitkan dengan “bi ismi rabbika-l-ladzi khalaq” akan muncul lebih banyak bahaya dari pada kebaikannya.
  • Berbudi tinggi, bebadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas. Itu berarti adab yang tinggi lebih penting daripada ilmu itu sendiri.
  • Al-Qur’an adalah sumber peradaban, kalau tidak ada Al-Qur’an, maka peradaban tersebut tidak akan teratur.
  • Orang yang tidak mengaitkan “iqra’’” dengan “bi ismi rabbika-l-ladzi khalaq” layaknya orang yang membawa obor namun buta.
  • Al-Qur’an menjadikan seseorang dapat meningkatkan potensi dirinya dengan baik.
  • Allah itu menciptakan manusia. Ketika kita melihat alam ini diciptakan dengan teratur, tertib, dan luas, Allah menunjukkan kepada manusia apa itu ayat-ayat Allah di alam ini dan di dalam diri kita sendiri.
  • Setiap hari, sel-sel yang ada di tubuh kita akan ada yang rusak. Namun, di balik itu, harus ada sel-sel yang diperbaiki kembali. Itu berarti, sesuatu yang rusak harus diperbaiki kembali dengan selisih yang lebih besar.
  • Di dalam ayat “iqra bi ismi rabbika-l-ladzi khalaq” dan diakhiri dengan “usjud wa iqtarib”, terdapat konkrit mengenai beberapa rahasia. Oleh karena itu, suatu pekerjaan harus imbang antara ilmu dan tauhid.
  • Gontor mangajarkan apa gunanya ilmu yang tidak bermanfaat bagi orang lain? Dan apa itu beribadah?.
  • Al-munasabah, yang dimaksud adalah keserasian makna dan redaksi.
  • Tiga hal yang kita dapatkan dari membaca:

Ilmu, suatu hal yang besar diciptakan dengan ilmu yang dipelajari, dan cara mempelajarinya dengan cara membaca.

Tauhid, landaskan segala hal yang kamu kerjakan lillah. Segala hal yang kamu kerjakan itu atas ridha Allah Swt.

Literasi, ketika kita sudah mengambil suatu ilmu, selayaknya kita untuk menerapkan apa yang dipelajari.

    • Untuk mendapatkan sesuatu yang mulia dan besar, maka harus dilandasi dengan sesuatu yang tidak biasa-biasa saja, di antaranya:

    Sabar. Bersabar dalam menghadapi berbagai masalah dalam menuntut ilmu dan perjuangan. Orang yang mendapat suatu masalah dan dia sabar atas masalahnya, ia akan meningkat dan bangkit. Orang yang tidak akan bisa bangkit kecuali dia bersabar atas berbagai tantangan-tantangan yang dihadapinya.

      • Suatu musibah jika dihadapi dengan musibah lain akan lebih besar masalahnya, namun jika kita hadapi dengan hikmah, in syaa Allah akan menemukan hikmah yang dimaksudnya.
      • Nelson Mandela, tidak melewati kehidupan yang enak sebelum dia sukses. Seseorang yang sukses pasti melewati suatu hal yang susah, ada pasang dan surutnya.
      • Hidup ini tak akan pernah lepas dari tantangan.
      • Tawakkal. Setelah kita bersabar harus dilanjutkan dengan do’a atau tawakkal.
      • Kita harus mampu berinteraksi dengan orang lain. Allah-lah yang mengatur, kitalah yang merencanakan.
      • Di dalam Al-Qur’an ada 5 prinsip sukses, yakni:

      Idzhab, kita harus mampu untuk meninggalkan sesuatu yang buruk di dalam diri kita.

      Anta wa akhuuka, bukan hanya “anta”, atau “ana”, namun “wa akhuuka”. Kita harus bisa berinteraksi dengan orang lain, mampu bekerja sama.

      Bi aayaatihi, ilmu dan pengetahuan. Wa laa taniya, jangan bermalas-malasan dalam berbagai hal.

