Home Blog Page 130

Mahasiswi UNIDA adakan Kajian Kitab Risala-I Nur

0

Pada Hari Kamis, 10 Maret 2022 8 orang mahasiswi UNIDA Gontor bersama 2 orang dosen pembimbing mengadakan short course kajian kitab Risala-I Nur yang akan berlangsung selama 7 hari. Acara ini adalah salah satu implementasi kerjasama antara UNIDA Gontor dengan Istanbul foundation for science and culture. Dalam acara pembukaan, acara ini dihadiri oleh Executive President of IIKV; Said Yüce beserta beberapa pengkaji risale-I Nur seperti Tugba Turkoglu, Ahmad Hadi Wannes dan beberapa pengkaji Risale-I Nur di jenjang master ataupun doktor.  Said Yüce menjelaskan beberapa secara singkat kegiatan IIKV dan juga tema-tema utama dalam Risale-I Nur. Beliau memaparkan bahwa Risale-I Nur adalah sebuah karya yang satu-satunya sumber adalah Qur’anul Karim, karena ditulis oleh Bediuzzaman Said Nursi dalam masa tahanannya.

Mahasiswi UNIDA adakan Kajian Kitab Risala-I NurDiskusi pun berjalan hangat dengan diikuti beberapa pertanyaan dari peserta kegiatan ini. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswi yang berasal dari beberapa Program Studi yang menjadikan diskusi tentang Risale-I Nur dipandang dari berbagai macam tanah kajian keilmuan. Risale-I Nur adalah sebuah karya fenomenal milik Bediuzzaman Said Nursi yang dapat dikaji dari beberapa bidang keilmuan yang berbeda, seperti pendidikan, bahasa, filsafat, ekonomi, bahkan sosial politik.

 

Kegiatan akan berlangsung dengan metode membaca secara mandiri, kajian perkalimat dengan beberapa tutor dari mahasiswa doktor, dosen ataupun Profesor, lalu dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil akhir dari acara ini adalah, setiap peserta akan menghasilkan tulisan utuh berbentuk jurnal ataupun artikel ilmiah yang akan diterbitkan. Sebelum acara ini dimulai, Masing-masing peserta sudah memiliki kerangka tulisan ataupun tema-tema yang akan ditulis sebagai modal awal para mahasiswi dalam menyiapkan jurnal ataupun artikel ilmiah.

Related Articles:

Masjid Süleymaniye Turki: Titik Temu Nilai Turki dan Gontor

Mahasiswi IZU Turki adakan Silaturrahim bersama Pimpinan PMDG

Kaji Said Nursi, Gontor Melangkah ke Turki

Forbis IKPM Gontor gelar RAKERNAS 2022

0

DARUSSALAM-Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern ( Forbis IKPM ) Darussalam Gontor yang diketuai oleh Al-Ustadz Agus Maulana, S.S., menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Forbis IKPM yang bertempat di Gedung Wisma IKPM Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat, Ponorogo. RAKERNAS Forbis IKPM 2022 terbagi menjadi 2 sesi, yaitu Jum’at malam serta Sabtu pagi.

 

Acara tersebut dimulai dengan Pembukaan RAKERNAS sekaligus Penandatangan MoU bersama Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor pada Jumat Malam (4/3/2022) atau yang bertepatan dengan 2 Sya’ban 1443 H tepat pada pukul 20.00 WIB. Turut hadir pada acara ini Bapak Pimpinan PMDG; K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.; beserta jajaran Ketua Lembaga, serta kurang lebih perwakilan dari 45 unit usaha alumni PMDG. Total peserta yang hadir dalam Pembukaan RAKERNAS tersebut kurang lebih 100 orang.

 

RAKERNAS pada kesempatan kali ini mengusung tema “Mewujudkan 100 Produk unggulan alumni Menuju 1 Abad PMDG”. Tema ini merepresentasikan cita-cita besar para alumni PMDG untuk ikut berkontribusi terhadap kemajuan dan eksistensi PMDG melalui Forbis IKPM, Ketua Forbis IKPM Al-Ustadz Agus Maulana, S.S. dalam sambutannya memaparkan, para alumni PMDG dapat ikut berkontribusi dalam membantu kinerja Forbis IKPM yang saat ini sudah terdiri lebih dari 1500 unit usaha.

