RIMBO PANJANG – Pondok Modern (PM) Darussalam Gontor Putri Kampus 7 laksanakan ujian tulis akhir siswi akhir KMI yang merupakan salah satu rentetan ujian bagi siswi akhir KMI sebelum menjadi alumni, di saahatu-t-taasyi, Sabtu s/d Selasa (21/1 – 7/2/23) Pagi.
Ujian tulis akhir dilaksanakan selama 16 hari dengan menghadapi 31 materi yang diujiankan, materi dari kelas 1 KMI sampai kelas 6 KMI dibaca, dipelajari dan diharapkan sebagai bentuk persiapan siswi akhir KMI dalam menghadapi ujian tulis akhir.
Ujian tulis akhir dilaksanakan dengan khidmat. Pengawas ujian tulis akhir mengawasi para peserta ujian dengan penuh pengawasan dan ketelitian. Ujian tulis akhir adalah pembuktian dan takaran bagi siswi akhir KMI Credible Generation atas pemahaman dari kegiatan belajar mengajar selama 4 dan 6 tahun yang sudah mereka lewati.
Selangkah menuju alumni, semua siswi akhir KMI bersungguh sungguh untuk memberikan yang terbaik dengan tujuan bisa menjadi alumni yang mumtaz ilman, khuluqan, adaban dan ubudiyyatan. Tegar
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, baik dilakukan secara sengaja atau pun tidak disengaja. Seringkali kesalahan itu terjadi akibat kelalaian atau keteledoran manusia itu sendiri. Memang terkadang berbuat salah merupakan hal yang wajar bagi seorang anak Adam, mengingat manusia sendiri adalah tempatnya salah dan lupa. Kendati demikian, tidak wajar sebagai seorang mukmin berulang kali jatuh dalam kesalahan yang sama.
Itu sebabnya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memperingatkan umatnya untuk tidak melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.
“Seorang mukmin tidak boleh jatuh ke satu lubang dua kali.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut mengandung pesan bahwa seorang muslim perlu belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya. Karena kesalahan yang terjadi di masa lampau dapat dijadikan sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Dengan memetik pelajaran dari kesalahan itu, paling tidak ada dua keuntungan yang dapat kita peroleh, yaitu:
Tidak mengulangi kesalahan yang dahulu pernah diperbuat.
Mampu berhati-hati dalam memilih keputusan yang lebih baik di masa depan.
Sebab seseorang yang jatuh di lubang yang sama atau mengulangi kesalahannya di masa lalu merupakan tanda kelalaiannya dalam memetik pelajaran dari peristiwa yang ia alami. Adapun setiap masalah atau ujian yang ia terima itu merupakan rahmat dan anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjadi pembelajaran bagi hambanya, karena sejatinya ujian itu untuk belajar.
Maka dari itulah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memerintahkan setiap muslim untuk selalu berhati-hati, waspada, teliti, serta tidak lagi lalai. Karena mukmin yang lalai bisa terperosok, terperdaya, atau tertipu sehingga takutnya akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.
(Artikel: Mahadi, Editor: Husain, Review: Riza Ashari).
MANTINGAN-Berpengetahuan luas dan Berpikiran bebas merupakan bagian dari motto pondok. Dan untuk mewujudkan motto pondok ini Gontor Putri Kampus 2 menghelat diskusi umum yang dilaksanakan oleh para santriwati kelas 5 pada hari Sabtu, 29 Januari 2023. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus, Al-Ustadz Muhammad Alwi Yusron,M.A dan Bapak Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz,M.A.
Dengan bertakjub tema “Feminisme : Disorientasi Fitrah atau Menolak Patriarki?” membuka wawasan santriwati tentang paham feminisme yang sedang marak-maraknya didunia para wanita.
Bagaimana kegiatan ini memahami santriwati dengan aliran ini dikemas dengan bentuk edukasi yang tidak membosankan juga sehingga mudah masuk dalam pemikiran santriwati kelas 5 yang dianggap perlu untuk mengetahui tentang hal ini. Diskusi ini bertujuan untuk melatih santriwati kelas 5 dalam berdiskusi. Bagaimana cara yang baik untuk menyampaikan dan menghargai pendapat yang disampaikan oleh lawan bicara serta menyelesaikan permasalahan dengan jalur permusyawaratan bersama-sama. Dengan ini diharapkan dapat membentuk santriwati yang berpegetahuan luas dan berpikiran bebas.