      Bi dzikrillah, dengan berdzikir kepada Allah. Ketika kita mendapatkan sesuatu namun tidak bersyukur, kita bisa menjadi sombong.

        Ikhlas. Tarku-r-riya’ fi-l-‘amal, tidak melakukan sesuatu yang riya’ atau Melakukan sesuatu untuk dilihat oleh orang lain.

        • Inti dari sumber peradaban ini adalah ikhlas. Gontor bisa maju seperti sekarang ini karena keikhlasan para pendiri pondok dalam berjuang.
        • 1968, KH Ahmad Sahal mengumpulkan seluruh guru KMI. Setelah salam beliau berbicara, “saya berfokus kepada Masjid. Namun, KMI terlihat mundur, saya berikan tanggung jawab kepada Imam Zarkasyi selaku Direktur KMI”. Mulai saat itu, semua guru-guru menulis i’dad dan melaporkannya kepada beliau, dan saat itu pula dimulailah Kamisan guru ketika hari kamis.
        • Kalau para pendahulu kita bisa melakukan keikhlasan sebesar itu, mengapa kita tidak bisa meneladani dan melebihi mereka?
        • Orang yang ikhlas ada 2;
        • Mukhlish. Orang yang membersihkan dirinya ketika dikotori.
        • Mukhlash, lebih tinggi daripada “Mukhlish”, karena dia disucikan oleh Allah. Kewajiban bagi kitalah untuk berusaha mencapai tingkatan seperti itu.

        Notulen: Cheviq

        Related Articles:

        Kuliah Shubuh 15 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Muhammad Badrun Syahir, M.A.

        Kuliah Shubuh 16 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Dr. H. Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.

        Kuliah Shubuh 17 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag.

          Kuliah Shubuh 17 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag.

          0

          Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Al-Ustadz Drs. H. Rif’at Husnul Ma’afi, M.Ag., pada Jumat 17 Ramadhan 1447 H/6 Maret 2026 M

          • Diantara keimanan dan ketakwaan mempunyai tingkatan yang berbeda.
          • Takwa selalu menjadi perbincangan karena takwa melindungi kita dari adzab Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan, takwa berarti perasaan yang ada selamanya untuk mendekatkan diri kepada Allah baik di kala sepi maupun ramai.
          • Sabar Dalam Al-Qur’an selalu diulang sebanyak 9 kali, yang artinya sabar adalah separuh dari iman. Sabar diantara dua, maqam dan haal. Maqam adalah upaya seseorang untuk meningkat dalam beribadah kepada Allah. Dan haal adalah sesuatu yang tidak ia sadari saat meningkatkan diri dalam beribadah kepada Allah.
          • Syakawtu ilaa waqii’in. Bukan berarti melapor, namun artinya mengadu. Menahan lisan untuk tidak mengadu atau mengeluh, menjaga dan menahan anggota tubuh untuk melakukan sesuatu yang tidak layak.
          • Bahasa Arab itu unik, berbeda satu huruf ataupun satu harakat saja berbeda maknanya.
          • Maka, sabar ada 3 tingkatan;
          • Ash-Shabru ‘an alma’sshiyyah, sabar dalam suatu yang diperintah dan dilarang oleh Allah SWT. Jika seseorang masih muda, memiliki uang dan kesempatan, itulah ujian sebenarnya. Apakah ia dapat menahan dan sabar dalam menahan maksiat? Jangan mengira sesuatu yang tidak enak tidak baik untuk kita, dan jangan mengira sesuatu yang enak itu baik untuk kita.
          • Ash-Shabru ‘an ath-thaa’ah, kita berkhidmat dalam beribadah kepada Allah dengan cara dawaaman atau Istiqamah. Yakni Menjaga ikhlas dan ketulusann-Nya dalam melakukan perintahnya, tidak berlandaskan disiplin tapi atas kesadaran diri.
          • Ash-Shabru ‘an al-balaa’, kita tidak ingin memilih suatu musibah, tapi tuhan telah menentukan takdir suatu hal, maka kewajiban kita hanyalah bersabar. Posisi sabar dalam keimanan itu bagaikan kepala pada jasad manusia. Iman seseorang tidak sempurna jika tidak memiliki kesabaran. Jangan sampai kita menyerah dan lengah ketika menghadapi musibah dan beristiqamah dalam beribadah, oleh karena itu bersabarlah. Sabarlah layaknya cahaya hidup kita dan penuntun jalan kita.