 

Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya memaparkan tentang “Al-muhafadzatu ‘ala al-qiyam, wa at-taghyiiru ila al-kamal” yang berarti pentingnya membangun dan memegang teguh dasar atau pondasi dalam segala sesuatu.

Bapak Pimpinan PMDG, KH. HAsan Abdullah Sahal memberikan sambutan dalam pembukaan acara RAKERNAS Forbis IKPM 2022

 

Ibarat rumah yang doyong karena dibangun tanpa pondasi yang jelas dan kuat, maka sekuat apapun materi yang digunakan untuk menyangganya, ia tidak akan tegak. Bagaimana mau tegak? Pondasinya saja tidak ada” Dikutip dari sambutan Bapak K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam Pembukaan RAKERNAS 2022.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU bersama Ketua FPA, K.H. Lalu Dzulkifli Muzadi, S.H., M.M., yang turut hadir. Untuk setelahnya dilanjutkan dengan penjelasan tentang Holding Company oleh K.H. Muhammad Danial, anggota Badan Wakaf PMDG.

 

Setelah dibuka, acara inti RAKERNAS diadakan pada esok paginya, Sabtu (5/3/2022) pukul 08.00 WIB bertempat di gedung yang sama. Rapat ini akan berfokus dalam pembahasan kepengurusan Forbis IKPM masa periode 2020-2024. (Abdurrahman, ed.Nezzard)

Penandatanganan MoU bersama Ketua FPA, K.H. Lalu Dzulkifli Muzadi, S.H., M.M.

 

Pengarahan Ujian Tulis, Kiai Hasan; Ujian Bukan untuk Ujian, Ujian untuk Belajar

0

KARANGBANYU – Salah satu agenda besar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) adalah kegiatan ujian tulis. Begitu pentingnya agenda ini sehingga membutuhkan perhatian dari seluruh warga PMDG. Agar pelaksanaannya optimal, panitia ujian menggelar pengarahan umum dan pembagian tugas untuk seluruh pengawas ujian.

Kamis pagi (3/3), seluruh guru dan Siswi Akhir KMI PMDG Putri Kampus 3 telah memenuhi auditorium. Secara daring, disana mereka menyimak arahan dan nasihat tentang ujian tulis yang disampaikan langsung oleh Bapak Pimpinan PMDG. 

Suasana Pengarahan Persiapan Ujian Tulis Akhir Tahun

Diawali dengan absensi dan pertanyaan terkait jumlah seluruh santri pada tiap-tiap kampus, K.H. Masyhudi Subari, Direktur KMI Gontor Pusat menyapa dengan hangat tiap peserta daring. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan nasihat K.H. Akrim Mariyat. Dalam nasihatnya, beliau menegaskan bahwa ujian diadakan bukan sekedar untuk naik kelas ataupun mengukur kemampuan diri, namun hakikatnya ujian itu adalah untuk belajar.

Pengarahan dilanjutkan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal. Diawal pidatonya, beliau sempat menangis saat mengucapkan kalimat Asyhadu An Laa Ilaha Illallah. Tidak lama, segera beliau mengusap air matanya dan melanjutkan pidatonya. Momen itu sontak membuat para hadirin ikut larut dalam menghayati kalimat syahadat tauhid. Tak perlu beretorika panjang lebar, tangisan beliau cukup memberikan pelajaran bahwa kalimat tauhid merupakan mata air kehidupan.

Setelah membaca doa yang dipimpin oleh Kiai Hasan, Kiai Masyhudi melanjutkan dengan memberi sedikit pengumuman sebelum kemudian menutup acara. Diantara pengumumannya ialah:

  1. Ujian akan dilaksanakan serentak pada hari Sabtu, 5 Maret 2022, pukul 07.00 WIB. Untuk Gontor Kampus Cabang pun harus mengikuti waktu Gontor Pusat, meski ada perbedaan zona waktu. Sehingga pelaksanaannya benar-benar serempak.
  2. Rapor santri untuk semester kedua dan seterusnya akan dicantumkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Diisyaratkan kepada seluruh santri agar sudah melunasi SPP hingga batas yang ditentukan sebelum menjalani Ujian Tulis Akhir. DzakiyahF

Sebesar Keinsyafanmu, Sebesar Itu Pula Keuntunganmu

0

Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu

Kata-kata yang terucap oleh seorang pendidik yang rela mengorbankan pikirannya, tenaganya, bahkan nyawanya selama 24 jam untuk santri-santrinya. Merekalah Trimurti (K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fannanie, dan K.H. Imam Zarkasyi) para pendidik yang ikhlas dalam mengajarkan serta membimbing santri-santrinya, beliau memikirkan bagaimana santrinya bisa belajar, bisa makan, bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, selama 24 jam itu mereka dibimbing, diajarkan, dan dididik dengan sepenuh hati.