MANTINGAN- Dalam memaksimalkan upaya belajar para santriwati menjelang datangnya ujian akhir semester kedua, kegiatan Kepramukaan resmi ditutup pada hari Kamis (2/2). Upacara tersebut diikuti oleh seluruh santriwati, Pembina, serta Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS).
Upacara ditutup oleh Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS) yang hadir ke tempat masing masing Gugus Depan (Gudep), diisi nasehat-nasehat menjelang datangnya ujian akhir semester kedua agar lebih fokus dan giat belajar, serta tidak lupa untuk banyak beribadah, dan menjaga kesehatan diri masing-masing.
Suasana Santriwati dalam mengikuti Ujian Pramuka
Selain resmi menutup kegiatan Kepramukaan di masing-masing tempat gugus depan, juga diadakan ujian akhir Kepramukaan. Ujian akhir Kepramukaan diadakan guna mengetahui sejauh mana para santriwati memahami materi Kepramukaan yang sudah diberikan selama ini, dan diharapkan agar para santriwati dapat meningkatkan semangat kepramukaan di semester berikutnya kelak.
DARUSSALAM – Ujian semester kedua sudah di depan mata. Dengan dinonaktifkannya berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada, kini para santri tidak memiliki kesibukan lain selain belajar. Utrukuu maa siwa ad-dars, begitulah ungkapan yang sering digaungkan kepada para santri ketika memasuki masa ujian. Tidak terkecuali dengan kegiatan mereka di malam hari; di mana belajar malam yang biasanya diadakan di kelas-kelas, kini diadakan di sekitar area pondok atau sering disebut dengan ‘belajar malam keliling’.
Belajar malam keliling dimulai secara resmi pada hari Ahad (5/2). Pembukaan belajar malam keliling diadakan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dengan dihadiri oleh seluruh dewan guru KMI, Direktur KMI, serta Pimpinan PMDG.
Seluruh guru KMI tengah mengikuti pembukaan belajar malam keliling.
Dalam pembukaan tersebut, Pimpinan PMDG Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. berpesan tentang besarnya amanat yang harus ditunaikan oleh setiap bapak guru KMI. “Anak-anak yang berada di sini merupakan amanat atau titipan dari para orang tuanya. Maka sudah menjadi tugas kita untuk membantu, menyukseskan, membimbing, dan mengajari dengan sebaik mungkin.” ujar beliau di hadapan seluruh guru KMI.
Pimpinan PMDG, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. tengah menyampaikan nasehat di hadapan seluruh bapak guru KMI.
Selain itu, Direktur KMI K.H. Masyhudi Subari, M.A. juga turut memberikan pesan dan nasehatnya kepada bapak-bapak guru KMI sebelum memulai belajar malam keliling. “Kita perlu kembali kepada keterpanggilan hati kita untuk berkeliling mengawasi belajar santri. Bahkan jika sebelumnya masih belum sadar, maka kali ini harus benar-benar terpanggil untuk menjalankan kewajiban ini.” beliau menambahkan dalam nasehatnya.
Seusai pembukaan, seluruh guru KMI berpencar ke tempat-tempat yang telah ditentukan guna membimbing dan mengawasi santri-santri yang tengah fokus belajar. Setiap hari, belajar malam keliling santri akan berlangsung mulai dari pukul 20.15 WIB sampai dengan 21.45 WIB. Zona belajar mereka pun dibatasi di sekitar area yang memiliki pencahayaan yang cukup serta berada pada jangkauan pengawasan para guru-guru.
Suasana belajar malam keliling santri dengan pengawasan serta bimbingan dari guru-guru KMI.
Dengan disebarnya guru-guru KMI ke seluruh penjuru zona belajar, para santri akan merasa terawasi sehingga enggan untuk bermalas-malasan atau bercanda ketika tengah belajar. Selain itu, belajar malam keliling juga turut memudahkan para guru yang ingin memastikan pemahaman santri dalam pelajaran yang ia ajarkan.
Mudah-mudahan, miliu belajar yang sedemikian rupa akan membuat para santri terpacu untuk lebih fokus dan serius lagi dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sehingga, kualitas belajar santri akan meningkat menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.