          Notulen: Hilmi, Cheviq

          Related Articles:

          Kuliah Shubuh 14 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I.

          Kuliah Shubuh 15 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Muhammad Badrun Syahir, M.A.

          Kuliah Shubuh 16 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Dr. H. Umar Sa’id Wijaya, M.Pd.

          Buka Puasa Bersama Keluarga Besar PMDG Putri Kampus 4 Dan Masyarakat

          0

          KANDANGAN – Kamis (5/3), yang bertepatan dengan 16 Ramadhan 1447 H, telah dilaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang bertempat di PMDG Putri Kampus 4, Kediri, Jawa Timur.

          Kegiatan ini diselenggarakan oleh keluarga besar PMDG Putri Kampus 4 sebagai bentuk ikhtiar mempererat ukhuwwah Islamiyyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadhan, serta memperkuat hubungan antara pondok pesantren dengan masyarakat sekitar.

          Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, antara lain; Direktur Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), KH. Masyhudi Subari, M.A., Ketua II PP IKPM, Al-Ustadz H. Saepul Anwar, panitia kegiatan sebanyak 150 orang, santri kelas 5 sebanyak 393 orang, serta tamu undangan umum sebanyak 476 orang. Dengan demikian, total peserta yang hadir berjumlah 1.112 orang.

          Para tamu menuju lokasi acara dan disambut dengan lantunan hadrah yang menambah suasana religius dan penuh kekhidmatan. Alunan shalawat yang dikumandangkan oleh tim hadrah turut menghadirkan nuansa kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut para hadirin. Setelah seluruh tamu menempati tempat yang telah disediakan, acara resmi dimulai oleh pembawa acara. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an sebagai pembuka.

          Memasuki acara inti, disampaikan sambutan oleh Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 4 yang menekankan pentingnya menjalin ukhuwah Islamiyah serta mempererat hubungan antara pondok, masyarakat, dan para tamu undangan. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Direktur KMI yang memberikan nasihat serta arahan kepada seluruh hadirin sembari menunggu datangnya waktu berbuka puasa.

          Menjelang waktu Maghrib, seluruh hadirin menantikan waktu berbuka hingga adzan Maghrib dikumandangkan. Setelah itu, para tamu undangan, pimpinan pondok, serta seluruh peserta yang hadir melaksanakan shalat Maghrib berjamaah dengan penuh kekhusyukan.

          Usai pelaksanaan shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang diikuti oleh seluruh tamu undangan dan keluarga besar PMDG Putri Kampus 4.

          Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menjadi kesempatan bagi Pimpinan PMDG, tamu undangan, unsur pemerintah, serta masyarakat untuk saling bersilaturahmi, berbincang, dan mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

          Kontributor: Panitia Pelaksana Buka Puasa Bersama PMDG Putri Kampus 4
          Editor: Johansyah, Ghazi

          Related Articles:

          Menumbuhkan Generasi Qur’ani; Gontor Putri Kampus 2 Adakan Seminar Al-Qur’an

          Perdana Kunjungi Gontor Putri 1, Jusuf Kalla Tegaskan Gontor sebagai Lentera Peradaban

          Syekh Belaid Hamidi Sahkan Delapan Ijazah Khat di Gontor Putri Kampus 3

          Yudisium Kenaikan: Siswa Kelas 5 KMI Siap Tapaki Perjalanan Baru

          0

          GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar yudisium kenaikan bagi siswa kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada Sabtu (7/2) pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 – 14.00 WIB itu digelar di New Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 5 dari semua kampus PMDG.