 

Kata-kata ini bukan hanya sekedar kalimat motivasi, melainkan inilah mantra yang keluar dari mulut seorang kiai kemudian didengarkan oleh santri-santrinya yang nantinya mereka akan terbius, kemudian teringat dan melaksanakannya hingga berhasil dan sukses di masa mendatang. Bukan hanya sekedar mantra yang akan membius saja sehingga mereka terlena, namun terlena untuk sukses, bahkan di dalam kata-kata ini juga ada unsur doa seorang kiai untuk santri-santrinya. Hal ini karena sejatinya ucapan ini muncul dari seorang kiai yang telah rela berjuang mendidik, walau masih saja ada santrinya yang merasa terlena dengan kenikmatan yang ada. Artinya kata ini keluar dari lubuk hati seorang kiai sebagai nasihat bagi mereka yang lalai sekaligus doa untuk mereka agar nantinya dapat insyaf sehingga berubah dan dapat memperoleh keberhasilan dan kesuksesan nantinya.

 

Di Gontor adalah lingkungan pendidikan kemasyarakatan, karena di dalamnya terdapat berbagai macam anak dari berbagai macam suku, latar belakang, dan watak. Sehingga, kata-kata ini tidak hanya dapat dimaknai di dalam pondok ini saja, melainkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat mereka nantinya setelah tamat pendidikannya di pondok ini.

 

Insyaf di sini artinya sadar dengan cara berubah dari pribadi yang kurang baik menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dari yang bermalas-malasan menjadi rajin kembali. Kesadaran ini didorong dengan mengikuti segala kegiatan yang ada dengan disiplin, karena di dalam pondok kita diajarkan “berlatih menjadi orang baik”, ketika sudah di luar bunyinya akan menjadi “jangan bosan menjadi orang baik”.

 

Seorang santri yang telah mencapai titik “keinsyafanmu” itulah yang kemudian akan terus terdorong untuk berbuat baik, karena di titik ini ia sadar akan makna dari kata-kata ini yang sejatinya adalah doa dari hati tulus seorang kiai kepada para santrinya. Keinsyafan ini yang nantinya akan terus berlanjut hingga santri tersebut dewasa kelak dan dapat berguna untuk umat dan bangsa ini. Aamiin.

 

Disarikan oleh Abdurrahman dari Kajian Sehati Suargo FM bersama dengan Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

 

Related Articles:

Masjid Süleymaniye Turki: Titik Temu Nilai Turki dan Gontor

Ojo Adigang, Adigung, Adiguna

Leuwih Becik Mikul Dawet Rengeng-rengeng Tinimbang Numpak Sedan Mbrebes Mili

UJIAN LISAN MENGUJI KEBERANIAN SANTRIWATI

0

MANTINGAN- Setelah menjalani masa pembelajaran selama satu semester penuh didalam kelas, seluruh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 dihadapkan kepada Ujian yang mana menjadi penentu bagi mereka untuk naik ke tingkat kelas yang lebih tinggi.

Pada hari Ahad (20/02/22) Ujian Lisan bagi seluruh Santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 dimulai, ujian ini dengan rentan waktu selama 10 hari. Dimulai pada hari Ahad,20 Februari 2022/19 Rajab 1443 sampai dengan hari Selasa, 1 Maret 2022/ 30 Rajab 1443. Tanpa hari Jum’at yang merupakan hari libur bagi santriwati. Adapun Materi yang diujikan terhadap peserta ujian berupa : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Al-qur’an sesuai dengan kelas masing-masing.

Ujian Lisan ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 1-5 KMI. Adapun yang menjadi penguji merupakan guru-guru KMI dan beberapa Siswi Akhir KMI. Yang mana sisanya menjadi Panitia yang membantu dalam kelancaran Ujian Lisan ini.

Dengan Ujian Lisan Seluruh santriwati diharapkan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti ujian. Dan dengan ujian lisan penguji dapat mengetahui tingkat kemampuan santriwati dalam memahami pelajaran. Dan juga melatih keberanian santriwati untuk memasuki ruang ujian dan menjawab pertanyaan yang akan diujikan dengan 4 sampai 5 orang penguji.