(Berita: Mahadi, Foto: Rayza, Editor: Husain, Review: Riza Ashari).
DARUSSALAM – Bahasa Arab dan Inggris sebagai dua bahasa resmi di PMDG merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang dapat menunjang keberhasilan para santri dalam belajar. Dengan menguasai keduanya, mereka dapat memiliki modal yang cukup untuk memahami sebagian besar pelajaran yang diajarkan di kelas menggunakan kedua bahasa tersebut. Untuk itu, kegiatan-kegiatan bernuansa bahasa sangatlah identik dengan keseharian para santri.
Suasana penutupan kegiatan bahasa, hari Jum’at (3/2).
Menjelang ujian semester kedua, kegiatan bahasa yang merupakan ekstrakurikuler di PMDG turut dinonaktifkan untuk sementara waktu. Penutupan kegiatan bahasa digelar pada hari Jum’at (3/2) pagi pukul 05.00 WIB, di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 1 sampai dengan 5 KMI, serta dihadiri pula oleh guru-guru KMI.
Al-Ustadz Kurnia Rahman Abadi, S.E. M.M. tengah memberikan nasehat kepada seluruh santri.
Nonaktifnya kegiatan bahasa bukan berarti para santri bebas berbicara dengan bahasa Indonesia serta meninggalkan bahasa Arab dan Inggris. Para santri hanya mendapat keringanan untuk tidak melaksanakan kegiatan bahasa saja, namun tetap harus mematuhi aturan penggunaan bahasa resmi dalam percakapan sehari-hari.
Selain itu, sebagaimana penguasaan bahasa dapat menunjang pemahaman mereka terhadap pelajaran-pelajaran, membiasakan diri untuk berbahasa juga dapat membantu persiapan mereka menghadapi ujian. Sebab selain menghadapi ujian tulis, para santri juga akan menghadapi ujian lisan yang sangat mengandalkan kemampuan berbahasa yang baik. Bila mereka telah terlatih untuk berbahasa dengan lancar, hal itu sangat meringankan persiapan mereka dalam menghadapi ujian.
Selain menutup kegiatan bahasa, staf LAC juga turut memberikan hadiah kepada rayon yang berprestasi di bidang bahasa.
Maka dari itu, para santri harus tetap menjaga serta mematuhi peraturan yang berkenaan dengan bahasa meskipun kegiatan bahasa sudah dinonaktifkan. Karena sejatinya, mempelajari dan mempraktikkan bahasa akan mendatangkan manfaat yang berguna baik untuk individu, untuk orang lain, ataupun untuk pondok tercinta.
(Berita: Mahadi, Foto: Farhat, Editor: Husain, Review: Riza Ashari).
KARANGBANYU – Rentetan kegiatan pengajaran berjalan setahap demi setahap. Kini, hampir mencapai ujungnya, yaitu ujian akhir tahun. Kegiatan ujian merupakan agenda besar, menyita perhatian seluruh warga pondok. Karena hanya dengan ujian, kapasitas dan kualitas pengajaran yang selama ini berjalan, dapat dilihat dan dibaca untuk kemudian dikembangkan.
Di hari belajar aktif, saat belajar malam, para santriwati berada di bawah pengawasan penuh wali kelas dan asistennya. Akan tetapi, menjelang dan di masa ujian, santriwati dipersilakan untuk memilih tempat dan metode belajarnya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk menstimulus jiwa kemandirian dan rasa tanggung jawab pada diri santriwati. Dengan demikian, mereka dapat menemukan dan menentukan sendiri metode belajar yang akan ia gunakan malam itu.
Meskipun demikian, perhatian para guru terhadap peserta didiknya tetap tercurah sepenuhnya. Sabtu (04/02), Panitia Ujian Akhir Tahun mengadakan Pembukaan Keliling Belajar Malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, seluruh guru Gontor Putri kampus 3 berkumpul di depan Gedung Al-Azhar.