          Para siswa dipanggil satu per satu menuju aula utama New BPPM. Pemanggilan dilakukan dalam tiga gelombang; siswa yang dinyatakan naik ke kelas akhir di PMDG Kampus Pusat, siswa yang belum dinyatakan naik kelas, dan mereka yang akan melanjutkan studi sebagai siswa kelas akhir di kampus-kampus cabang PMDG.

          Di dalam aula, para siswa menerima pengarahan dari Pimpinan PMDG dan Direktur KMI. Momen ini menjadi ajang peneguhan niat mereka sebagai seorang calon siswa kelas akhir.

          Direktur KMI, KH. Masyhudi Subari, M.A., menegaskan bahwa kesempatan duduk di kelas paling senior adalah amanah yang diberikan oleh Pimpinan PMDG.

          “Bapak Kiai memberikan kesempatan kepada kalian untuk duduk di kelas 6 (kelas akhir). Kalian semua dinyatakan naik ke kelas 6,” ujar beliau. Ustadz Masyhudi mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak menumbuhkan kesombongan. Menurutnya, semangat santri harus tetap sama seperti saat pertama kali datang ke pondok.

          “Sebagaimana kalian memulai menjadi santri, seperti itulah kalian menyelesaikannya,” kata beliau.

          Dalam arahannya, Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, menekankan pentingnya jati diri seorang santri. Beliau mengingatkan bahwa kelas akhir merupakan momentum penting yang menuntuk kedewasaan dalam bersikap. “Kita punya jati diri, harga diri, maka kita akan tahu diri,” ujarnya.

          Kiai Hasan juga mengingatkan agar santri tidak terjebak dalam sikap pamer atau mencari muka. Menurut beliau, perjuangan santri adalah menegakkan kebenaran, bukan sekadar memenangkan persaingan. “Kita menegakkan kebenaran, bukan memaksakan kemenangan.”

          Setelah pengarahan, para santri bersama-sama melakukan tradisi cukur jundi (menyisakan sebagian kecil rambut di depan kepala) sebagai simbol rasa syukur atas kenaikan mereka ke kelas akhir. Rentetan kegiatan tersebut akhirnya ditutup dengan sujud syukur di Masjid Jami’ PMDG yang menandai dimulainya perjalanan mereka; menjadi pasukan inti dalam dinamika kehidupan pondok.

          Kontributor: Dejuan, Ghazi, Editor: Winka, Alif, Johansyah

          Related Articles:

          Peringatan Nuzulul Quran: Momentum Tadabbur Hikmah Al-Qur’an

          Muntada Lughah Resmi Ditutup, Santri Kelas 5 Perkuat Komitmen Berbahasa

          Peringatan Nuzulul Quran: Momentum Tadabbur Hikmah Al-Qur’an

          0

          GONTOR – Peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menjadi momentum refleksi tentang peran Al-Qur’an dalam mengubah peradaban dunia. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5/3) malam, bertepatan dengan 17 Ramadhan, di Gedung Olahraga (GOR) PMDG tersebut diikuti oleh siswa kelas 5 Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) lintas kampus.

          Dalam kegiatan tersebut, para guru PMDG menyampaikan pesan tentang makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Peringatan ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membentuk peradaban manusia.

          Salah satu guru, Al-Ustadz Muhammad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an secara bertahap mengandung berbagai hikmah yang mendalam. Menurut beliau, metode penurunan tersebut berfungsi untuk meneguhkan hati Rasulullah SAW, menyesuaikan dengan kebutuhan umat, memudahkan proses penghafalan dan pemahaman, serta menyempurnakan ajaran Islam. Ia menambahkan bahwa kegagalan umat Islam dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dapat menyebabkan hilangnya kemampuan membedakan kebenaran dan kebatilan dalam kehidupan.