Jika santriwati tersebut memiliki rasa percaya diri maka ujian akan terasa mudah dan dapat menyelesaikannnya dengan tenang. Namun apabila tidak percaya diri dan grogi lalu ragu-ragu dalam menjawab, maka ujian akan terasa sulit dan tidak dapat menjawab dengan baik. Maka dari itu Keberanian, Percaya diri, Mental yang kuat merupakan kunci agar dapat menyelesaikan ujian lisan sebaik mungkin. Jadi diharapkan untuk seluruh santriwati untuk percaya diri dalam menjawab pertanyaan dan memperbanyak do’a kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam ujian.

Gubernur Khofifah: RS Yasyfin Gontor Sempurnakan Kontribusi Gontor

0

PONOROGO – Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. secara resmi membuka rumah sakit milik Pondok Modern Darussalam Gontor dalam Grand Opening RS Yasyfin Darussalam Gontor, Sabtu (26/2/2022).

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa kontribusi Gontor dalam Indeks Pembangunan Manusia dari segi pendidikan dan ekononomi sudah luar biasa. “Namun Human Development Index melihat kita dari 3 sisi, pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Dan hari ini Gontor menyempurnakan indeks pembangunan manusianya,” ungkap beliau.

Turut hadir dalam acara ini, Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu, M.Kes., direktur rumah sakit di wilayah kabupaten Ponorogo, serta beberapa pimpinan instansi terkait termasuk diantaranya para pimpinan pondok pesantren di kabupaten Ponorogo dan sekitarnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa semua yang hadir di sini bukan hanya menyiapkan RS sebagai layanan kesehatan namun juga sebagai bagian dari ekosistem bangunan pendidikan dan ekonomi.

Beliau lebih lanjut menyampaikan terkait pendirian fakultas kedokteran yang sedang dicanangkan oleh UNIDA Gontor, Pemprov Jawa Timur beserta tim kesehatannya sangat siap untuk mendukung rencana tersebut.

KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada ungkapan dalam bahasa Arab yang berbunyi al-waajibaatu aktsaru minal awqaat; tugas-tugas kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia. Dan berterima kasih kepada Gubernur Khafifah atas kehadirannya dalam acara tersebut di tengah kesibukan beliau yang sangat padat.

Kiai Hasan juga mengapresiasi gerakan Tangguh Semeru yang diinisiasi Gubernur Khofifah karena telah sukses menjaga kesehatan masyarakat Jawa Timur.

“Yang ada di sini adalah amal semuanya. Semua dokter dan tenaga yang ada di sini tidak digaji, yang ada hanya barakah. Dokter-dokter yang ada di sini amalnya lebih tinggi daripada apa yang diterima,” ungkap Kiai Hasan.

Bupati Sugiri, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jatim di Ponorogo dalam acara ini, serta mengungkapkan rasa bahagianya dapat menjadi bagian dari berbagai kegiatan dan ikhtiar yang dilaksanakan oleh Gontor.

Al-Ustadz Suwito Djemari, M.Pd., selaku direktur PT Yasyfin Darussalam Gontor dalam laporannya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Bupati Sugiri, Komas, MPKU Muhammadiyah Jawa Timur serta berbagai pihak lainnya.

Sesuai amanat Bapak Pimpinan PMDG, Rumah Sakit 3 lantai dengan luas 10.982 m2 ini akan menjadi fasilitas utama dalam menjaga kesehatan seluruh keluarga pondok dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, RS Yasyfin telah mengadakan soft opening bersama Pimpinan PMDG dan Bupati Ponorogo beserta jajarannya pada 28 Agustus 2021. Kini fasilitas kesehatan RS Yasyfin sudah siap beroperasi secara penuh sebagai fasilitas pelayanan kesehatan berupa rumah sakit tipe D.

Selain memiliki dokter umum, RS Yasyfin juga didukung oleh dokter gigi serta dokter spesialis bedah, penyakit dalam, jantung, anestesi, dan juga obsgyn. Serta didukung juga oleh 40 perawat, 9 bidan dan berbagai tenaga kesehatan dan non-kesehatan lainnya.