Selaku Wakil Direktur KMI Gontor Putri Kampus 3, Al-Ustadz Yudi Afifuddin, M.E. membuka acara sekaligus memberikan arahan dan nasihat tentang keliling belajar malam. Tugas membimbing santriwati saat belajar malam merupakan cara pondok untuk merangsang tumbuhnya jiwa keguruan dalam diri para guru. Kualitas penguasaan materi, metode penyampaian, kepedulian, pemahaman kondisi santriwati akan berkembang dengan peran tersebut.
Di akhir sambutan, Al-Ustadz Yudi mengajak para guru untuk senantiasa memposisikan diri sebagai seorang guru. Mengawal dan mengayomi para santriwati dengan tulus hati. Lizanast
RIMBO PANJANG – Pondok Modern (PM) Darussalam Gontor Putri Kampus 7 adakan Latihan Pengembangan Kepemimpinan dan Praktek Pengayaan Lapangan (LPK/PPL) bagi siswi kelas 4 dan 3 intensif untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa menjadi pembinan pramuka dengan syarat mengikuti dan lulus PPL fi setiap gugus depan, di tempat yang ditentukan, Kamis (19/1/23) Sore.
LPK/PPL ini diadakan sebagai ajang untuk membentuk karakter dan mental kepemimpinan siswi dan untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin muslimah yang kuat, bertanggungjawab, dan tetap memperhatikan sifat dan sikap mereka sebagai muslimah.
Dan LPK/PPL ini dimeriahkan dengan malam unggun gembira yang diikuti oleh seluruh peserta yang terdiri dari 3 unit, serta penampilan-penampilan yang memukau dari setiap unit seperti: akapela, drama musikal, dan fashion show.Alhamdulillah malam unggun gembira ini berjalan dengan lancar, tidak hanya itu para peserta LPK/PPL juga mengikuti cross campus pada hari Jum’at (20/1/23)
“Dengan LPK/PPL ini kita menyiapkan kader-kader pemimpin yang kuat dan bertanggung jawab” ucap bapak wakil pengasuh PMDG putri kampus 7 dalam sambutan unggun gembira. Gina
MANTINGAN-Setelah menjalani rutinitas Muhadatsah pagi disetiap paginya, maka pengujian daya tangkap dan ingat para santriwati Gontor putri kampus 2 akan kosakata yang telah diberikan para pembimbing dirayon, dilakukan dengan Ujian Bahasa yang dilaksanakan pada hari Jum’at,3 Februari 2023. Kegiatan ini juga sebagai penanda bahwa telah ditutupnya kegiatan Muhadatsah pagi dan wujud pemfokusan diri santriwati untuk menghadapi Ujian Akhir Tahun yang akan datang.
Ujian Bahasa ini diikutsertakan oleh seluruh santriwati dari kelas 1 hingga kelas 4. Ujian diadakan diruang kelas yang telah ditentukan. Ujian ini pun tak luput dari pengawas ujian yaitu para santriwati kelas 5 yang kemudian para pengawas inilah yang akan mengecek hasil ujian mereka.
Hasil usaha para santriwati kelas 1 sampai kelas 4 akan dimasukkan kedalam raport mental yang mana hal ini diharapkan akan menjadi kaca perbandingan mereka untuk meningkatkan kesemangatan dalam belajar dan berbahasa formal yaitu Arab dan Inggris. Karena seperti filsafat pondok:Bahasa adalah Mahkota Pondok.
MANTINGAN-Untuk meningkatkan kemampuan santriwati Gontor putri kampus 2 maka diadakan Latihan pidato untuk santriwati kelas 1 sampai kelas 4 yang dibimbing oleh kelas 5. Namun untuk menghadapi ujian akhir tahun para santriwati difokuskan dengan belajar, maka Latihan pidato resmi ditutup pada Kamis,2 Februari 2023.
Penutupan diisi dengan pidato yang lebih meriah dari biasanya dan hiasan disetip ruang pidato pun begita memanjakan mata. Selain pidato juga diadakan lomba menghias ruang pidato yang meningkatkan kesemangatan pidato para santriwati dengan ruangan yang indah.
Keberanian dan kemahiran mereka dalam bercakap akan dinilai oleh para pembimbing dari kelas 6 yang kemudian akan dimasukkan kedalam raport mental merkea masing-masing. Dari hasil penilaian ini diharapkan para santriwati untuk terus mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan berpidato mereka yang mana ini akan sangat berguuna untuk kehidupa diluarnya nanti.