          “Turunnya Al-Qur’an telah mengubah peradaban dunia dan menjadi pembeda antara yang haq dan yang batil,” ujar beliau di hadapan para santri.

          Selain itu, para santri juga diingatkan tentang tradisi Nabi Muhammad SAW dalam memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Dalam riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril pada setiap bulan Ramadhan.

          “Ahli Al-Qur’an akan selalu mencintai Al-Qur’an hingga usia lanjut dan tidak melupakan hafalannya,” tambah Ustadz Wahyudi.

          Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. juga mengingatkan para santri agar memperbanyak doa dan ibadah selama bulan yang penuh keberkahan tersebut. “Jangan malas berdoa. Kuncinya adalah tidak bosan menjalankan perintah Allah SWT,” ujar beliau.

          Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, diharapkan para santri dapat memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an, serta mampu memahami perannya dalam membentuk peradaban serta menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

          Kontributor: Zulfahmi, Dejuan, Editor: Winka, Johansyah, Ghazi.

          Related Articles:

          Tegaskan Kualitas Hafalan Quran Santri, Gontor Adakan Haflatul Khotmil Qur’an

          Menilik Mushaf Al-Quran Gontor: Ada Tiga Hal yang Istimewa

          Alquran, Mutiara Termahal

          Muntada Lughah Resmi Ditutup, Santri Kelas 5 Perkuat Komitmen Berbahasa

          0

          GONTOR – Penutupan Forum Peningkatan Bahasa Santri Kelas 5 KMI (Muntada Lughah) dalam rangka masa mukim Ramadhan digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Rabu (4/3) pagi. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., beserta para guru.

          Penutupan Muntada Lughah menekankan pentingnya integritas dalam penggunaan bahasa resmi di pondok, yaitu bahasa Inggris dan Arab. Tak hanya itu, esensi dalam belajar bahasa resmi juga dipaparkan secara detail guna menumbuhkan kesadaran dan kemauan belajar dari hati para santri.

          Dalam sambutannya, Ustadz Suharto menjelaskan bahwa belajar bahasa Arab akan meningkatkan kemahiran santri dalam membaca Al-Qur’an. Santri tidak hanya mengerti kaidah ilmu tajwid dalam Al-Qur’an, namun juga dapat memahami makna serta penafsiran ayat-ayatnya.

          “Tujuan belajar bahasa Arab adalah mengetahui apa yang terkandung dalam Al-Qur’an, mulai dari syariat-syariat Islam hingga hikmah yang terkandung di dalamnya,” ujar beliau dalam pidatonya.

          Pembimbing Sektor Bahasa, Al-Ustadz Farid Sulistyo, Lc., juga menegaskan urgensi menciptakan lingkungan berbahasa yang kondusif. Pada kesempatan tersebut, beliau mengikrarkan perjanjian bersama setiap siswa KMI kelas 5 untuk tetap patuh dan teguh dalam menjalankan aturan berbahasa resmi selama masa studi di Gontor.

          Perjanjian ini memuat beberapa poin, antara lain: menjaga aturan berbahasa, menerapkan dua bahasa resmi dalam kehidupan sehari-hari, serta menerima segala konsekuensi ketika melanggar tata tertib disiplin yang berlaku. Ikrar ini diharapkan mampu memperkuat komitmen dan tanggung jawab, khususnya bagi siswa KMI kelas 5 sebagai teladan dalam berbahasa bagi adik-adiknya.

          Melalui penutupan Muntada Lughah ini, pondok kembali meneguhkan cita-citanya sebagaimana tertuang dalam Piagam Wakaf, yakni menjadi pusat pembelajaran bahasa Arab dan Inggris.

          Kontributor: Fadhil, Zulfahmi, Editor: Winka, Ghazi.

          Related Articles:

          Diskusi Umum Siswa Kelas 5 Bahas Manajemen Waktu

          Drama Arena 598: Puncak Kreativitas Siswa Kelas 5 KMI di PMDG

          Gontor Language Institute for Development and Excellence Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Bahasa Santri