RS Yasyfin Darussalam dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan, antara lain, IGD, Radiologi, Laboratorium, Ruang Operasi, ICU, Ruang bersalin, 62 ranjang dalam 26 ruangan rawat inap, USG Jantung, USG 4G Obsygn dan berbagai fasilitas lainnya.

Related Articles:

RS Yasyfin Darussalam Segera Beroperasi

Serius Tangani Kesehatan Santri dan Asatidz, PMDG Gelar Vaksinasi dan Soft Opening RS Yasyfin

UJIAN TULIS GELOMBANG DUA SISWI AKHIR KMI EXTRAORDINARY GENERATION; PERJALANAN PANJANG MENUJU KESUKSESAN

0

MANTINGAN-Ahad (30/1) merupakan hari permulaan bagi siswi akhir KMI untuk memulai ujian tulis gelombang dua setelah melewati Tarbiyah Amaliyah dan Ujian Lisan. Ujian tulis ini merupakan ajang penentu kelulusan bagi siswi akhir KMI. Ujian kali ini bermotto MUMTAZ KUALITAS, MUMTAZ TOTALITAS.

Dibuka pada pukul 06.00 WIB oleh bapak wakil pengasuh Al-Ustadz Moh. Alwi Yusron, M.A yang bertempat di Mini Hall. Tak ada kegiatan selain beribadah dan belajar, para santri khusyuk berdoa untuk kelancaran ujiannya. Seperti halnya petuah Trimurti yang tak bosan-bosannya ditanamkan dalam diri mereka, “Usaha tanpa do’a berarti BOHONG, dan Do’a tanpa usaha berarti SOMBONG”. Ujian panjang itu berakhir pada hari Rabu (16/02) yang dilanjutkan langsung dengan penutupan.

Semoga dengan adanya ujian ini, santri-santri kelas 6 KMI Extraordinary Generation dapat keluar sebagai alumni yang siap mental dan ilmunya untuk mewujudkan cita-cita Trimurti, yaitu menjadi Mundzirul Qoum yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi identitas Gontori. Amiin…

EXTRAORDINARY GENERATION DALAM MENGHADAPI UJIAN LISAN AKHIR

0

MANTINGAN- Ujian Lisan merupakan salah satu bagian terpenting dalam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2. Karena dengan ujian lisan semua santriwati bisa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan saat ujian. Selain itu, dengan ujian lisan dapat melatih mental dan keberanian santriwati.

Dan tepat pada Ahad(16/01/22) setelah melaksanakan Tarbiyah Amaliyah selama kurang lebih 2 pekan. Extraordinary Generation dihadapkan dengan Ujian Lisan Akhir. Yang melibatkan 296 orang siswi akhir KMI dan 42 orang penguji guru-guru KMI.

Dalam Ujian Lisan Akhir ini memiliki beberapa perbedaan dengan Ujian Lisan yang biasanya dihadapi oleh santriwati kelas 1-5. Mulai dari pelajaran yang dihadapinya dan peraturan masuk bagi santriwati. Pelajaran yang dihadapi oleh Siswi Akhir KMI dalam Ujian Lisan Akhir berbeda, tidak hanya 3 pelajaran yang seperti biasanya yaitu : Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-qur’an.Tetapi, terdapat 7 materi pelajaran yang harus dihadapi oleh setiap Siswi Akhir KMI, dalam rentan waktu 2 pekan Siswi Akhir KMI memasuki ruang ujian sebanyak 7 kali, dengan materi pelajaran yang dihadapi sebagai berikut : Bahasa Arab 1 (Insya, Muthala’ah, Nahwu ,Shorf) Bahasa Arab 2 (Balaghah, Tarikh Adab, dan Mahfudzat), Bahasa Inggris (Conversation, Reading, dan Grammar), Aqidah (Tauhid dan Al Adyan), Tarbiyah (Ushul Tarbiyah dan Psikologi), Fiqh (Bidayatul Mujtahid, Masail Fiqhiyyah, Ayat Al-Ahkam, Ibadah Qauliyah, dan Ibadah Amaliyah), dan Al-Quran (Tilawah, Tajwid, dan Hafalan Juz ‘Amma). 

Dalam Ujian Lisan Akhir Bagi setiap santriwati memasuki ruang ujian sebanyak dua orang siswi sesuai dengan kelas dan No. Absen. Dan juga urutan masuk ruang ujian pada pekan pertama dimulai dari kelas yang paling atas sampai kelas yang paling bawah. Dan pada pekan selanjutnya urutan masuk diubah mulai dari kelas yang paling bawah sampai kelas yang paling atas.

CETAK GURU YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS DENGAN TARBIYAH AMALIYAH

0

MANTINGAN-Tarbiyah Amaliyah merupakan salah satu sunah terpenting di KMI yang selalu diadakan setiap tahun. Praktek mengajar ini merupakan salah satu perantara untuk mencetak guru yang berkualitas, dimana para santri diuji kemahiranya dalam mengajar. Kelulusan dalam Praktek mengajar ini merupakan syarat kelulusan bagi siswi akhir KMI.

Tarbiyah Amaliyah yang dilangsungkan mulai dari tanggal 1 Januari hingga 12 Januari ini diikuti oleh 296 santri akhir KMI Extraordinary Generationdiawali dengan review materi tarbiyah di tiap-tiap kelas, dilanjutkan dengan beberapa pengarahan tentang standarisasi Guru KMI PMDG serta tata cara mengajar yang baik dan benar.

Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi menjadi 22 kelompok. Setiap harinya ada 1-2 siswa yang melaksanakan ujian praktik mengajar di kelas-kelas dengan materi tertentu, serta dibimbing oleh 2-3 orang pembimbing dari guru KMI tahun keempat dan kelima.

Seperti biasanya, sebelum ujian dilaksanakan perkelompok, diadakanlah Tarbiyah Amaliyah Perdana oleh 2 orang siswa akhir di tempat yang berbeda. Siswi akhir yang mendapat amanat untuk melaksanakan Tarbiyah Amaliyah Perdana tahun ini ialah Devita Nur Adilla (6-C) dan Sania Rivka Madina (6-B) yang bertempat di Mini Hall dan Gedung Damaskus dan dihadiri oleh siswi akhir KMI dan segenap pembimbing.

Setelah praktik mengajar usai para santri dihadapkan dengan Dars al-Naqd. Mereka dilatih bagaimana tata cara kritik mengajar usai Tarbiyah Amaliyah, banyak sekali pelajaran berharga yang didapat dalam kegiatan ini.

Alhamdulillah praktik mengajar ini dapat berjalan lancar hingga usai. Setelah ini, para santri akan langsung dihadapi dengan ujian berikutnya, yaitu ujian lisan dan ujian tulis. Semoga siswa akhir KMI Extraordinary Generation senantiasa diberikan kekuatan, kemudahan, dan kelancaran, serta mendapatkan hasil yang terbaik.

Latih Kecakapan Berbahasa dan Keilmuan Santriwati dengan Ujian Lisan

0

Mantingan – Rabu (16/2/2022) lalu merupakan hari terakhir berjalannya kegiatan belajar-mengajar bagi siswi kelas 1 sampai 5 KMI, sekaligus hari terakhir Ujian Akhir KMI bagi siswi kelas 6. Lantas, pada hari Ahad (20/2/2022) kemarin, siswi kelas 1 sampai 5 di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 mulai menghadapi ujian lisan yang akan dilaksanakan hingga Rabu (2/3/2022) mendatang.

Seperti pada umumnya, penguji dalam ujian lisan ini adalah ustadzah dan kelas 6 sedangkan materi yang diujikan antara lain; Bahasa Arab (mencakup Muthala’ah, Insya’, Mahfudzat, Nahwu, Shorf, Muhadatsah, serta Balaghah bagi kelas 3 Intensif, 4, dan 5); Bahasa Inggris (mencakup Grammar, Reading, Conversation); dan Al-Qur’an (mencakup Ibadah Qauliyah, Ibadah ‘Amaliyah, Tajwid, Hifdzu dan Qira’atu-l-Qur’an).

Ujian merupakan konsekuensi dari kegiatan belajar mengajar, maka salah satu tujuan dari adanya ujian lisan adalah sebagai pertanggungjawaban santriwati terhadap ilmu yang telah mereka dapatkan selama satu semester. Selain itu, ujian lisan bukan hanya sarana pendidikan keilmuan saja namun juga pendidikan mental, seberapa besar keberanian mereka dalam berbicara dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan penguji.

Di samping itu ujian lisan juga sebuah warming up bagi anak-anak untuk mengevaluasi diri, sehingga ketika ujian tulis nantinya mereka tidak mengulangi kesalahannya lagi. Hal ini yang disebut dengan ‘Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian’.

-ama